THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
KASIHAN ADIK KAK JHON INI



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Saat itu semua keluarga duduk menunggu diagnosa Widyo. Ada Putro dan Putri. Ada pakde dan bude Siswojo serta kedua orang tua Putri sebagai tuan rumah. Ada pak Cokro dan bu Tiwi. Ada Jhon, Farah dan Putut.


Farah ada di sana karena kebetulan kamar yang dipakai Amie sekarang adalah kamar yang dia tempati saat menginap jelang hari pernikahan sahabatnya.


“Aku enggak berani memastikan, tapi kalau dugaanku benar, Angga adalah sosok yang ingin Amie lupakan. Maka ketika dia mulai ingat sejak traumanya. Sosok Angga enggan dia ingat.”


“Bukan karena dia benci Angga, BUKAN. Tapi Amie seperti  menyesal pernah kasihan menerima cinta Angga dengan terpaksa. Itu yang aku tangkap saat therapy hipnotis dulu.”


“Kalau sekarang tiba-tiba ada yang mengingatkan sosok itu, dia tidak terima. Dia takut kehilangan kenyamanannya yang selama ini mulai dia rasakan hidup dengan Putut. Putut adalah sosok yang dia cinta sejak kecil.”


“Sebulan lalu saat dia di bawa ke rumah sakit, sejawat di Jogja yang memeriksanya bercerita kalau Amie sangat bahagia bisa bersanding dengan Putut,” jelas Widyo.  Memang dengan hypnotherapy semua bisa dilacak perlahan.


“Mengingat pagi tadi dia sudah minum obat yang aku rekomendasi kan, aku sedikit yakin dia tidak akan drop seperti awal kejadian lalu. Sekarang peran kita adalah mendukung dia agar merasa nyaman dan tidak merasa akan disingkirkan dari Putut. Kuncinya adalah dukungan penuh Putut.” lanjut Widyo.


‘Ternyata Amie seperti itu, kasihan sekali adik kak Jhon ini,’ Farah akhirnya mengerti mengapa Amie harus diawasi. Diawasi pun barusan kecolongan karena kejadian itu sangat cepat dan tak terduga.


“Yank, bangun dong? Kamu kan janji mau selalu pakai baju couple selama kita di Solo. Kamu pengen bikin semua iri sama kita ‘kan? Bangun ya Yank. Mas lapar dan pengennya kamu yang siapin makanannya.” Putut merajuk Amie dengan membisiki kata-kata cintanya.


Sejak satu bulan lalu Amie mengikuti hypnotherapy Putut memang sudah tau rasa nyaman dan penyesalan yang Amie rasakan. Nyaman hidup dengannya dan penyesalan pernah gegabah menerima cinta Angga hanya karena kasihan.


Putut menggenggam jemari Amie dan menciuminya. Dia lalu berbaring disisi istrinya lalu tidur sambil memeluknya. Entah berapa lama Putut tertidur saat akhirnya dia merasakan genggaman tangannya berbalas erat.


“Kamu udah bangun Yank, mau minum?” tanya Putut. Dilihatnya Amie sudah membuka matanya.


“Kenapa sayank? Mas ada di sini. Dan akan selalu ada buat kamu. Jangan pernah berpikir Mas akan tinggalin kamu,” Putut mengecup kening Amie lembut.


Amie berupaya duduk, dan Putut membantunya. Begitu duduk Amie langsung memeluk erat suaminya sambil terisak.


“Mas enggak mau ngelihat kamu menangis seperti ini Yank. Mas mau lihat senyum manis istri Mas. Enggak perlu sedih dengan semua yang terjadi. Kamu adalah Rahmi Suyarti istri Putut Dwi Astoto. Bukan istri orang lain siapa pun itu.”


“Kamu enggak perlu mengingat sesuatu yang kamu enggak ingin ingat. Cukup ingat kita sudah menikah dan kita  bahagia,” Putut memberi Amie afirmasi agar tidak main terpuruk. Putut merasakan  Amie makin meng-eratkan pelukannya.


“Udah dong nangisnya. Kita pulang ke hotel yok? Atau masih ingin di sini bersama dengan mas Putro dan mbak Putri?” pancing Putut untuk mengajak Amie keluar kamar.


“Aku pipis dulu Mas. Trus aku mau di sini aja ama mbak Putri,” jawab Amie.


“Ya sudah, Mas tunggu di sini,” jawab Putut sambil mengusap puncak kepala istrinya dengan rasa sayang.


***


\===========================================


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta