
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Putri mengajak Amie dan Farah kedalam. Dia membawa dua bungkusan tas plastik sebuah toko di Solo.
“Mie, aku beli ini. Kita kembaran ya,” Putri memberikan plastik baju berisi baby dol ( baju tidur berupa atasan dan celana, dari bahan kaos ) pada Amie. Dia memberikan Amie empat warna, dirinya empat warna dan Farah juga empat warna acak.
“Wah terima kasih Mbak. Tahu aja aku lagi pengen baby dol. Aku sejak dulu enggak suka pakai daster,” Amie senang pemberian dari kakak iparnya itu.
“Ini dariku. Kita kembaran motif, hanya beda warna,” Farah memberikan mukena pada kedua saudara iparnya.
“Koq tahu warna favoriteku Mbak?” tanya Amie saat menerima mukena berwaran hijau itu.
“Aku tanya ke Ragil,” jawab Farah.
“Matur nuwun ya Mbak. Datang kesini malah ngerepotin,” Amie senang sekarang dia kembali mempunyai saudara ipar. Dulu dia dengan Asih cukup dekat.
Sementara di teras depan para lelaki entah apa yang dibicarakan karena Ragil dan Wahyu sudah bergabung bersama mereka.
Para lelaki segera keluar menuju masjid saat adzan Maghrib. Sehabis salat Amie langsung menuju dapur untuk melihat dua asisten rumah tangganya.
Di dapur mbok Pedes dan bulek Irah sedang menyiapkan makan malam. Tumis kembang genjer, gurame asem manis, pepes patin sambal dan lalap serta kerupuk.
“Masak apa Mie?” tanya Putri.
“Ini kembang genjer Mbak. Jarang dijual. Hanya makanan orang desa. Kadang ada yang suka daun genjer. Tapi aku lebih suka bunga genjer. Nah bunga genjer tu lebih sulit didapat. Kalau daunnya banyak. Hari ini aku akan masuk tumis saja,” sahut Amie.
“Rasanya seperti apa?” tanya Farah penasaran.
“Kletus-kletus kalau kuncup bunga genjer. Kalau daunnya mirip seperti kangkung. Hanya untuk mengolah genjer harus dibuang lendirnya dulu jadi enak disantap,” sahut Amie.
“Aku enggak sabar mencicipinya,” Farah yang memang lebih extrovet tak malu mengatakan dia belum pernah makan sayuran itu.
“Aku juga bikin pepes ikan patin. Semoga pada suka. Pepes makanan kesukaan Mas Putut sejak dia tinggal di Bandung,” Amie memberitahu menu yang akan dia hidangkan malam ini.
“Wah kamu sudah bisa bikin pepes?” tanya Farah takjub.
“Pepes itu mudah koq mbuatnya Mbak,” sahut Amie.
“Aku sama sekali belum bisa masak,” keluh Putri
“Santai wae. Mas Putro juga ngertiin dan enggak menuntut kamu buat masak ‘kan?” Farah menghibur sahabat yang sekarang telah menjadi kakak iparnya itu.
“Mama dan papaku memang berbeda dengan umimu Ya, walau sejak kamu bayi, kamu sudah kaya, tapi umimu mengharuskan kamu masak dan mencuci sejak kecil. Kamu bisa mencuci tanpa mesin dan masak nasi tanpa rice cooker. Sedang aku, pakai mesin cuci dan rice cooker aja baru bisa saat menjelang menikah,” Putri menyesalkan pola asuh kedua orang tuanya yang tidak menyiapkan anak-anaknya siap tempur seperti orang tua Farah.
“Pada dasarnya semua orang tua punya pola asuh yang berbeda dan menurut mereka itu terbaik. Kalau kita sekarang bisa tahu kekurangan orang tua kita, maka kita tinggal mencoba melengkapi kekurangan itu untuk pengasuhan anak kita nanti,” Amie mencoba ikut berpendapat.
Amie bahagia, karena bude Diah tak beda dengan almarhum ibunya. Mengharuskan dia sejak kecil bekerja. Bahkan ketiga anak lelaki bude Diah semua bisa masak, mencuci, menyetrika dan bersih-bersih rumah tanpa malu dengan gendernya.
“Sepertinya kita bisa sering ketemuan untuk sharing,” Farah memberi usulan pada kedua iparnya.
“Boleh aja,” sahut Putri senang. “Kalian ajari aku pekerjaan perempuan ya.”
“Tentu. Kita akan belajar bersama,” sahut Farah.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.