
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Ini Mas, aku harap benar,” kata Farah saat menyerahkan revisi yang dia buat pada Indra. Dia berharap pekerjaannya benar.
“Apa alasan kamu mengambil jalan ini?” Indra melingkari revisi yang Farah serahkan dengan pensil.
“Itu cost kerugian terendah yang bisa diterima walau resiko kegagalan lebih besar dari pada bila kita ambil pilihan ke dua,” jawab Farah dengan berani.
“Kalau begitu, jalan apa yang harus kita tempuh agar kegagalan bisa diminimalisir?” Indra terus mencecar gadis anak pemilik perusahaan tempatnya bekerja ini.
“Bahan baku yang digunakan harus yang high quality agar kegagalan product tidak terjadi!” balas Farah yakin.
“Saya terima alasan anda. Sekarang bagaimana bila kita ambil jalan ke dua yang cost kerugian lebih besar tapi kegagalannya lebih kecil?” kembali Indra menguji intuisi calon pemimpin yang ada dibawah bimbingannya ini.
“Hmmm …,” Farah terdiam, dia belum berpikir akan mengambil kemungkinan ke dua itu. ‘Ah, stupid, kenapa aku enggak pikirin jalan keluar bila ambil kemungkinan ke dua?’ batin Farah.
“Belum kepikiran?” tanya Indra seakan tahu jalan pikiran gadis tomboy tapi ayu didepannya.
“Iya Mas, belum aku utak atik angkanya,” jawab Farah jujur.
“Ya sudah, aku kasih waktu sampai besok pagi. Aku minta reasonnya benar dan perhitungannya akurat,” Indra memberi waktu pada Farah untuk kembali menghitung rugi laba dari contoh soal tentang proyek yang biasa mereka kerjakan.
“Baik Mas, akan saya kerjakan,” Farah langsung keluar dari ruangan Indra tanpa pamit. Dia lupa melakukannya karena sedang keqi pada Jhon yang menurutnya marah karena diganggu dengan chat yang Farah kirim.
***
“Bagaimana persiapan Amie? Apa bisa hadir minggu depan?” Jhon yang baru saja sampai di Kuala Lumpur sengaja menghubungi Putut. Dia sangat ingin adik perempuannya bisa datang di acara keluarga saat pernikahan Putro.
“Sepertinya bisa Mas, dia sudah tahu tentang pernikahan, barusan juga dia tahu tentang ritual adat saat sebelum resepsi. Sepertinya dia tak akan terlalu kaget dan mengingat Angga. Dia juga tahu kami sudah nikah. Dan buku nikah kami tidak boleh disimpan, tapi dia taruh di bawah bantalnya. Kalau mau tidur dia akan memandangi lembaran depan buku nikah kami yang ada fotonya dan fotoku,” Putut langsung menjawab saat telepon dari Jhon masuk.
“Apa dia belum hamil?” tanya Jhon. Lelaki ini memang tak pernah mau memperhalus pertanyaannya.
“Aku belum pernah menyentuhnya Mas, bahkan mencium bibirnya saja belum. Aku tak ingin dia terluka saat mengingat pernah melakukannya dengan orang lain. Aku mau kami melakukannya bila dia sudah siap menerimaku lahir batin,” jawab Putut jujur.
‘Lelaki ini memang sangat mencintai Amie, padahal kalau dia mau, Amie tak bisa melawannya saat disetu-buhi olehnya.’ Jhon benar-benar kagum akan cinta tulus Putut pada Amie.
***
Jhon baru saja membayar tanah yang akan menjadi lahan usahanya. Dia sadar belum tentu nanti istrinya akan selalu tenang bila sering ditinggal kerja dengan jadwal penerbangannya yang padat. Oleh sebab itu sejak dulu dia menabung untuk membangun usaha.
Selangkah lagi usaha pertamanya akan dia rintis. Dia tahu BEP ( Break Even Poin ) untuk usahanya tak bisa dalam waktu singkat, setidaknya dia sudah bergerak. Setidaknya dia tahu, usahanya tak akan merugi karena mayoritas masyarakat sangat tergantung akan komoditas yang dia jual.
Minggu ini jadwal penerbangan yang Jhon ambil sangat padat, agar nanti saat pernikahan sang kakak dia punya waktu yang agak lama agar bisa berkumpul dengan para saudaranya yang dari luar kota.
“Terima kasih ya Bu, semoga uangnya berkah untuk pengobatan cucunya,” Jhon memberi salam pada pemilik lahan yang sudah dia beli. Sekarang dia ingin segera mencari makan sebelum pulang.
“Lho Kak, mau makan siang juga?” Farah menyapa Jhon yang baru saja keluar dari mobilnya.
“Hai, iya, pas laper nih,” balas Jhon. Dia tak menyangka bertemu dengan Farah di warung sate buntel ini.
Ternyata Farah datang bersama Indra dan Farhat. “Sini Nak, duduk bersama kami aja,” ajak Farhat. Karena yang menawari ayahnya Farah, Jhon tak enak menolak. Tadinya dia akan duduk menjauh karena tak mengenal teman semejanya.
‘Ah, mau santai makan sendirian malah jadi harus ngobrol,’ sesal Jhon. Bukan soal ngebayarin, tapi dia sedang ingin duduk sendirian.
“Iya Om, terima kasih,” Jhon pun terpaksa bergabung dengan rombongan Farah.
“Mas pesan apa?” tanya Farah pada Indra. Dia sudah menulis pesanannya dan pesanan abinya.
“Samakan aja dengan pak Farhat,” jawab Indra.
“Kakak mau pesan apa Kak?” sekarang giliran Jhon yang ditanya Farah.
“Sate buntel dan gule aja. Minumnya es lemon tea,” jawab Jhon.
‘Pesanan kita koq sama ya Kak,’ Farah menyatakan pikirannya tapi hanya dalam hati saja. Karena abinya sate kambing biasa bukan yang buntel dan sop bukan gule.
“Sedang libur atau bagaimana?” pancing Farhat.
“Baru turun dinas tadi pagi Om. Bukan libur. Besok subuh terbang lagi. Sedang enggak ambil libur biar minggu depan bisa full libur buat pernikahan mas Putro,” jawab Jhon sopan.
“Oh iya, acaranya tinggal minggu depan ya,” Farhat baru sadar acara mantu rekannya akan dilaksanakan minggu depan.
***
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETIN JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta