THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
ISTRINYA SAJA TAK PERCAYA



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Saat ini yang masih ada di dalam ruang rapat adalah Juned, Dwipa, Sholeh, Adnan, Farhat, Lesmana Cokro, dan Siswojo.



Mereka masih membahas masalah pelaku. 



"Enggak nyangka," kata Lesmana. 



"Aku stress," kata  Farhat. 



"*Speechless*," kata Siswojo. Walau bukan pengusaha tapi dia tahu siapa sosok itu dan hubungannya dengan Farhat.



"Ya mau bagaimana lagi? Itu buktinya," kata Juned.



"Iya sih. Apa kamu sudah tangkap Siapa yang mengatur tiga  orang itu di bagian catering?" tanya Farhat.



"Sudah sebelum menangkap kecoa gendut. Tapi kan itu tidak berhubungan dengan kalian jadi walau ada di data saya tidak perlu saya kirim ke anda. Yang berkaitan kan masalah penyebutan nama otak pelaku," kata Dwipa.


\*\*\* 



"Jadi nanti gini, semua tetap harus senyum dan ramah tamah karena aku yakin dia akan datang malam malam ini.



"Semalam  dia juga sudah datang tapi hari ini dia pasti datang karena kan undangannya hari ini."



"Kalian tetap baik dan ramah aja bercanda biasa aja jangan terlihat apa pun apalagi nyindir. Jangan sampai itu terjadi."



"Upayakan dia pulang terakhir." 



"Kalau tidak bisa ditahan di dalam ruang resepsi  kami  akan menahannya di luar. Yaitu kami akan ganggu mobilnya supaya dia tidak bisa pulang."



"Sekarang kami mau tanya nih. Mau kamu gimana." Juned menantang kakak sepupu iparnya.



 "Tak ada ampun dari saya. Saya mau dia dihukum sesuai ketentuan. Tapi saya pribadi juga ingin balas dendam yang lain." Manusiawi bila Farhat sakit hati juga. 



"Maksudnya gimana?"



"Dia ingin menghancurkan usaha saya. Dia ingin anak saya hancur dengan tidak punya anak dan segala macamnya. Dia ingin saya sakit sehingga dia bisa membeli perusahaan saya dengan rumah. Saya cuma ingin satu! Saya ingin membuka aibnya. Saya ingin semua masyarakat tahu bagaimana kelakuan dia misal video yang tadi itu tersebar. Biar semua tahu dia bukan dewa penolong seperti gambaran dia selama ini."



"Coba kirim aja ke satu orang. Lalu nanti kan akan ngegelinding terus."



"Misal saya curhat ke SATU teman seakan berkeluh kesah saya hanya nulis nggak nyangka loh dia menikam saya seperti ini,"



"Saya yakin bisa mempertanggung jawabkan bila didakwa menyebar video fitnah.  Dari kalimat saya itu kan tidak akan membuat saya kena sanksi hukum. Saya hanya berkeluh kesah pada satu orang. Wajar bukan dan tak berniat apa pun." Farhat mencoba menerangkan apa yang dia inginkan. 



"Bisa juga. Atau nggak perlu repot. Langsung sebarin aja pakai nomor yang tidak terlacak," ucap Dwipa.



"Bisa?" 



"Gampang. Saya punya banyak nama liar pulau yang tidak akan mungkin terbaca."



"Itu lebih baik. Sehingga saya tidak tersangkut," kata Farhat.



"Oke kata Juned.



"Nggak usah menunggu. Begitu dia sudah ditangkap video itu akan tersebar," lanjut Juned lagi.



"Oke terima kasih," jawab Farhat.



Lalu diskusi dilanjutkan dengan teknik penangkapan. Siapa bertugas dan seterusnya.



Cukup lama berdiskusi akhirnya pulang karena jam sewa ruangan juga sudah habis. Ruangan disewa hanya sampai jam empat sore.



Mereka keluar bersama. Adnan menutup laptopnya dan membawa pulang.



"Perhatikan dulu ada yang tertinggal nggak," tanya pak Cokro.



"Enggak sih Kita kan nggak bawa apa-apa kecuali laptop ini" jawab Sholeh.



"Ya sudah." Saat mereka keluar di depan ruang meeting masih ditunggu oleh tiga petugas yang sejak tadi memang berdiri di situ untuk menjaga siapa pun tidak boleh masuk atau keluar dengan sembarangan.


\*\*\*



Akhirnya tiba di acara resepsi. Pesta sangat meriah. Tumpah ruah artis, pejabat,dan pengusaha.  Benar-benar pesta yang sangat mewah orang terkaya ketiga di Solo punya hajat ya pasti heboh lah.



Walau versi dia ini pesta sederhana tapi dari untuk orang umum pasti beda.



Tergantung sudut pandang orangnya.



Seperti yang tadi dipesankan oleh Juned semua yang ada disitu biar sangat kenal dengan pelaku semua bercengkerama dengan bebas tanpa ada sindir atau apa pun.



Mungkin dalam hatinya Farhat atau Farah, Ilham dan Faruq mungkin pengen getok kepala orang itu.  Tapi mau bagaimana lagi? 



Farah berbisik :" Hubby,  ini adalah berkah dari kecopetanku."



"Kamu kecopetan? Kapan?  Di mana?" tanya Jhon penasaran.



"Gimana sih. Karena aku kecopetan aku kenal sama pilot yang lagi mau ke Jogja nengaok adek perempuannya yang mulai sembuh. Ini adalah berkah dari kecopetan itu," Farah akhirnya menjabarkan apa yang dia maksud.



"Jadi pernikahan kita judulnya berkah kecopetan?" Goda Jhon.



"Yups. *The blessing of pickpocketing*," lanjut Farah.




John mengundang orang-orang Pertamina terutama yang berhubungan dengan surat-surat izin waktu dia bikin usaha. Jadi pejabat Pertamina Solo banyak yang hadir. Selain itu para pilot dan petinggi maskapai tempatnya bekerja. Termasuk CEO tempatnya bekerja yang juga teman pak Farhat.



Putro juga banyak mengundang pemimpin rumah sakit, koleganya san para dokter karena dia kakak pengantin pria.



Banyak pejabat depkes dan rumah sakit hadir.



Farouq dan Ilham pengusaha muda di Singapore juga undangannya sangat banyak. Mereka pengusaha yang koleganya enggak kaleng-kaleng.



Selain tentunya undangan pejabat lokal dan pengusaha yang diundang Farhat dan Farahdina.



Malam ini memang benar-benar pesta yang bergelimang kemilau bintang



Saat orang-orang penting banyak yang hadir dimana Amie dan Putut? 



Pastinya dekat meja makanan. Yang satu ngemil kue nggak berhenti-berhenti yang satunya diskusi makanan dengan Saka.


\*\*\*



Hari semakin larut satu persatu tamu pulang. Semua mulai berjaga-jaga. 



Lesmana yang bertugas menjadikan rekan ngobrol pelaku.  Dia mengajak bertukar pikiran tentang prospek usaha kecil yang dilakukan anak kecil. Usahanya Saka!



Sekedar ngobrol ringan aja.



"Serius anak kelas 1 SMP sudah punya usaha?" 



"Iya. Saya pernah ke sana saya nginep di sana dan makan hasil panennya. Dan yang saya kagum. Dia berusaha bukan disuruh. Tapi karena keinginannya sendiri," jelas Lesmana.



"Wah hebat ya. Bakat usahanya sudah terlihat sejak dini," pelaku juga kagum atas ketajaman intuisi anak SMP itu.



"Iya itu adik sepupu pengantin pria."



"Pengantin prianya bukannya seorang pilot?



"Benar. Dia pilot teladan selama tujuh tahun  berturut-turut. Tapi dia sekarang juga pengusaha. Sebelum kenal dengan Farah, dia sudah merintis buka usaha pompa bensin. Benar-benar menantu idaman. Dia juga adik kandung menantuku," Lesmana memuji Jhon setinggi langit.



Tentu saja pujian itu semakin membuat pelaku tak suka pada Jhon.



"Wah hebat ya," pelaku memuji sekedarnya.



"Iya mereka tuh berdiri sendiri bukan dari orang tuanya. Jadi mereka punya usaha bukan usaha turunan seperti kita dan anak-anak kita," lanjut Lesmana.



"Anak-anak yang hebat dari orang tua hebat," celoteh Lesmana lagi membuat pelaku tambah sebal pada Jhon



"Sudah cukup larut, kayaknya saya perlu pulang nih," pelaku menoleh mencari dimana istrinya. Dia lihat istrinya sedang berbincang akrab dengan bu Basalamah yang sudah turun lebih dulu dari panggung pengantin. 



"Saya juga dari tadi mau pulang tapi kan nggak enak sama sahabat kita.  Itu dia udah mulai turun kok udah udah banyak tamu yang pulang jadi dia turun."



"Kalau dia ada kan enak kita ngobrol enggak berdua doang."



Lesmana memang melihat Farhat sudah mulai turun tapi tidak bisa langsung menghampiri mereka setiap langkah yang Farhat lakukan, pasti ada saja yang menahannya untuk bicara. 



Farhat masih bercakap-cakap dengan banyak tamu yang selalu mencegatnya untuk berhenti dan berbicara jadi tak bisa langsung ke mejanya Lesmana.



Jelaskan mengapa Farhat harus membuat malam ramah tamah satu hari sebelum resepsi. Karena saat acara resepsi dia sama sekali tidak bisa ngobrol dengan semua rekannya. dia harus berdiri mendampingi pengantin di atas panggung



Di panggung tentu  nggak bisa ngobrol cuma salaman sekedarnya. itu alasan bikin pesta atau ramah tamah makan malam sebelumnya resepsi.



Semua tamu mulai pulang ruangan sudah mulai sepi tiba-tiba di arah pintu keluar pasukan berseragam berdiri berjajar rapi membentuk pagar betis.  akan sulit menembus barikade itu.



Tak lama kemudian pada layar yang tadi digunakan untuk menampilkan video akad nikah Farah dan Jhon  mulai ada potongan video. 



"Sebutkan nama bos kamu yang menyuruh kamu saat itu



"Yang menyuruh saya adalah bapak Dwi Pradipto. Pemilik perusahaan PRADIPTA MAKMUR SENTOSA yang beralamat jalan Pakuncen Dalam Solo.



"Saya tak ingin salah nama. Saya ingin tanya apa wajah bos kamu seperti ini?"



"Betul itu Bos saya dia yang menyuruh saya melakukan ini semua.



Dwi Pradipto, ayah Farhan, calon besan Farhat yang gagal melihat video itu dengan pucat pasi.  Dia mau bergerak pun tidak bisa pintu keluar sudah ada pagar betis oleh pihak polisi.



Sri istri Dwi yang sedang duduk bersama Farahdina terpaku diam.



"Ada apa ini ?" tanya Sri.



"Semalam suamimu hendak meracun kami sekeluarga,"  kata bu Basalamah.



"Tidak mungkin. Tidak mungkin. Tidak mungkin," seru Sri istri Dwi Pradipto.



"Itulah kenyataannya dan kami menahan emosi kami sejak semalam,"  kata Farahdina dengan ketus.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.



![](contribute/fiction/6174183/markdown/10636434/1676656150003.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.