
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Dua keluarga sedang berkumpul di rumah Wiwied. Walau orang tua Wiwied adalah konglomerat tapi lamaran ini tak semegah lamaran keluarga Pradipto dan Basalamah.
Bukan karena Putro adalah keluarga sederhana, melainkan karena keluarga Lesmana Suhardono dan Mentari Suhardono adalah keluarga bersahaja.
Lesmana yang mempunyai beberapa bidang usaha lebih sering sembunyi dari publik. Dan Mentari, profesor serta seorang dokter anestesi lebih senang bergelut dibelakang meja sebagai dosen karena tak boleh praktek dokter lagi oleh suaminya. Lesmana tak ingin waktu istrinya lebih banyak tersita di rumah sakit.
Saat itu pandangan Jhon tak sengaja melihat rombongan teman-teman Putri calon kakak iparnya. Di keluarga Putro, semua tahunya calon istri Putro bernama Putri. Karena nama itu lah yang Putro perkenalkan.
‘Farah?’
Rupanya sahabat Wiwied yang diancam harus datang saat lamarannya adalah Farah. Wiwied juga hadir saat ‘lamaran’ Farah minggu lalu. Dia malah memberi dukungan atas skenario yang sahabatnya jalankan.
Wiwied dan Farah tak pernah satu kelas apa lagi satu bangku. Sejak SMP mereka satu sekolah, persahabatan mereka terjadi karena tak sengaja bertemu di tempat les bahasa inggris.
Sejak itu mereka dekat seperti benang dengan jarum. Mereka saling melengkapi. Saat mereka SMA mereka pernah liburan berdua ke Singapore. Tentu saja karena ada kedua kakak Farah tinggal di sana.
Tapi melakukan perjalanan berdua untuk anak ABG tentu hal yang menakjubkan. Terlebih bagi keduanya, pergi selain ke sekolah saja mereka selalu dalam pengawasan ketat kedua orang tua.
“Hai,” sapa Jhon. Dia mendekati Farah yang sedang bercengkerama dengan teman-temannya.
“Kak Jhon, koq ada di sini?” tanya Farah bingung saat menatap cowoq gagah yang baru saja menyapanya.
“Saya adik dari calon mempelai lelaki,” jawab Jhon datar. Dia berupaya meredam detak jantungnya yang semakin cepat. Hal aneh bagi dirinya. Karena selama ini dia tak pernah peduli dengan sosok lawan jenisnya.
“Oh gitu, aku sahabat Wiwied,” jawab Farah.
“Wiwied?” tanya Jhon bingung.
“Calon mempelai perempuannya ‘kan Wiwied,” jawab Farah. Dia yang sekarang bingung karena Jhon tak tahu nama calon kakak iparnya.
“Kami tahunya nama dia Putri!” balas Jhon.
“Mungkin panggilan spesial dari mas Putro. Karena nama sahabatku itu Wieduri Putri Suhardono,” Farah menjelaskan siapa Putri yang dimaksud oleh Jhon.
“Kamu sahabat Putri? Dan kamu manggil Putro dengan mas, padahal saya jauh lebih muda dari Putro dan awalnya kamu panggil saya Om,” tentu Jhon aneh dengan kelakuan Farah walau sudah berlalu.
“Ha ha ha, ‘kan sekarang sudah di ubah,” jawab Farah.
“Kamu enggak kenalin kami Fa?” tanya seorang temannya pada Farah.
“Eh Kak, kenalin teman-teman Wiwied, ada juga beberapa sepupunya Wiwied,” Farah mempersilakan semua berkenalan dengan Jhon. Dia tak mau dibilang sok kenal.
Jhon tak menanggapi semua tangan yang ingin berjabat dengannya, cukup dengan menangkupkan dua telapak tangannya dia menyebut jati dirinya. “Pujono.”
Tentu saja tindakannya membuat kecewa para gadis di sana. Tapi begitulah memang karakter Jhon yang sesungguhnya.
Jhon dan Putro memang tak suka bergaul akrab dengan para gadis. Beda dengan Trisulo yang biasa dipanggil Ragil.
Adik bungsu mereka sejak SMP sudah punya pacar ala anak ABG. Saat ini disemester ke dua kuliah, dia sudah berkali-kali ganti gandengan. Dengan wajah cool nya, tentu Ragil dengan mudah mendapatkan pacar.
