THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
NAMA YANG ‘NJAWANI’



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Aku biasa dipanggil Jhon, tak perlu lengkap Pujono. Aku tak malu dengan nama jawaku. Di antara para pilot malah namaku terkesan keren karena sangat njawani,” Jhon memberitahu tak perlu dipanggil lengkap agar enggak ribet.


“Ok, aku akan panggil kak Jhon saja,” dengan senang hati Farah mengganti panggilan untuk Jhon. Mereka makan sambil ngobrol tentang hal-hal ringan. Terutama berkisar tentang jati diri mereka.


“Terima kasih ya Kak, semoga saya tidak mengganggu waktu Kakak. Selamat sore,” Farah pamit lebih dulu.


Farah plong sudah mentraktir Jhon, sosok yang telah menolong membayarkan denda pengganti tiket dan memberinya uang cash untuk dia naik ojek online ke kampusnya serta ongkos untuk dia kembali pulang ke Solo sehabis dari kampus.


Setelah ditinggal Farah, Jhon memesan mie dan pangsit untuk dia bawa pulang. Mie Gajah Mas adalah favorite sang ibu dan dirinya.


***


Hari ini Farah janjian dengan Rita dan Henny di lobby kantor abinya. Kemarin secara marathon dia mengajak bertemu para korban Farhan. Tapi yang bisa datang kali ini, yang bersedia membuka aibnya hanya dua orang ini.


Yang lain belum berani membuka diri. Farah sudah janjian dengan Farhat tentunya untuk minta waktu siang ini pukul 11.00 agar bisa dilanjut makan siang sekalian.


Henny datang lebih dulu. Saat sedang menunggu Rita ponsel Farah berdering. “Assalamu’alaykum,” jawab Farah mengangkat telepon dari Rully.


“Farah, kamu jadi butuh saya? Saya bersedia menjadi saksi, agar tak makin banyak perempuan bodoh yang tertipu oleh kata-kata manis Farhan,” suara diujung telepon memberitahu dia bersedia ikut ambil bagian.


“Alhamdulillah Mbak. Saya kirim alamat kantor ayah saya ya Mbak. Nanti tinggal sebut saja ingin bertemu pak Farhat,” Farah senang ada seorang lagi yang mau membantunya. Saat itu Rita datang diantar ibunya.


“Mbak, tolong kalau ada perempuan bernama Rully dan mencari saya atau Abi, antar ke ruang Abi ya?” pinta Farah dengan sopan pada resepsionis yang sedang berjaga siang ini.


***


Di ruang CEO yang cukup luas dan mewah, Farhat menerima teman-teman putri bungsunya. Dia bingung mengapa ada yang diantar ibunya juga. Apa mereka sangat berharap pekerjaan untuk bertahan hidup? Mengapa mereka tak terlihat membawa berkas lamaran?


Setelah cukup berbasa-basi kenalan, Farhat langsung bertanya. “Apa yang Om bisa bantu untuk kalian?” dia merasa teman-teman anaknya ingin bisa segera bekerja walau belum diwisuda.


“Abi, sebenarnya bukan Abi yang akan menolong mereka. Tapi mereka yang akan menolong Fara,” Farah malah menjawab dengan kata-kata yang membuat Farhat bingung.


“Maksudmu?”


“Apa Abi sangat mengenal Farhan? Apa kelebihannya sehingga Abi ngotot menjodohkan dia dengan Fara?” tanya Farah santai.


“Abi kenal Farhan karena dia anak sahabat Abi dan beberapa kali Abi melihat prestasinya sejak dia tahun lalu memimpin perusahaan ayahnya. Abi ingin kamu bahagia dengannya karena dia sangat sopan dan sholeh. Dia bisa menjadi imam yang baik. Abi yakin teman-temanmu akan iri bila melihat kamu bersanding dengan Farhan.”


“Eh … tapi mengapa kita membahas perjodohanmu? Bukankah kamu membawa teman-temanmu karena mereka ingin bekerja di sini?” tanya Farhat.


“Monggo mbak Henny, katakan yang hendak disampaikan,” Farah memberi waktu pada Henny yang lebih dulu kenal dengan Farhan.


“Maaf Om, saya ke sini bukan ingin minta kerja. Saya ke sini untuk membantu banyak perempuan di lingkungan Farhan agar tak terjebak dengan sikapnya yang seakan polos dan sangat alim,” Henny memulai ceritanya.


“Maksudmu?”


“Saya pacar Farhan ketika dia duduk di semester empat dan saya semester dua. Saat itu saya sangat merasa beruntung mendapat pacar yang selalu rajin mengingatkan saya akan salat dan puasa Senin-Kamis juga ibadah lainnya.”


“Farhan juga banyak membantu saya mencari buku kuliah. Tapi selain membantu belajar, kak Farhan juga pandai mengenalkan arti cinta pada saya, dia pandai merayu sehingga kami sering melakukan perbuatan yang melanggar agama hingga saya hamil.”  Henny berhenti sejenak, dia mengingat sakit dan benci yang tak pernah hilang dari ingatannya. Sementara Farhat tak percaya pada bualan anak gadis di depannya.


“Saat saya menyampaikan saya hamil, dia tidak kaget. Dengan gampangnya dia mengajak saya untuk aborsi. Alasannya dia belum siap menjadi imam rumah tangga kami. Dan seperti kerbau di cucuk hidung saya menuruti semua kemauannya.”


“Dia yang membayar semua biaya aborsi. Dan yang menyakitkan adalah sesudah itu dia memutuskan hubungan kami dengan alasan saya selingkuh saat dia melihat saya sedang mengerjakan tugas dengan kawan-kawan group.”


“Saat itu saya tidak berduaan dengan seorang lelaki, tapi bersama teman-teman lainnya. Rupanya memang itu yang selalu dia lakukan untuk membuang para korbannya. Saya yakin Om tak percaya.”


“Ini saya sudah cetak beberapa foto kami saat sedang di kamar hotel dan kamar kostnya. Dia punya kamar kost yang dia gunakan hanya untuk bercumbu, karena dia selalu pulang ke rumah orang tuanya.” Henny memberikan amplop dari tasnya.


Di sana juga ada kwitansi klinik bersalin dengan nama pasien Henny Indarwati dan nama penanggung jawab Farhan Surya P.


***


“Silakan mbak Rita,” Farah memberi kesempatan pada Rita.


“Seperti Henny, saya yakin Om juga tak akan percaya pada saya. Sebelum saya cerita, saya perdengarkan bagaimana rayuan dia. Juga saat dia mulai menghindar begitu saya hamil. Dan ada juga rekaman saat dia mengajak saya untuk aborsi.”


Rita menyetel voice note yang selalu Farhan kirim padanya. Farhat sampai ji_jik dan tidak percaya mendengarnya. Betapa kata-kata vulgar menjadi rayuan yang biasa dikatakan oleh kandidat calon menantunya.


Saat itu masuk seorang perempuan lagi dan langsung dipersilakan duduk oleh Farah. Farhat juga mendengar saat Farhan meminta agar Rita menggugurkan kandungannya dengan alasan agar saat nikah nanti perutnya tak terlihat buncit. Farhan menjanjikan pernikahan bila Rita mau menggugurkan kandungannya.


“Sampai saat ini bayi itu masih saya pertahankan. Walau dia akan menikahi saya bila saya sudah menggugurkan kandungan ini, saya sudah bertekad tak akan menggugurkan bayi ini tapi juga tak mau dia nikahi apa pun alasannya.”


“Saya yakin sesudah menikah nanti akan banyak perempuan yang minta pertanggung jawabannya. Oleh karena itu saya dan ibu saya bertekad tak akan pernah mau dinikahi pria kotor seperti itu,” Rita yang rupanya saat ini masih hamil memberikan bukti periksa kehamilannya dua hari lalu pada Farhat.


Farhat semakin tak percaya. Untung Farah tak asal menolak perjodohan yang dia atur, tapi juga membawa bukti.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  WANT TO MARRY YOU YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETIN JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL  WANT TO MARRY YOU  ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta