
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Jadi bang Ilham dan bang Farouq diminta pulang saat pertemuan hari Sabtu besok?” tanya Jhon saat dia bisa menghubungi Farah by phone.
“Iya Kak, Abi meminta mereka pulang hari Jumat besok,” jawab Farah. Saat ini dia sedang makan siang sendirian di ruangan kerjanya.
“Ya sudah, besok aku pulang dari sini, sampai rumah hari Kamis pagi. Kalau kamu sulit menghubungiku hari Kamis, itu karena biasanya aku matikan ponsel saat butuh tidur ya,” Jhon memberi tahu Farah mengenai kebiasaannya sehabis turun dinas. Tubuhnya butuh istirahat penuh. Dia tak mau memaksa tubuhnya.
“Iya Kak, take care ya,” jawab Farah lembut. Dia tahu sehabis penerbangan panjang, tentu Jhon harus memberi tubuhnya perlakuan khusus agar tidak drop.
“I love you Beib,” bisik Jhon.
“Love you more Darl,” jawab Farah spontan. Dia tak sadar menyebut DARL kependekan darling untuk Jhon.
Jhon sudah mengetahui dari ayahnya kalau Putro dan Amie bersedia hadir di pertemuan hari Sabtu nanti. Yang belum ada kepastian malah Trisulo atau Ragil. Karena playboy cilik itu sudah punya janji dengan teman-teman kampusnya.
Dilain tempat, sambil makan, iseng Farah membuka laptopnya yang mengarah ke CCTV. Tak sengaja dia melihat Indra sedang menutup gelas pak Husnain lalu meninggalkan mejanya.
‘Apa yang dia lakukan?’ Farah langsung melihat rekaman sebelumnya. Terlihat Indra memasukkan sesuatu ke gelas pak Husnain.
Farah segera mengcopy bagian itu dan mengirim copyannya ke Wiwied dan Jhon. ‘Titip file ini, aku takut terhapus di laptop atau ponselku. Dan untuk selanjutnya, aku akan selalu mengirimkan video yang aku anggap berguna. Terima kasih.’
‘Dia siapa?’ Wiwied segera merespon chat yang Farah kirim.
‘Orang kepercayaan Abi,’ balas Farah.
Farah kembali memantau layar laptop. Dia tak ingin terlewatkan sesuatu. ‘Apa yang dia mau bikin ke Om Husain? Tidur? Kalau om Husain tidur, lalu Abi mau dia apain?’
Farah melihat, sehabis istirahat abinya dan om Husain masuk ke ruangan sang abi. Tak lama pak Husain menuju ruangannya dan meminum air putih di gelasnya. Saat itu lah Indra masuk kembali ke ruangan pak Husain. Tak lama dia langsung keluar.
Farah bersyukur kemarin Ragil mengusulkan memasang CCTV di ruang sekretaris ayahnya. Padahal tadinya dia hanya ingin memasang di depan ruangan kerja abinya serta di dalam ruang pemilik perusahaan itu tentunya. Tak terpikir untuk memasang di ruang sekretaris pemilik perusahaan.
Satu jam berlalu, tak ada pergerakan lagi, tapi selintas Farah melihat om Husain menaruh kepalanya di atas meja. ‘Apa om Husain tertidur? Jadi sesuatu yang tadi dimasukkan ke air minum om Husain adalah obat tidur?’
Farah makin tak mau bergeser dari mejanya. Dia sangat takut terjadi sesuatu pada abinya. Tak lama terlihat Indra dan seorang perempuan masuk ke ruangan sang Abi dengan membawa secangkir kopi.
Farah curiga, kopi itu mengandung sesuatu. Karena tak pernah Indra membawakan kopi. Dan Abinya juga tak pernah minum kopi siang-siang.
Farah segera menutup laptopnya dan keluar ruangan kerjanya. Tak lupa dia kunci ruang kerjanya. Dia hanya membawa ponsel untuk memantau apa yang terjadi di ruangan sang ayah.
Ruang kerja pak Farhat dan Farah beda lantai. Dia butuh waktu beberapa menit sebelum tiba di ruangan itu. “Abi …,” tanpa mengetuk pintu Farah memasuki ruang sang pemilik perusahaan yang masih terlihat gagah diusia paruh baya itu.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL UNCOMPLETED STORY YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL UNCOMPLETED STORY ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta