
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Wahyu menelepon pakde Siswojo. Karena Putut adalah menantunya. “Injih Pakde, nanti saya sampaikan ke ayah. Ponsel ayah mati karena sejak tadi dia pakai telepon. Tolong beri khabar mas Putro dan mas Jhon,” Wahyu memutus pembicaraan telepon itu. Dia lupa pakde Siswojo masih di kantor.
Jhon dan Farah yang baru tiba di rumah pak Siswojo kaget mendengar khabar dari pak Siswojo kalau Putut kecelakaan. “Nanti malam kita selesaikan masalah abi dulu dengan om Dwipa. Besok pagi kita ke Jogja ya?” Jhon langsung memutuskan akan menengok suami adiknya. Dia berharap Amie baik-baik saja.
Tak lama ponsel Farah berbunyi panggilan dari Putri. “Ya Mbak, assalamu’alaykum,” Farah langsung mengangkat sambungan telepon dari kakak iparnya.
“Barusan mas Putro kasih tahu aku, katanya Putut kecelakaan. Apa kamu sudah dengar?” Putri yang sedang di rumah tentu kaget ketika Putro memberitahu kecelakaan Putut.
“Iya Mbak, kak Jhon baru ditelepon Ayah. Dan karena malam ini kita harus meeting dengan om Dwipa, maka besok pagi baru kami meluncur ke Jogja,” Farah memberitahu rencana yang Jhon beritahukan tadi.
“Mas Putro belum kasih tahu aku, kapan kami bisa menengok Putut. Tadi mas Putro telepon juga terburu-buru. Nanti malam di kantor om Dwipa aku kasih tahu ya. Kalau jadwal mas Putro padat aku ikut mobilmu saja,” Putri pun ingin meluncur segera ke Jogja
“Ini barusan Ibu dan Ayah bilang akan segera pulang dan meluncur ke Jogja. Ibu takut kondisi Amie yang baru sembuh. Amie dulu sakit ‘kan karena kecelakaan. Ibu takut dia trauma lagi,” Farah memberitahu berita yang baru saja Jhon katakan.
“Wah iya ya. Bisa gawat kalau Amie kembali trauma. Karena yang bisa dia dengar hanya kata-kata Putut,” Putri tahu data kesehatan Amie karena yang menangani adalah kakak sepupunya.
“Ok, aku ngerampungin cucian dulu. Kita ngobrol nanti malam ya?” Farah memutus hubungan telepon. Dan bergegas ke ruang belakang untuk mencuci semua baju kotor. Sementara sejak tadi Jhon sudah membersihkan rumah.
\*\*\*
Bu Diah dan pak Siswojo pulang sendiri-sendiri untuk menyingkat waktu. “Dahar dulu Bu ,” Jhon mempersilakan ibunya untuk makan siang terlebih dahulu. Dia sudah masak nasi dan mengolah lauk. ( dahar \= makan untuk orang tua ).
“Iya Le, tunggu ayahmu, Ibu mau siapkan ganti baju saja. Prepare bila harus menginap. Ibu takut Amie kembali drop,” bu Diah memasukkan bajunya dan juga baju suaminya untuk dibawa. Semua mengkhawatirkan kejiwaan Amie.
Farah menyiapkan cemilan berat untuk kedua mertuanya. Jhon tadi juga memberitahu tempat minum mana yang ibu biasa gunakan di mobil bila perjalanan jauh. Selain itu Farah juga membawakan dua botol kecil juice mangga tanpa gula yang sudah dia buat.
Selesai salat Ashar bu Diah dan pak Siswojo berangkat ke Jogja bersama Ragil yang hari ini bisa langsung ikut.
\*\*\*
Yang hadir malam ini adalah Sholeh, Dwipa, Farhat, Jhon, Farah, Putro dan Putri. Bu Basalamah tidak bisa ikut, begitu pun Junaidi atau Juned.
“Awalnya dia masuk masih biasa, bertanya basa basi, selanjutnya baru mulai ke babak membuka kejadian kemarin.”
**FLASHBACK ON**
“Selamat siang Pak,” sapa Indra saat masuk ke ruangan Farhat pagi tadi.
“Hai, siang Ndra, tumben kamu kesini. Ada hal penting?” tanya Farhat tenang.
“Bagaimana tentang harga saham Pak?” tanya Indra.
“Stabil cenderung ada peningkatan. Alhamdulillah,” sahut Farhat dengan percaya diri. Dia harus memperlihatkan hal ini agar Indra tak tahu kalau rencananya sudah Farhat ketahui.
“Saya ingin saham ini semua dialihkan ke saya,” tanpa ragu dan malu Indra langsung menodong Farhat dengan permintaan semua saham.
“Maksud kamu bagaimana? Kamu tahu kan perusahaan ini lima puluh persen milik Farah, dan sisanya masing-masing seperempat milik Farouq serta Ilham, bila saya tidak ada. Selama saya masih ada semua saham milik saya,” Farhat berupaya sabar.
“Apa anda masih bisa mempertahankan saham ini bila sebuah rahasia besar terbuka untuk umum?” tanya Indra dengan senyum liciknya.
“Maksud kamu apa Ndra? Saya tidak mengerti,” Farhat menjawab dengan wajah bingung.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.