
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
‘Jadi benar hasil penyelidikan orangku. Selama ini Jhon belum pernah pacaran dengan siapa pun dan memang sedang merintis bisnis,’ batin Farhat. Dia tenang bila memang Jhon akan serius dengan Farah.
“Tapi kita tahu ‘kan. Belum tentu orang yang tak pernah pacaran akan selalu setia pada istrinya,” Farhat berupaya membangun opini untuk disanggah Lesmana.
“Benar dan tidak salah!” jawab Lesmana tegas.
“Tergantung iman kita juga. Kita sendiri berapa kali dipancing rekanan agar bisa terperosok? Tapi karena iman kita kuat, rumah tangga kita aman saja sampai saat ini. Sebaliknya lelaki yang imannya setipis benang seperti Farhan. Walau saat ini dia bilang kapok, suatu saat dia lebih mudah tergoda daripada yang punya iman kuat ‘kan?”
“Aku setuju denganmu,” balas Farhat.
“Apa Ilham sudah mendapat calon pendamping?” tanya Lesmana mengenai anak sulung sahabatnya.
“Ilham sepertinya belum ada yang pas, dia menyukai seorang perempuan Chinese Singapore yang beda keyakinan. Sehingga dia sedang meredam perasaannya. Karena kita tahu keyakinan berbeda itu tak mungkin bersatu.”
“Malah sepertinya Farouq yang sudah mantab dengan pilihannya. Perempuan keturunan muslim India.” jelas Farhat. Karena kedua putranya menetap di Singapore maka pacar-pacar anaknya memang bukan perempuan Indonesia. Itu tak masalah untuk Farhat asal agama dan keturunannya jelas.
“Syukurlah. Aku harap kau segera punya mantu. Kau tahu, saat kita punya anak, kita merasa ingin mencurahkan semua sayang kita pada anak. Tapi begitu ada cucu, kita seperti ingin memberikan nyawa kita demi cucu. Suatu sensasi perasaan yang tak bisa dilukiskan,” cerita Lesmana yang sudah memiliki cucu dari dua anak lelakinya, kakak-kakak Wiwied.
“Doakan saja aku segera menyusul\,” pinta Farhat dengan tulus. Dia pikir mungkin Farah akan lebih dulu menikah dari pada Farouq\, karena anak ke duanya pernah bilang dia tak akan melangkahi Ilham. Beda kalau Farah\, anak perempuan sudah wajar melangkahi kakak ***
Malam ini Jhon kembali menyambangi rumah Farah. Kali ini bukan ingin mengajak gadis itu makan malam di luar, melainkan ingin makan malam di rumah gadis itu atas undangan tuan rumah.
Jhon berangkat dari rumah pukul 19.00 karena jarak rumahnya dan rumah Farah hanya butuh waktu tempuh sepuluh menit saja. Dan malam ini dia sengaja memakai motor adiknya. Tidak menggunakan mobil. Jhon juga berpakaian sederhana namun sopan. Tak ingin berlebihan.
“Assalamu’alaykum,” dengan sopan Jhon menyampaikan salam saat bertemu dengan asisten rumah tangga yang membukakan pintu ruang tamu.
“Wa’alaykum salam. Silahkan duduk Den, saya panggilkan Non Farah.” sang asisten rumah tangga yang sudah tahu akan ada tamu untuk makan malam segera menyilakan Jhon untuk duduk.
“Hai Kak,” sapa Farah saat melihat Jhon sudah duduk di ruan tamunya. “Ayo ke dalam Kak, ditunggu Abi dan Umi di ruang tengah.”
“Wa’alaykum salam. Silakan duduk,” pak Farhat menyambut hangat kedatangan Jhon.
“Menurut Umi kita langsung makan aja Bi, biar nanti habis makan kita bisa ngobrol lama, ajak bu Basalamah. Dia tahu kalau sudah ngobrol, suaminya akan sulit diajak makan malam.
“Ya sudah nak Jhon, kita icip-icip apa yang dihidangkan,” pak Farhat mengajak Jhon menuju ruang makan keluarga itu. Menu yang dihidangkan mayoritas menu Pakistan, asal nenek moyang dari bu Basalamah.
Di meja terhidang biryani, tikka dan aloo keema selain menu ayam goreng dan udang balado. Biryani, adalah nasi berempah dengan tambahan daging sapi atau ayam atau bisa juga keduanya. Nasi ini berwarna kuning karena warna rempahnya. Rasanya maknyuuuuuuus tentunya.
TIKKA makanan berbahan dasar ayam dengan bumbu sangat beragam lalu dipanggang hingga matang, dalam penyajian tikka bisa diletakkan langsung di piring saji, tapi ada juga yang ditusuk seperti sate baru dihias di piring.
Dan ALOO KEEMA berbahan dasar daging kambing cincang dan kentang, nikmat untuk lauk kolaborasi dengan nasi.
“Saya yakin, kamu sudah tahu ya makanan ini,” nyonya rumah bertanya ramah pada Jhon.
“Pernah nyicipi tante. Dan rasa rempah-rempahnya sangat mengundang selera,” jawab Jhon. Saat makan, rupanya keluarga Basalamah biasa sambil bercerita, sehingga suasana tidak kaku.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL BETWEEN QATAR AND JOGJA YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL BETWEEN QATAR AND JOGJA
ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta