
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Ini di catatanku tadi kita bahas tenda sesuai jumlah keluarga \+ dua sebagai cadangan. Tambahannya tenda dapur umum dan tenda terbuka ngumpul semua peserta ibaratnya teras."
"Lalu tentang kabel itu per per unit atau per tenda colokan. Terus payung sebagai persediaan. Saran makanan kecil aneka rebusan. Kalau makanan utama aku nggak ikut-ikut deh karena itu urusan mama. Biarin aja mama yang tugas aku enggak ikutan," kata Putro
"Lalu tentang aneka kopi atau minuman instan tiap keluarga."
"Nanti aku bantulah kalau soal perkabelan listrik itu," cetus Ragil.
"Jadi nggak sabar. Udah lama banget kan enggak camping. Udah berapa abad he he he," kata Pak Siswojo.
"Makanya aku usulin itu ke Papa kemarin dan papa setuju karena pengen lain dari yang lain." Putro menjelaskan tentang usulannya itu.
"Jangan bilang-bilang planning ini. Biar surprise." Usul Siswojo.
\*\*\*
Jhon dan Farah akhirnya sepakat, kalau Jhon belum jadi resign saat ini. Dia akan mulai terbang dua minggu setelah resepsi.
Dan dia diberi jalur pendek, satu minggu hanya dua kali terbang.
Itu karena permintaan CEO melalui Farhat yang meminta Jhon menjadi panutan para pilot ju-nior.
Minggu lalu sesuai yang dikatakan pada Jhon, sang CEO memang ketemuan dengan Farhat di kantornya.
"Hebat. Menantumu dapat predikat terbaik lagi. Hebat dia tujuh tahun berturut-turut loh," puji Liem pada Farhat.
"Alhamdulillah," balas Farhat pada rekan lawasnya itu. Saat itu ada Lesmana dan beberapa pengusaha TOP Solo lainnya termasuk Dwi Pradipto calon besan Farhat yang gagal.
"Yang aku benci itu kamu tahu menantumu bekerja di tempat aku, kamu enggak bilang," keluh Liem lagi.
"Lah biarin aja dia kerja di tempatmu kan sebelum kenal anakku. Apa gunanya aku lapor ke kamu?" kata Farhat.
"Ah biarin aja itu urusan dia kok. Tanpa rekomendasi siapa pun dia berprestasi. Itu jelas karena memang dia hebat. Bukan ndompleng nama kita," ujar Farhat.
"Benar. Aku setuju. Dia hebat dengan kemampuan dia sendiri. Cuma aku lagi kepikiran karena dia mau resign. Aku butuh tenaga seperti dia karena dia kan pionir dia kan contoh buat Ju-nior. Aku ingin menahan dia cuma dia bilang dia mau diskusi dulu dengan anakmu sebagai istrinya."
"Iya aku salut sama menantuku itu. Semua hal dia diskusi dengan anakku dulu. Apa pun mereka pasti putuskan berdua nggak mungkin sendirian," jawab Farhat.
"Apa kalau kamu kasih saran dia mau dengar kata-katamu? Maksudku, aku kemarin udah kasih dia untuk jalur pendek misalnya jalur Solo~ Jakarta atau Solo ~ Bali gitu atau Solo ~ Singapura."
"Kalau soal pekerjaan itu diluar jalur. Aku tak bisa intervensi.
"Paling tidak kamu kasih saran lah misal tidak tidak full satu minggu. Dua kali seminggu jalur pendek. Yang penting ada icon pionering.
"Nanti aku sampaikan tapi aku tidak berjanji karena semua keputusan itu ada di tangan mereka berdua," kata Farhat.
"Apa kamu sudah terima undangan resepsi mereka?"
"Sudah. Aku dapat langsung dari anak dan menantumu," balas Liem.
"Oh berarti aku tak perlu kasih untukmu biar enggak double undangannya," Farhat lalu memberikan undangannya pada rekan lainnya termasuk Dwi Pradipto.
"Terima kasih. Semoga aku bisa hadir," Dwi tentu malu bertemu dengan Farhat. Tapi sebagai pengusaha mereka tak mungkin tidak bertemu
Terutama di pertemuan pengusaha besar seperti saat ini.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.