THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
UNTUK ABI DAN JHON! TANPA INDRA



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Kita ngobrol dulu di ruangan yok,” ajak Farhat pada Jhon.


“Saya ngoboy begini, enggak pantas lah ngobrol formal dengan Om,” Jhon berupaya menampik undangan Farhat.


“Santai aja, atau ayok kita ngopi  di sana,” Farhat mengajak Jhon duduk di sofa lobby.


“YA, pesan kopi untuk Abi dan Jhon!” perintah Farhat. Jelas dia hanya meminta dua cangkir kopi. Tidak dia bilang kopi untuk Indra.


“Minta buatkan kopi hitam untuk pak Farhat dan tamunya serta satu cappucino bawakan ke meja lobby ya,” bisik Farah pada resepsionis lalu dia pun menuju sofa tempat ayahnya ngobrol dengan Jhon.


Farah megambil posisi duduk disamping ayahnya sehingga bisa jelas menatap Jhon yang duduk di seberangnya.


Jhon dan Farhat bicara hal ringan seperti sepak bola, politik ringan dan otomotive. Tak ada pembicaraan personal baik tentang Jhon mau pun tentang Farah.


Sementara Indra sebentar-sebentar wira wiri memperhatikan keakraban pemilik perusahaan tempatnya bekerja dengan pria yang dia tahu berhubungan dekat dengan Farah.


'Aku merasa pak Farhat menyukai pilot itu. Dan aku yakin dia tak akan menolak bila lelaki itu meminta Farah menjadi istrinya. Sebaiknya aku tak perlu mengejar Farah. Masih banyak perempuan cantik dan kaya yang bisa aku raih.'


'Sekarang targetku hanya aset perusahaan saja. Sejak dulu aku sudah menjadi pembantunya. Aku tak akan membiarkan dia membuangku tanpa ada hasil yang aku dapatkan,’ Indra akhirnya akan menyerah mengejar cinta Farah. Dia akan mengambil jalur lain sesuai keinginan utamanya.


***


Putro dan Putri sudah sejak sore sampai di rumah pak Siswojo. Putri sudah berjanji dengan mertuanya untuk belajar masak masakan sederhana kesukaan suaminya. Tanpa malu dia belajar dan menanyakan semua hal agar bisa cepat pintar. Dia memang tak pandai masak. Putro, Ragil dan pak Siswojo pergi ke masjid untuk salat maghrib,


“Apa Jhon sedang terbang Bu?” tanya Putri.


“Enggak, dia bilang akan menjemput temannya untuk makan malam bersama kita,” balas bu Diah.


“Pasti teman sangat istimewa ya Bu, sampai di bawa saat kita janji mau makan dengan keluarga inti?” selidik Putri.


“Ibu juga eggak tahu. Karena selama ini Jhon seperti Putro. Tak pernah pacaran, tahu-tahu ngajak kamu ke rumah tanpa memberitahu minta dilamarkan kamu. Mungkin Jhon juga seperti itu. Hanya Ragil yang beda. Adikmu itu sejak SMA sudah pacaran. Padahal saat itu Putro dan Jhon belum pacaran sama sekali,” jawab bu Diah.


Tak lama Putro, Ragil dan pak Siswojo masuk ke rumah, saat kedua perempuan sedang salat di rumah. Mereka melihat mobil Jhon masuk halaman dengan seorang perempuan berada di sisinya.


“Assalamu’alaykum,” sapa Jhon yang menggandeng Farah masuk ke teras. Ketiga lelaki yag baru pulang dari masjid kaget melihat siapa yang digandeng Jhon. Farah menyapa pak Siswojo dan memberi salim. Demikian pun dia lakukan pada mas Putro.


“Mas aneh deh, namanya juga sama calon kakak ipar, ya salim lah,” cetus Ragil dengan ceria khas nya.


“Wooooooooooow, begitu tho. Sekarang status Farah bukan sahabat istriku lagi ya?” goda Putro, membuat Farah tersipu malu.


Jhon menarik Farah kedalam untuk menemui ibunya. Tentu saja Putri kaget melihat kedatangan Jhon dengan Farah.


“Assalamu’alaykum,” sapa Farah pada bu Diah. Dia mencium takzim tangan calon mertuanya. Dan bu Diah mencium kedua pipi gadis itu.


“Jadi dia yang kamu bilang itu?” bisik Putri saat mereka cipika cipiki.


“Tak usah diperjelas!” jawab Farah singkat.


“Put, kamu panggil suamimu serta ayah untuk makan,” perintah bu Diah pada menantunya.


Diah masih tak percaya, Jhon putra keduanya membawa Farah sebagai tamu specialnya malam ini. Siapa pun tahu kalau Farah adalah putri pria terkaya di Solo. Diah hanya tak ingin Jhon sakit hati bila pinangannya kelak ditolak oleh ayahnya Farah.


“Darl, dipanggil ibu untuk makan,” bisik Putri pada suaminya.


“Yah, ibu minta masuk untuk makan malam,” dengan sopan Putri menyampaikan pesan ibu mertuanya kepada bapak mertuanya.


“Ayooook, Ayah juga sudah lapar,” pak Siswojo berdiri dan segera menuju ke ruang makan.  Di meja makan tentu semua menggoda Jhon dan Farah yang tiba-tiba datang bersama.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL CINTA KECILNYA MAZ  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL CINTA KECILNYA MAZ  ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta