THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
H-4



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Sekarang sudah hari Selasa. Resepsi pernikahan Putut dan Amie akan diadakan hari Sabtu sore hingga malam. Semua bahan yang dibutuhkan mulai datang misalnya sembako. Berkarung beras, minyak dalam jerigen, gula pasir dalam karung mulai datang. Rumah Amie mulai padat karena nantinya pusat masak ada dirumah belakang.



Amie senang melihat keramaian bakal pesta pernikahannya. Putut hanya selalu berpesan Amie tak boleh capek agar prima dihari Sabtu nanti. 



Farah dan Putri sudah berjanji akan datang mulai hari Kamis. Bahkan duo jomlo dari Singapore juga akan datang hari Kamis. Seperti biasa akan dijemput oleh Jhon dan Farah.


\*\*\* 



Rabu pagi Putut dan Amie jadwal kontrol ke rumah sakit. Seperti bulan lalu untuk obat nanti dibeli sesudah keduanya selesai periksa. Kali ini Amie mendahulukan cek kaki Putut terlebih dahulu baru cek kehamilannya. Dokter bilang bulan depan gips bisa dibuka.



“Alhamdulillaaaaah,” demikian syukur yang Amie dan Putut ucapkan. Mereka berharap tak ada lagi musibah menimpa mereka. 



“Bayinya sehat, Bapak dan Ibu bisa lihat ini ya. Jangan lupa vitaminnya diminum terus ya Bu,” demikian pesan bu dokter kandungan kali ini setelah tadi menanyakan Amie ada keluhan atau tidak. 



Sekali lagi Amie dan Putut bersyukur. Mereka tadi juga minta vitamin agar besok Amie tetap sehat saat resepsi pernikahan dan kandungan tidak terganggu bila Amie sedikit lelah. 



“Yank, sehabis dari rumah sakit kita cek kebun ya. Sebentar aja. Sepertinya hari ini ada panen sayuran sedikit,” Putut memberitahu Amie rencananya. 



“Panen apa?” tanya Amie. Dia tahu kalau panen sayuran memang hanya pedagang kecil sekitaran yang akan membeli. Bukan pengepul. Karena jumlahnya tidak terlalu banyak.




“Alhamdulillah ya, dari sisa tanah tak seberapa masih bisa menghasilkan,” Amie kembali bersyukur. Putut memang sangat jeli meliat peluang ini. Dulu saat dia belum terjun langsung karena masih bekerja di Bandung, sisa lahan tak dimanfaatkan sama sekali. Sekarang tak ada tanah tersisa. Semua dia tanami.



“Mas jadi tanam jahe merah di polibag?” tanya Amie. Kemaren Putut membeli polibag besar yang akan dia gunakan untuk menanam jahe.



“Insya Allah. Dan sepertinya Mas juga mau tanam kentang dan bawang di polibag. Walau untuk dua komoditi itu hanya untuk skala rumahan. Jadi panennya hanya cukup untuk dapur sendiri,” jawab Putut. 



“Enggak apa-apa.  “Kan tetap aja ngirit. Itu didapur aku tanam bekas potongan daun bawang dan kemangi, juga lumayan koq. Bisa buat dipakai saat butuh,” jawab Amie. Dia memang menanam sisa sampah dapur di botol plastik bekas minyak goreng yang dia potong atasnya dan dia lubangi bagian bawahnya.



“Tapi tanaman cabe kita yang didapur mati kena semen waktu renovasi kemarin. Nanti kita bawa lagi aja beberapa bibit yang kita tanam di polibag. Jadi buat kebutuhan dapur tetap ada,” Putut ingat tanaman cabe yang tumbuh dekat dapur rumah Amie mati. 



“Iya Mas, bawakan bibit cabe merah dan cabe rawit ya,” pinta Amie. Percakapan mereka terhenti karena nama Amie dan Putut dipanggil. Obat mereka sudah siap. Amie segera menuju kasir dan membayar, lalu mereka segera pulang



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.



![](contribute/fiction/6174183/markdown/10636434/1675618740905.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE itu ya.