“Kak, ayo kenalan dengan abi dan umiku,” Farah mengajak Jhon untuk berkenalan dengan kedua orang tuanya.
“Abi adalah rekanan ayahnya Wiwied, dan Umi adalah dosen mata kuliah umum mas Putro,” jawab Farah sambil menarik lengan Jhon tanpa sadar.
Tentu saja kelakuannya itu tak lepas dari pandangan tajam Farhat Balsalamah. Sebaliknya sang umi hanya memandang penuh senyum. IbunyaFarah sarjana hukum bukan dari kedokteran
“Abi, Umi kenalin ini Kak Jhon. Dia yang menolong AYA saat kecopetan di kereta. Dan dia adik Mas Putro calon suaminya Wiwied,” Farah memperkenalkan Jhon pada kedua orang tuanya yang sedang ngobrol dengan para orang tua dan calon pengantin.
Di sana ada Lesmana dan Mentari selain Siswojo dan Diah kedua orang tua Jhon serta Wiwied dan Putro.
“Terima kasih ya nak Jhon atas pertolongan anda pada AYA, kalau tidak saat ini mungkin AYA belum jadi di wisuda karena hari itu hari terakhir dia menyerahkan transkrip nilainya,” uminya Farah cepat bereaksi.
“Hanya kebetulan saja Bu, tak perlu dipikirkan,” balas Jhon cepat. ‘
‘Ternyata selain dipanggil FARA tanpa H, dia juga biasa dipanggil AYA.’ batin Jhon mencatat semua info tentang Farah.
“Saya juga menyampaikan terima kasih. Karena saat itu selain membayarkan denda tiket, anda juga memberi putri kami uang cash untuk dia naik gojek dan membeli tiket kembali ke Solo,” tak mengurangi rasa enggan Farhat tetap harus berterima kasih pada seseorang yang telah menolong putrinya itu.
“Nak Jhon libur?” tanya Lesmana, dia tahu dari Wiwied kalau Jhon adalah seorang pilot.
“Harusnya masih di Aussie Om, tapi pas Mas Putro kasih tau akan ada lamaran, saya langsung minta tukar jadwal dadakan. Untung ada rekan pilot yang bisa menggantikan,” balas Jhon hormat pada calon mertua kakak sulungnya.
“Maaf, saya kembali ke depan,” Jhon langsung pamit dari kelompok para orang tua. Dia tak ingin mengganggu pembicaraan serius para orang tua.
“Aku juga pamit mau menyapa teman-teman ya,” tak disangka Wiwied pun pamit. Dia belum menyapa para sahabatnya di luar.
Putro tentu saja tak akan membiarkan calon istrinya keluar sendirian. Dia mendampingi pujaan hatinya itu.
Sementara Farhat terus mengikuti gerak gerik putrinya. ‘Setidaknya lelaki itu dari keluarga baik-baik dan seorang pilot,’ batinnya.
Farhat merasa gadis bungsunya mulai memperlihatkan ketertarikan pada lawan jenis. Farhat tak ingin salah langkah lagi. Dia tak pernah habis pikir, bagaimana dia bisa menjodohkan putrinya dengan seorang baji-ngan kela-min sekelas Farhan?
Andai saat itu Farah tidak berontak dan hanya tunduk pada perintahnya, bagaimana nasib putri tunggalnya itu? Kedua putranya pasti akan membencinya karena dia menjebloskan adik mereka ke neraka rumah tangga.
Saat ini Farhat hanya akan menjaga gadisnya agar tak didekati lelaki kurang baik. Terlebih dia mendapat kecaman keras dari dua jagoan serta istrinya. Mereka mengancam akan memboikot Farhat bila masih menjodoh-jodohkan Farah dengan lelaki pilihannya.
Mereka sepakat akan meninggalkan dirinya dan membawa pergi Farah. Ancaman yang sangat dia takuti. Farhat adalah lelaki yang sangat mencintai keluarganya, walau sekilas orang akan mengira dia sosok yang kejam dan tak peduli pada siapa pun.
***
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL CINTA KECILNYA MAZ YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL CINTA KECILNYA MAZ ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta