THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
MAIN KE SINGAPORE YOK?



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Pagi pertama di rumah keluarga Basalamah bagi menantu baru. “Jadi ke bandara jam berapa Bang?” tanya Jhon pada kedua abang iparnya yang akan kembali ke Singapore.


“Jam sembilan lah kami berangkat, penerbangan jam 11.10,” jawab Farouq sambil menyesap sedikit kopi pahitnya yang masih panas.


“Oke aku dan AYA yang akan antar, sekalian mau ke rumah ayah untuk ambil baju,” jawab Jhon. Dia tak ada baju ganti. Dia juga butuh seragamnya untuk berangkat kerja.


Farah membuatkan kopi su5u untuk suaminya. Semalam dia sudah bertanya pada Jhon apa menu sarapan yang biasa dia makan. Sehingga pagi ini dia sudah bisa menyiapkannya. Jhon bilang yang penting dia minum kopi su5u. Soal makanan dia terima apa saja. Bisa nasi dengan lauk atau hanya roti tak masalah.


“Queen … malam ini kita nginap di rumah ayah ya?” pinta Jhon pada istrinya.


Semua yang ada dimeja makan tentu mendengar panggilan mesra Jhon pada istrinya. “Boleh Kak, kalau begitu habis ini aku akan siapkan baju gantiku, sekalian bajuku untuk berangkat kerja besok,” Farah menjawab cepat ajakan suaminya.


“Kamu bisa ambil libur YA,” pak Farhat menyela percakapan kedua anaknya.Farhat memberi dispensasi pada kedua pengantin baru itu.


“Jangan Bi, nanti tidak ada yang bisa bertindak cepat bila ada pergerakan aneh di CCTV,” Jhon mengingatkan masalah yang sedang mereka hadapi.


“Kalian kan memantau dari ponsel dan laptop AYA, kalau kalian jauh langsung hubungi om Husain atau om Juned biar dia bergerak. Om Juned akan langsung mengirim anak buahnya yang lokasinya terdekat dengan kantor kita,” Farhat memberi argumen untuk membuat Farah dan Jhon tak merasa bersalah.


“Oke lah. Selasa saya sudah masuk kerja, jadi Queen … eh AYA hanya besok saja mbolos kerjanya. Selasa dia bisa masuk kantor,” jawab Jhon malu karena lupa menyebut nama istrinya.


“Aku minta selalu dikabari setiap perkembangan yang ada ya,” Ilham meminta dia diberitahu. Karena dia dan Farouq juga harus berjaga-jaga dikantor Singapore nanti.


Selesai sarapan semua Farouq dan Ilham bersiap untuk pulang. Kemarin ke Solo mereka tidak membawa baju ganti karena baju mereka di Solo masih sangat banyak. Tapi ke Singapore kadang mereka membawa beberapa baju yang mereka sukai.


“Queen, kamu siapkan baju untuk ditinggal di rumah Ayah. Jadi nanti setiap kesana kamu enggak terlalu repot. Nanti aku juga akan seperti itu. Dan yang pasti baju seragamku akan aku bagi dua. Jadi setiap saat aku bisa berangkat dari sini atau rumah ayah tanpa kesulitan,” Jhon meminta Farah membawa baju bukan hanya untuk malam ini saja.


“Iya,” jawab Farah pendek. Jujur dia masih agak gugup berdua dalam kamar dengan Jhon. Jhon mengenakan kaos yang ada di mobilnya.


Jhon tahu Farah belum nyaman berdekatan dengannya. Dia dekap istrinya dan dia tengadahkan wajah Farah. Ada rona merah dipipi istrinya.


“Kamu tahu, aku juga gugup berdekatan denganmu. Dan itu juga ciuman pertamaku,” bisik Jhon pada Farah. Tentu saja Farah tak percaya mendengar bisikan suaminya itu. Dia mengangkat wajahnya dan menelisik tajam mata Jhon. Mencari kebohongan disana.


“Enggak percaya?” tanya Jhon lembut, dia kembali mendekap tubuh istrinya.


“Iya, aku percaya Kak,” Farah membalas pelukan suaminya erat. Dia bersyukur bertemu lelaki yang baik seperti Jhon dan tidak terperangkap oleh lelaki penipu seperti Farhan.


“Kak, sehabis penerbangan ini Kakak libur berapa hari?” tanya Farah, dia sudah menyiapkan satu koper pakaian miliknya untuk dia tinggal di rumah mertuanya. Dia akan tinggal juga alat mandi dan make up dasar.


“Biasanya lima hari, kenapa?” tanya Jhon yang sedang menyisir rambutnya.


“Kita liburan ke Singapore yok?” Farah memberi usulan pada suaminya sambil menutup kopernya.


“Bagaimana bila kita liburan sesudah persoalan kantor abi selesai?” Jhon tidak ingin membiarkan mertuanya menanggung beban sendirian.


“Oh iya, aku lupa ada persoalan itu. Oke Kak, habis itu kita liburan ke Singapore ya. Aku kangen main kesana,” untuk Farah main ke Singapore memang sangat mudah seperti dia main ke Jogja saja.


Mereka pun keluar dan bersiap mengantar dua jagoan Basalamah kembali ke Singapore.


***


Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta


Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY  ya.



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY  itu ya.