
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Putut membonceng Amie untuk melihat tambaknya. Kadang dibonceng Wahyu atau ayahnya. Yang pasti walau sedang sakit dia tetap tak mau diam di rumah.
“Yank, besok kamu mulai belajar mobil ‘kan?” Putut mengingatkan jadwal kursus Amie.
“Mas nih maksa banget, kalau udah bayar ya mau gimana lagi?” Amie kesal karena memang Putut dan Wahyu yang pergi mendaftarkan Amie untuk les menyetir mobil.
"Itu‘kan buat keamananmu nantinya,” sahut Putut. Dia sudah membayangkan nanti Amie perlu mengantar anak-anak mereka ke sekolah saat hujan. Jadi harus bisa mengendarai mobil sendiri.
\*\*\*
Jadilah pagi ini Amie memulai kursus menyetir mobil. Sementara Putut sibuk di tambak miliknya. Tadi dia diantar Wahyu, nanti pulang bisa diantar pegawainya. Sementara persiapan perayaan menikah mereka semakin mendekati finish.
“Untuk panen bulan depan yang sekalian ajang ngumpul keluarga bagaimana Paklek?” tanya Putut.
“Yang bulan depan yang siap jual patin dan lele. Untuk konsumsi gurame bisa diambilkan beberapa. Tapi belum jadwal diambil penjual,” sahut pak Suyanto yang menangani panen.
“Yang penting untuk makan bersama bisa ya guramenya. Kasihan kalau tamu pada kecewa,” sahut Putut.
“Sekarang aja bisa Mas,” sahut pak Suyanto menjawab keraguan Putut.
“Trus perkembangan ternak gabus gimana?” tanya Putut. Dia memang sedang mencoba satu kolam untuk memelihara ikan gabus.
“Sejauh ini perkembangannya sesuai harapan, semoga sehabis panen ini kita bisa tebar gabus juga,” sahut Suyanto.
“Ok, saya akan mulai memesan benihnya,” Putut pun membuat note diponselnya untuk mengingatkan memesan benih ikan gabus.
\*\*\*
‘*Mas masih lama? Mau aku jemput sekalian? Aku baru selesai kursus*,’ Amie mengirim chat pada suaminya.
‘*Ya, jemput di wetan ( timur ) penggilingan beras*,’ balas Putut.
Amie sejak tadi sudah selesai kursus. Karena sudah sampai kota dia sekalian berbelanja. Dia membeli sprei dan aneka kebutuhan rumah tangganya. Dia mengirim chat sesudah selesai belanja.
“Lho Yank, koq bawa belanjaan?” tanya Putut melihat banyak kresek hitam besar di depan motornya.
“Aku beli sprei, pengharum ruangan dan kebutuhan pribadiku Mas,” jawab Putut.
Putut bicara seperti ini karena Amie bicara kebutuhan pribadi. Dia ingat pembalut Amie yang mereka beli bersama bulan lalu belum digunakan.
“Wah aku malah lupa. Ayok Mas, mampir apotek ya Mas?” jawab Amie. Dia jadi sangat antusias mendengar perkataan suaminya.
“Iya, tapi enggak usah ngebut,” jawab Putut. Dia tahu istrinya sangat berharap. Seperti juga dirinya.
“Mbak ada test pack?” tanya Amie dengan wajah bahagia.
“Yang akurasinya besar dan enggak perlu urine pagi Mbak,” Putut menambahkan kalimat istrinya. Dia tahu ada beberapa test pack yang masih harus menggunakan urine pagi.
“Ini Pak, Bu. Akurasi terbaik. Expired masih lama,” pegawai apotek menunjukkan dua merk yang dia rekomendasikan. Jenis ini memang yang paling banyak dicari karena sudah tak harus urine pagi.
“Baik kami ambil keduanya,” sahut Putut yakin.
“Masing-masing dua piece Mbak,” tambah Amie lagi.
“Buat apa dua Yank?” Putut tidak mengerti mengapa Amie membeli tiap jenis dua buah untuk dua merk itu.
“Kalau yang sekarang kita coba gagal, kita coba besok subuh,” jawab Amie memberi alasan.
“Enggak usah buru-buru ya, jangan ngebut,” kembali Putut mengingatkan istrinya yang sangat antusias ingin segera tiba dirumah agar bisa mengecek kehamilannya.
“Habis Mas, udah tahu aku telat bukan langsung beli dan bawakan aku, malah bilang tiba-tiba. Ya ‘kan aku jadi penasaran,” Amie tetap saja tak mau ngalah.
“Pokoknya bawa motor jangan ngebut, nanti malah kasihan dedenya kalau mamanya grasa grusu,” Putut mengingatkan Amie. Amie pun menurut. Dia membawa motor dengan pelan dan tak mau melewati lobang agar perutnya tak tergoncang.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.