
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Ibu Kita pindah ke ruangan nya. Biar eyangnya bisa ketemu," kata bu bidan.
Brankar Amie didorong untuk pindah ruangan. Baby-nya digendong oleh suster.
"Selamat ya Nduk," kata Bu Tiwi. Dia sedang menggendong cucu pertamanya. BuTiwi tadi langsung diberi oleh suster. Padahal maksud bu Tiwi ingin mengecup Amie terlebih dahulu.
"Ibu matur nuwun," kata Amie. Amie selalu merasa beruntung memiliki bu Tiwi sebagai mertuanya.
"Sing sabar yo. Kalian berdua belajar jadi orang tua," kata Pak Cokro.
Putut terus mengecupi kening dan puncak kepala istrinya. Dia sangat bahagia mereka sudah menjadi orang tua.
"*Sopo jenenge le*?" Pak Cokro bertanya pada putranya.
"Namaku Rani, Eyang. Maharani Prameswari," kata Putut mewakili Rani.
"*Ayune jenenge* ( cantik namanya )," kata Pak Cokro saat ini dia yang sedang menggendong cucu pertama mereka.
"Wah iki Princess se keluarga kita ini," Kata Wahyu.
"Iyalah," jawab Putut.
"Pasti Saka yo pengen gendong iki," kata pak Cokro.
"Dikira mainan opo?" kata Bu Tiwi.
"Udah ayo kita pulang. Biar Amie istirahat. Amie itu belum tidur. Capek dia," Wahyu pun pulang.
\*\*\*
'*Wow aku sudah jadi Om*,” Kata Farouq di Singapura.
'*Nggak usah berisik Yang penting kadonya*,' kata Putut.
'*Siap meluncur sama Omnya langsung. Omnya mau liburan, lagi patah hati*,' kata Farouq lagi.
'*Patah hati melulu. Kemarin habis patah hati. Jomblo sejati mah begitu*,' goda Wahyu.
Akhirnya malam itu rame. Jhon yang sedang kelaparan seperti biasa pun ikut masuk ke situ kecuali Putro.
'*Om Pilot lagi begadang*?' Ilham masuk arena.
'*Biasa Aku kelaparan kalau tengah malam begini*,' balas Jhon.
'*Put aku lusa ke sana. Aku nginep dua hari*,' tulis Jhon. kata
'*Wow asyik*,' Kata Wahyu
'*Iya aku nggak mau Farah pulang pergi. Makanya aku akan nginep dua malam*.' tulis Jhon.
'*Wah enak banget*,' kata Farouq.
'*Gue kepengen nginep lagi ah*,' kata Ilham.
'*Ayo ayo sini*,' balas Wahyu.
'*Ayo*,' mereka seakan sudah lama tak pulang. Padahal bulan kemarin habis pulang karena ada acara tiga bulanan
Orang seperti mereka mau pulang pergi kapan aja ya bisa.
'*Siapa nama keponakanku*?' tanya Ilham.
'*Namanya Maharani Prameswari*,' balas Putut.
'*Wow itu saingannya Farah. Dia kan juga pakai nama ratu. Hanya abi menggunakan nama queensha. Queensha kan artinya Prameswari juga*.'
'*Gimana tadi prosesnya deg-degan nggak*,' tanya Jhon penasaran.
'*Cuma kalang kabut aja. Amie proses kelahirannya cepat banget kok. Jam 11.00 kami berangkat dari rumah. Dia cuma sengar-sengar gitu. Aku tahu sakit tapi dia kan nggak teriak*.'
'*Aku yang nervous sampai ponselku kelupaan. Sebelum berangkat Amie malah nanya dompet. Dia nanya bukan butuh uang. Karena dia takut SIM nggak kebawa*.'
'*Aku cuma bawa kunci. Tanpa mikir apa-apa. Untung pakaian bayi dan pakaian Amie kan sudah ada di tas dua minggu lalu kami siapkan. Jadi tinggal angkat*.'
'*Sampai rumah sakit, daftar Amie ditimbang, diukur tensi langsung masuk ruang bersalin karena sudah pembukaan 7*.'
'*Nggak lama mbrojol tuh anak. Amie nggak pakai jerit-jerit berkepanjangan. Amie hanya dua kali pas lagi mengejan aja tuh*.'
'*nggak heboh kayak di novel-novel atau di film-film, yang katanya njerit-jerit lah, gigitin suaminya lah, cakar-cakar lah. Amie mah enggak*.'
'*Dua kali pas ngejan dia teriak. Selain itu dia nggak teriak-teriak atau nggak njeri-jerit*,' kata Putut.
'*Pak dokter nggak nongol ini*,' goda Ilham.
'*Pak Dokter kecapean ngidam kali*,' balas Putut.
'*Ya udah semuanya istirahat. Aku juga mau tidur ya*.'
'*Oke selamat ya. Selamat*,' balas Farouq.
'*Jangan lupa ditunggu kadonya dari om-om yang di Singapura*,' balas Putut.
'*Siap*,' kata Ilham.
'*Meluncur*,' kata Farouq.
Wahyu karena sedang mengendarai mobil pulang, jadi dia nggak ikut masuk grup lagi. Karena dia yang nyetir. Kalau malam kan pak Cokro tak jelas matanya.
\*\*\*
Ragil dan Putro yang baca chat group pagi-pagi tentu aja ketinggalan berita dan cerita. Mereka baca saat mau salat subuh.
'*Keponakanku sudah meluncur*,' kata Ragil.
'*Hei ini bukan meluncur karena bukan anaknya pilot. Ini sudah panen karena anak petani*,' kata Putut.
'*Apalah maunya pokoknya udah mbrojol*,' balas Ragil.
'*Iya dong*,' Putut senang sudah mempunyai putri.
'*Selamat ya*,' kata Putro.
'*Pakde dokter baru bangun*,' kata Putut.
'*Ha ha ha aku sudah jadi Pakde rupanya ya*,' balas Putro.
'*Lo berarti kami juga pakde dong*,' Ilham langsung menjawab.
'*Ya lagian kalian yang bilang om kok*,' kata Ragil dia sudah baca chat semalam.
'*Yang Om tuh cuma aku sama Wahyu. Kalian tuh Pakde*.'
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.