
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Kalau begitu sambil nunggu Rukma dan anak-anak, serta nunggu waktu makan malam, kita langsung bahas persoalan kantor dulu aja bagaimana? Jadi saat ada Rukma, persoalan sudah selesai kita bahas,” Farhat memberikan usul pada tamunya.
“Sebaiknya begitu. Agar konsentrasi kita tak terganggu dengan celoteh Rukma yang seperti petasan tanpa rem itu,” jawab Juned sambil nyengir.
“Dimana ada petasan pakai rem?” protes bu Basalamah sambil berlalu kebelakang untuk memberi perintah pada asisten rumah tangganya. Dia meminta makan malam disiapkan untuk sepuluh orang dan meminta dipanggilkan Farah segera.
Farah yang baru selesai mandi dan salat maghrib segera menuju ruang tengah tempat semua berkumpul. Setelah salim dengan pamannya dia segera memulai cerita. Karena memang dia kunci utama persoalan ini.
“Ini berawal saat kak Jhon bertemu dengan Indra tak sengaja, saat aku dan Abi makan siang. Tanpa Abi sadar, Abi senang bicara dengan kak Jhon dan saat itu terlihat Indra selalu menyela tak mau kalah.”
“Tapi Abi tak peduli. Dilanjut pertemuan berikutnya saat sepulang aku dan kak Jhon makan siang, Abi malah mengajak kak Jhon minum kopi di lobby kantor dan asyik ngobrol tanpa peduli pada Indra.”
Farah menarik napas, dia melihat uminya sedikit kaget karena awalnya tak tahu kalau Indra adalah pelaku yang hendak abinya usut.
“Lalu dimulailah kak Jhon mendapat ancaman. Awalnya kak Jhon tidak menggubris sehingga tak pernah sekali pun cerita ke AYA. Tapi saat ancaman mulai serius, kak Jhon memberitahu AYA, dan mengusulkan memasang CCTV diruangan abi dan ruanganku.” Farah memberikan print-print an semua ancaman sosok tak dikenal pada Jhon.
Sengaja tadi dia print agar semua mudah membaca. Untung Farah membuat lima bundel sehingga semua bisa membaca tanpa perlu gantian.
“Tadi siang AYA melihat Indra memasukkan sesuatu ke minuman om Husain,” Farah langsung mengirim video ke nomor om Juned, abi serta uminya. Dia tidak tahu nomor teman om Juned. Biarlah nanti om Juned yang akan memforwardnya.
“AYA langsung lari ke ruangan Abi saat melihat Indra datang untuk memberi kopi pada Abi. AYA enggak mau terlambat,” sekali lagi Farah mengirim video saat Indra mulai masuk ruangan pak Farhat bersama Indira.
“Apa artinya ini?” tanya Farhat melihat hasil uji laboratorium. Sebagai orang awam tentu tak segampang itu mengerti hasil pemeriksaan laboratorium.
“Maaf biar saya yang menerangkan bagian ini. Di dalam kopi Bapak ada zat yang membuat peminum merasa sangat mengantuk tapi tidak akan membuat dia segera tidur. Ibaratnya hanya dibikin fly seperti kecanduan narkoba. Dia tidak akan bisa banyak berontak,” demikian Sholeh memberi keterangan tentang hasil laboratorium itu.
“Dari sini, kita bisa membidik pelaku dengan kasus penyalah gunaan obat terlarang atau narkoba. Tapi kalau hanya sampai sini kita langsung ringkus, kita tidak akan tahu apa maksud mereka selanjutnya. Silakan kalian sekeluarga mendiskusikan, apakah akan kita pancing dengan mengikuti alur permainan mereka dulu. Atau berhenti di sini dan kita perkarakan mereka sekarang!” Juned memberi dua option pada Farhat dan keluarganya.
“Apa resiko yang akan kami terima bila mengikuti alur permainan mereka dulu?” bu Basalamah yang memang kuliah di jurusan Hukum, dia tahu akan ada resiko yang mereka hadapi.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL INFIDELITY BEFORE MARRIAGE YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta