
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Bi, ini kak Rully, dia juga mau kasih tau Abi sesuatu,” Farah kembali mengagetkan Farhat dengan sosok lain.
“Saya beruntung, saat Farhan merayu, saya minta dia nikahi saya dulu secara siri. Agar kami tidak zina. Kami menikah di belakang kampus. Entah itu benaran penghulu atau orang yang dibayar oleh Farhan untuk berpura-pura sebagai penghulu.”
“Saya yang saat itu baru semester pertama masih sangat polos. Saat sedang hangat-hangatnya pernikahan yang baru berjalan dua bulan saya melihat chat masuk diponsel suami saya yang mengatakan perempuan itu hamil tiga minggu dan minta segera dinikahi.”
“Saya shock dan meminta cerai. Tapi sampai saat ini kata talak tak pernah dia ucap. Dan dia juga memang sejak awal tak pernah hidup satu rumah dengan saya. Kami hanya bersama di kamar kostnya bila ingin making love.”
“Selebihnya kami pulang ke rumah orang tua masing-masing. Saya juga mengenal dua perempuan lain yang dia nikahi hanya sekedar mengucap ijab lalu dia tunggangi tanpa nafkah lahir sebagai suami.”
“Saya yakin, Bapak tak ingin Farah hanya menjadi keset bagi Farhan yang tak pernah puas hanya dengan dua perempuan dalam satu hari. Kadang dia bisa pindah tiga sampai empat perempuan seharian bila sedang libur kuliah.”
“Tidak tahu bagaimana sepak terjangnya sekarang setelah dia bebas dengan waktu kerjanya karena dia punya perusahaan sendiri. Dan yang saya tahu sekretarisnya paling lama bekerja dengannya hanya tiga bulan. Sesudah dia bosan dia akan pecat,” kembali Farhat tercengang dengan reputasi Farhan.
***
Hari yang dinanti tiba. Hari ini keluarga besar Dwi Pradipto akan datang untuk melamar Farahdiba. Putri bungsu Farhat Balsalamah yang sangat ayu. Farhat dan Dwi sama-sama konglomerat. Mereka pengusaha sukses dan kebetulan mereka sahabat sejak SMP.
Farhat dan Dwi ingin menyatukan usaha mereka agar semakin besar dengan cara menjodohkan anak-anak mereka. Hari ini hanya lima hari sejak pertemuan Farhat dengan para gadis yang mengaku ditipu atau terperdaya bujuk manis Farhan.
Bukannya membatalkan proses lamaran, Farhat malah mempercepatnya. Dia minta segera diadakan lamaran. Dan hari ini lah jadwal yang mereka tentukan.
Seperti lamaran para konglomerat pada umumnya, maka di rumah Farhat juga dipasang tenda mewah dengan warna dominan gold. Di ruangan depan yang di sulap untuk ruang lamaran tersedia televisi ukuran 60 inch dan di depan untuk tamu yang tidak bisa masuk juga disediakan dua layar yang akan menyiarkan proses lamaran itu secara live.
Sebelum acara dimulai, MC memperkenalkan dua tokoh sentral hari ini. Dua tokoh utama. Yaitu FARHAN SURYA PRADIPTO dengan FARAHDIBA BASALAMAH. Di layar dipertontonkan kilas balik tumbuh kembang Farhan dan Farah sejak mereka lahir, batita hingga SMA. Semua yang hadir terpukau melihat slide dokumenter yang dikemas sangat cantik.
“Setelah melihat sosok pemeran utama di video, kali ini mari kita sambut wakil keluarga tuan rumah yang akan memberi sambutan pada para tamu,” MC mempersilakan wakil tuan rumah untuk memberi sambutan bagi para tamu.
ILHAM HABIBI BASALAMAH sebagai putra sulung maju memberi ucapan terima kasih dan selamat datang bagi keluarga besar Pradipto.
Setelah sambutan selamat datang dari tuan rumah maka sekarang adalah kata perkenalan dari wakil keluarga Pradipto yang dilakukan oleh pamannya Farhan, adik nyonya Dwi Pradipto.
Masih berlanjut, kata sambutan. Tapi sebelumnya disiarkan prestasi dari kedua calon. Sejak mereka SD hingga saat ini. Yang mencengangkan adalah prestasi Farah nan ayu sebagai atlet taekwondo. Dia pernah mewakili Jawa Barat di tingkat nasional. Karena sejak SMP dan SMA Farah berdomisili di Cirebon mengikuti kakeknya dari pihak ibu.
Sedang prestasi Farhan adalah sebagai pebisnis muda serta sebagai ketua rohis sejak SMP dan SMA. Prestasi agama nan membanggakan bagi yang melihat luarnya.
“Kepada yang terhormat bapak Dwi Pradipto waktu dan tempat kami persilakan,” MC memberi waktu bagi keluarga pihak tamu untuk segera menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke kediaman keluarga Basalamah.
“Assalamu’alaykum. Saya Dwi Pradipto, pada kesempatan yang baik ini ingin mempererat hubungan kekeluargaan dengan keluarga bapak Farhat Basalamat yang terhormt.”
“Untuk itu perkenankan kami memberanikan diri menyampaikan lamaran putra kami Farhan Surya Pradipto untuk meminang putri cantik pak Farhat yang bernama Farhadiba Basalamah.”
“Semoga niat baik kami dapat diterima keluarga besar Basalamah. Wassalamu’alaykum,” Dengan lancar Dwi Pradipto yang biasa memimpin rapat di perusahaan miliknya dan juga biasa melobby para rekanannya untuk bekerja sama menjelaskan tujuannya di hari nan bahagia ini.
Tak kalah dengan sahabatnya, Farhat Basalamah pun menjawab lamaran dari pihak tamu dengan tangan terbuka. Semua sangat bahagia walau belum sampai pada keputusan final.
“Saya sebagai ayah yang berbahagia, tentu menerima maksud baik keluarga Dwi Pradipto yang ingin menyunting putri kesayangan kami menjadi menantunya. Namun niat baik itu tak bisa saya wujudkan bila pihak yang akan menjalani rumah tangga belum menjawab sendiri. Walau saya menerima niat baik itu, semua keputusan ada di tangan putri saya tercinta.”
“Untuk mempersingkat waktu, kita panggil putri cantik, princess keluarga Basalamah. Farahdiba Basalamah!” Farhat memanggil putrinya untuk mendekat kearahnya.
Di dampingi ibunya, Farah yang siang itu menggunakan kebaya gold dengan rok panjang batik berdasar gold pula, dan hijab senada berjalan penuh senyum dan percaya diri. Dia mengangkat wajahnya dengan angkuh dan penuh percaya diri. Tak ada wajah sedih karena menolak perjodohan.
Pandangan semua yang hadir di sana terpusat pada sosok anggun itu. Semua mata lelaki akan jelas mengatakan Farah sangat sempurna sebagai perempuan. Dan mata perempuan akan menatap penuh iri karena selain punya inner beauty, terlihat Farah juga bukan perempuan lemah. Dia sosok yang tak bisa ditindas, jarang perempuan yang punya sikap berani seperti Farah.
Farah dan sang bunda sampai di sisi ayahnya. Dia memberi senyum termanisnya. Farhan yang melihat berlian seperti itu merasa sangat beruntung akan mempunyai sosok istri yang pantas untuk dia pamerkan disetiap ajang pertemuan dengan para kliennya kelak.
“Terima kasih Abi dan Umi yang sudah menggelar acara mewah dan hebat ini. Terima kasih Om Dwi yang telah memberikan kata lamaran untuk saya. Tapi yang akan menikah dengan saya pastinya bukan Om Dwi ‘kan? Bisa-bisa saya dicincang Umi dan tante Sri bila itu terjadi,” Farah sengaja memancing semua hadirin agak santai.
Sri adalah nama ibu Farhan. Terdengar sedikit tawa yang tertahan dari hadirin.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL CINTA KECILNYA MAZ YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETIN JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL CINTA KECILNYA MAZ ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta