
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Bagusan ini deh, warnanya lebih bagus karena enggak cepat kotor," usul Jhon.
"Anaknya tu ceweq, ya manisan ini lah," Farah kekeuh pada pilihannya. Mereka sedang memilih stroller untuk anak Amie.
"*Sak karepmu lah*," jawab Jhon. Dia lebih tertarik jumpsuit baby boy.
"Beli apa?" Tanya Farah, melihat suaminya membawa sesuatu di kresek belanja.
"Buat baby boy nya Daddy," kalau Farah senang beli baju buat baby girl, maka Jhon lebih memilih baju bayi lelaki.

Farah memperhatikan baju pilihan suaminya.
"Cute banget Dad," Farah pun jadi tertarik memilih baju bayi lelaki.
\*\*\*
"Hubby mau pesan apa?"
"Aku mau mie ayam ekstra jamur porsi mini satu dan pangsit rebusnya porsi biasa," jawab Jhon.
"Berarti kami pesan mie ayam jamur porsi mini satu dan dua pangsit rebus kuah dipisah dan satu porsi pangsit goreng Mbak," Farah menyampaikan pesanan mereka saat telah tiba di Bakmi Gajah Mas.
\*\*\*
Amie sedang melihat foto dirinya dengan fokus perut buncit yang baru Putut buat dengan lokasi di teras rumah mereka.
"Kenapa senyum-senyum enggak jelas gitu? Apa yang lucu?" tanya Putut saat melihat Amie senyum-senyum sendiri memandang ponselnya.
"Fotonya bagus banget Mas. Perut buncitku jelas terlihat. Nanti anak kita bisa lihat foto saat dia di kandungan aku."
"Aku ketawa bukan karena fotonya lucu Mas. Aku tuh ketawa ingat waktu baru belajar pakai handphone lagi waktu habis sakit itu lho Mas."
"Saat pertama diajarin nelpon dan kirim pesan." Sahut Amie.
"Lucu lagi tuh waktu ada perempuan kehilangan foto candid suaminya yang dia bikin. Terus orang itu ngambek seharian," kata Putut.
Amie dan Putut terbahak mengingat kejadian itu.
Amie dan Putut ingat awal kejadiannya ketika Putut memberikan hadiah untuk Amie.
"Mas punya hadiah buat istri Mas,” Putut memberikan paperbag pada Amie.
“Terima kasih,” Amie menerima bungkusan yang diberikan Putut dan melihat isinya.
Amie mengambilnya kotak yang berada di dalam paperbag itu.
Putut membelikan Amie ponsel. Amie terus memandangi kotak ponsel tanpa mampu berkata-kata lagi. Putut melihat tatapan bahagia dipadu dengan rasa tak percaya dalam pandangan mata Amie saat melihat isi kotak hadiah yang dia terima.
“Ayo kita pelajari penggunaannya,” Putut mengajak Amie untuk duduk di sofa panjang di kamarnya. “Lihat, ini sudah Mas masukkan nomor Mas, nomor ibu, nomor Wahyu nomor mas Jhon, nomor mas Putro …,” semua yang tersimpan di phonebook dibacakan oleh Putut.
“Kamu masih ingat cara telepon?” tanya Putut pelan. Sebelum sakit tentu ssbagai gadis normal, mahasiswi, Amie mahir menggunakan telepon. Dia juga memiliki media sosial. Tapi sejak sakita kan dia lupa semua.
“Enggak,” jawab Amie.
Selanjutnya Putut juga mengajarkan cara menerima telepon. Putut menghubungi Amie berkali-kali dan meminta Amie menggeser tombol menerima atau menolak.
“Sudah, sekarang tidur dulu ya? Besok kita belajar cara kirim pesan,” Putut meminta Amie tidur. Tetapi istrinya tak mau. Seperti anak kecil yang mendapat mainan baru, tentu tak mau langsung menyimpannya.
“Kalau kamu enggak mau bobo, Mas bobo duluan ya,” Putut berupaya memejamkan matanya agar Amie merasa sendirian.
Namun tetap saja istrinya masih belum ingin tidur. Dia masih memandangi ponselnya dengan kagum. Putut yang kelelahan tertidur lebih dulu.
Rupanya Amie mengutak atik ponselnya dan bisa melihat tombol kamera. Dia klik dan berhasil membuat foto Putut yang sedang terlelap.
\*\*\*
"Kamu kesal kenapa?” tanya Putut.
“Foto kehapus,” jawab Amie pelan.
“Memang sudah bisa bikin foto?” Putut malah kagum, karena dia belum mengajari Amie untuk membuat foto dengan ponselnya.
“Bisa.”
“Coba, kamu buat sekarang,” tantang Putut. Amie langsung mengarahkan kamera ponselnya ke wajah suaminya dan klik. Dia tersenyum manis dan memperlihatkan hasil karyanya pada Putut.
“Bagus. Tapi kamu kurang fokus, dan ini obyek enggak pas di tengah. Jangan gemetar atau goyang tangannya agar foto bisa jernih dan tidak blur seperti ini,” walau hasil foto blur, Putut tetap memuji hasil karya istrinya.
“Sekarang kamu buat lagi. Sini Mas arahkan.” Putut meminta Amie duduk di sebelahnya lalu dia sengaja memegang ponsel dengan tangan kirinya dengan posisi dari belakang kepala Amie. Tangan kanan Putut menerangkan obyek dan juga segala hal tentang membuat foto.
Setelah Amie cukup mengerti membuat foto dengan kamera depan, maka Putut mengajarkan membuat foto dengan kamera belakang atau selfie. Yang jadi obyek tentu mereka berdua karena posisi Putut masih di belakang Amie dan kedua tangannya melingkari kepala istrinya.
“Senyuuuuuuum dong, itu lihat di kamera wajahmu kaku enggak ada senyum,” Putut meminta Amie senyum saat membuat foto selfie. Putut membuat foto selfie dengan banyak pose, ada yang dia mencium pipi Amie, ada yang dia minta Amie yang mencium pipinya dan banyak lagi.
“Memang foto siapa yang kemarin kehapus?” tanya Putut. Dia sudah mengetahui foto-foto itu. Karena bisa dilacak di bagian recently delated di album foto milik Amie. Tapi dia ingin Amie mengakui soal foto itu.
“Foto Mas,” jawab Amie malu.
“Kamu bikin foto Mas pas lagi tidur?” goda Putut. Karena dia sudah melihatnya tadi.
Awalnya Amie hanya mengangguk, tapi rupanya perempuan itu ingat dia harus bicara bila sedang berdua dengan suaminya
“Iya,” jawabnya makin lirih. Putut langsung menciumi pipi Amie dengan gemas.
“Sekarang kita tidur ya, Mas nanti kasih tahu foto-foto pernikahan kita,” Putut mengajak istrinya masuk ke kamar dan bersiap tidur.
Sejak Amie mulai sadar, bu Cokro memberi tahu semua karyawan di rumahnya dan di rumah simbah kalau Putut sudah menikah dengan Amie agar bila Amie dekat dengan Putut mereka tidak membuat gosip.
Dan bu Cokro juga memperlihatkan foto buku nikah resmi yang dimiliki Putut dan Amie. Rupanya seminggu setelah menikah siri, Putut langsung meminta izin pada kedua orang tuanya dan pakde Siswojo untuk mengurus ITSBAT nikah sehingga pernikahan mereka sah menurut negara. Tentu saja pakde Siswojo tak keberatan. Sehingga Putut dan Amie memang telah resmi menikah secara agama dan negara.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.