
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Apa karena terlalu lama di rumah, ilmu hukummu jadi terpendam dengan aneka resep masakan?” goda Juned pada sang kakak sepupu. Bu Basalamah adalah lulusan fakultas hukum. Mereka lulus bersamaan. Juned langsung meneruskan kuliah S2 dan kerja di kepolisian, sedang bu Basalamah langsung masuk dapur karena dilamar suaminya.
“Sebenarnya, karena sudah ada CCTV, maka banyak bukti akurat yang akan bisa mentiadakan resiko! Hanya kita membutuhkan waktu lebih lama saja untuk ikut dalam alur cerita mereka. Dan kalau melihat unsur yang dimasukkan pada minuman, kemungkinan besar mereka akan membuat pak Farhat agak kurang kesadaran sehingga menanda tangani peralihan aset tanpa sadar.”
“Atau … dijebak dengan perempuan agar bisa diancam menggunakan video dan pemindahan aset dilakukan dengan kesadaran dan dimuka hukum secara legal!” Sholeh memberikan pandangannya.
“Apa bisa sefrontal itu? Making love maksudku?” tentu saja bu Basalamah tidak rela suaminya berbuat maksiat walau bukan dengan kesadaran sendiri.
“Aku bilang, itu enggak akan sampai sana Kak! Jangankan untuk making love, tadi Sholeh sudah memberitahu kalau efek obat membuat pengguna tidak tidur, tapi tak bisa berontak bila diserang,” Juned berupaya menenangkan kakak sepupunya.
“Dan saya yakin, bahkan untuk tanda tangan juga akan sulit. Karena tanda tangan harus dengan konsentrasi penuh. Saya lebih condong, mereka akan membuat pak Farhat tanda tangan di depan aparat hukum dengan legal, karena mereka yakin pak Farhat akan takut terhadap ancaman mereka menyebarkan video yang akan mereka buat,” sambung pak Sholeh menguatkan Junaedi.
“Saya akan membuat mereka meneruskan rencana kotornya. Saya ingin menghancurkan mereka sampai titik terendah. Kalau perlu semua keluarganya terkena imbas kelakuan mereka!” tanpa minta pendapat istrinya Farhat lebih dulu memutuskan akan mengambil option kedua.
“Umi harus yakin, kalau sampai melihat video versi mereka, kita punya penangkal dengan video asli dari CCTV,” lanjut Farhat lagi. Dia sangat geram mendapati Indra ingin mengambil aset milik anak-anaknya!
Bu Basalamah tak bisa berkata apa pun bila suaminya sudah memutuskan sesuatu. Sebagai istri dia hanya bisa mematuhi ketentuan imamnya. Dan dia yakin bila memang suaminya ingin selingkuh, pasti sejak dulu saat suaminya masih muda dan kuat sudah dia lakukan.
“Umi akan percaya pada keputusan Abi,” jawab bu Basalamah dengan senyum manisnya.
“Assalamu’alaykum,” sapa suara perempuan yang menggelegar. Ini rupanya yang Juned bilang petasan tanpa rem.
“Kakak … kangeeeeeen,” seorang gadis kecil memeluk Farah dengan erat
***
Pagi ini tak ada kegiatan special untuk Amie, dia hanya melayani mbah Harjo yang merengek minta pulang. Amie menuntun mbahnya ke rumah mereka untuk memperlihatkan kalau rumah mereka sedang diperbaiki.
Simbah duduk tenang mengawasi para pekerja, beberapa kali dia ikut berbicara walau kadang tak dimengerti oleh lawan bicaranya. Kadang dia bertanya sesuatu dan dijawab oleh para pekerja dengan santun.
Mbah baru mau kembali ke rumah depan saat makan siang. Dengan sabar Amie kembali menuntun kakeknya itu. Dia cucikan tangannya lalu dia berikan piring yang siap disantap. “Niki njih Mbah,” Amie menyorongkan piring ke depan simbah untuk disantap. ( Niki njih = ini ya ).
***
Selesai makan, Jhon langsung membaca semua chat yang masuk dan mencoba membalas beberapa yang dia rasa butuh jawaban segera. Setelah itu dia mengirim chat pada Farah. ‘Babe, aku baru online. Kalau sempat ngobrol, kamu chat aku. Nanti aku telepon.’ Tentu saja Jhon menyadari jam kerja orang kantor juga tidak bebas telepon
“Lho, koq langsung telepon? Emang lagi santai?” tanpa mengucap salam Jhon langsung bicara pada Farah yang menghubunginya.
“Assalamu’alaykum Kak. Aku pas santai karena mau pulang,” jawab Farah, dia memang sedang bersiap untuk pulang.
Farah simpan laptopnya kedalam tas. Dia juga mematikan semua lampu karena sekarang ruangannya akan dia kunci. Untuk bersih-bersih, besok pagi office girl akan bekerja dengan dia awasi. Dia tak mau ada sesuatu diluar keinginannya.
“Ha ha ha …maaf … wa’alaykum salam Babe. Kamu sehat ‘kan?” Jhon malu karena lupa memberi salam.
“Sehat … Kak, ada cerita penting, tapi aku enggak bisa cerita di telepon. Walau ini di ruanganku, tetap rasanya was-was aja mau cerita,” curhat Farah.
“Ya sudah, kita cerita lusa aja. Enggak enak aku ke rumahmu malam ini. Nanti apa pandangan abi dan umimu kalau kita tiap hari bertemu setiap aku ada di rumah? Aku sih mau aja ketemuan,” balas Jhon.
“Iya sih. Ya sudah, nanti malam aku telepon dari rumah aja ya? Kalau di rumah tentu aman buat telepon. Sekarang aku tutup ya Kak. Udah mau pulang. Sekarang aku enggak bawa mobil jadi berangkat dan pulang bareng Abi,” Farah bersiap keluar ruangannya dan menuju ruang ayahnya tiga lantai diatas ruang kerjanya.
“Ok, take care Babe. Salam hormat buat abimu,” Jhon pun mengakhiri sambungan telepon dengan memberi salam lebih dahulu.
“Wa’alaykum salam,” sahut Farah sambil mengunci ruang kerjanya.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL TELL LAURA I LOVE HER YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL TELL LAURA I LOVE HER ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta