
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Kantor maskapai mulai mencurigai dua orang sumber utama yang menyebar luas tentang "kelakuan buruk" Jhon dengan melakukan tinggal bersama.
Yang pertama adalah perempuan yang baru ditolak oleh Jhon. Seorang pramugari cantik yang diketahui mengajak tidur Jhon tapi ditolak. Alice memang sudah lama mengejar Jhon tapi tak digubris.
Satu bulan lalu dia mencoba menjebak Jhon tapi bisa digagalkan oleh timnya Jhon yang lainnya.
Co pilot dan pramugari senior serta dua orang pramugari dalam team Jhon membantu Jhon terlepas dari jebakan. Tentu saja HRD kaget mendapat laporan ini.
Laporan banyak masuk setelah HRD memberi pengumuman akan menurunkan status kepegawaian dua level lebih rendah bila diketahui menyebar berita palsu dan menutupi kebenaran.
Alice bekerja sama dengan Muchtar, kandidat penerima predikat pilot terbaik yang rupanya masih sepupu istri wakil manager HRD.
Sedikit demi sedikit persoalan mulai terbuka. Bahkan banyak kesalahan Muchtar terkuak. Selama ini selalu ditutupi oleh wakil manager HRD sehingga Muchtar bisa masuk nominasi sepuluh calon pilot terbaik.
Dan tentu berkat peran sang wakil manager juga Muchtar bisa masuk dalam kandidat calon terbaik.
Sekarang dia sudah finalis. Empat orang itu yang akan dipilih menjadi terbaik satu, dua, tiga dan harapan.
Nasib wakil manager HRD diujung tanduk karena kedok dan kelicikannya memuluskan jalan Muchtar terungkap.
Itu hasil investigasi dari pemburu kebenaran yang kemarin sudah dibentuk oleh manajer HRD.
Mereka akan apa mengerucukan tajam hingga benar-benar mempunyai bukti kalau dua orang inilah pelakunya. Mereka akan terus mencari bukti dan saksi untuk menggelandang dua pembuat rumors ini.
\*\*\*
Sehabis makan siang di cafe rumah sakit Putro mengajak Putri untuk mendatangi dua pengembang perumahan lainnya.
Kebetulan mereka pulang lebih cepat karena Putro tidak ada praktek sore.
"Aku kurang sreg Mas. Jauh dari yang mereka tulis di brosur. Banyak speck yang enggak sesuai," bisik Putri ketika masuk di rumah contoh.
"Luas tiap kamar kecil. Sepertinya masuk kasur king size lalu enggak bisa masuk lemari atau meja rias. Apalagi benda lain," lanjut Putri lagi.
"Oke, kita ke pengembang kedua," balas Putro santai.
Di pengembang kedua Putri mulai goyah dengan pilihan yang tadi malam. Putro membiarkan saja maunya Putri.
Putro juga suka dengan banginan rumah di pengembang kedua ini. Sayang yang di hoek sudah terjual semua.
'*Aku akan biarkan Putri menentukan pilihannya. Aku akan memberi pertimbangan saja. Semua keputusan biar dia yang tentukan. Itu bukti cintaku untuknya*,' batin Putro. Dia biarkan Putri bimbang sendirian.
\*\*\*
"*Hubby*, ini bagus nggak ya?" Farah meminta pertimbangan suaminya.
"Kamu katanya mau peralatan di dapur itu satu warna. Sekarang kamu tanya aku," kata Jhon.
"Kamu tetapkan dulu mau warna apa. Sehingga dapurmu punya ciri khas sendiri," kata Jhon.
"Punyanya Amie juga purple loh," kata Jhon.
"Ah iya bener. Iya dapur Amie juga purple. Tapi aku suka sih purplenya, biarin ah nanti juga kalau ada yang Amie belum punya aku beli dua sekalian buat dia, kata Farah lagi.
"Oke fix ya kita cari yang purple untuk dapur. Tapiesin cucinya nggak ada yang purple kan?" tanya Jhon.
"Sekarang semua warna udah ada koq. Tapi nanti mesin cucikan beda ruang. Di sana aku bikin gradasi warna abu-abu ke hitam." Farah rupanya akan membedakan area mesin cuci dengan area dapur.
"Ruang makan nanti warna natural kayu jati, jadi masuk dengan peralatan makan warna apa aja termasuk waran purple."
"Ruang lain kita isi saat kita sudah tinggal disana. Biar kita bisa lihat kebutuhan," demikian keputusan Farah.
"Jadi sebenarnya lusa pun kita sudah bisa tinggal di rumah kita ya?" Jhon menyimpulkan kondisi rumah mereka yang kamar tidur utama dan dapur sudah lengkap isinya.
"Iya. Jadi begitu habis resepsi, kita bisa langsung pamit pada abi dan umi," sahut Farah.
"Nanti malam kita utarakan aja niat kita, biar abi enggak mikir beliin kita hadiah rumah," Jhon memberitahu istrinya. Dia khawatir mertuanya memberi hadiah kejutan.
"Bener. Kayaknya niat umi begitu. Dia udah sindir-sindir bicara rumah. Tapi aku selalu diam," sahut Farah membenarkan pendaapt suaminya.
"Oh ya minggu depan kamu temani aku ya," pinta Jhon pada istrinya saat mereka sedang menganti di kasir.
"Ke mana?" Farah tentu harus mengetahui tujuannya agar tidak salah kostum.
"Ke ulang tahun perusahaan maskapai. Nanti juga akan ada pengumuman pilot terbaik," balas John.
"Saat itu aku akan umumkan bahwa kita udah nikah dan aku juga langsung ajuin resign saat itu juga," bisik Jhon karena banyak orang berdiri di antrian.
"Emangnya udah fix mundur?" Farah sangat senang bila waktu Jhon lebih banyak dengannya.
"Udah lah, aku udah bikin suratnya juga tinggal aku kasih. Terpilih jadi yang terbaik atau tidak, aku akan mundur saat pengumuman itu. Aku tak ingin kamu hamil dan aku sering berada jauh darimu bila aku belum resign," kata-kata John ini tentu saja membuat Farah terharu.
"Baiklah aku akan temani. Terus kita mau pakai baju apa?"
"Bebas aja. Tapi aku kan saat itu pakai baju seragam kata John lagi.
"Kalau begitu aku akan ngimbangin dengan seragammu. Aku akan pakai setelan putih dengan kombinasi sama dengan seragammu. Aku akan siapkan baju putih hitam seperti seragammu," Farah mulai membayangkan pakaian apa yang akan dia pakai. Dia harus cari jilbab putih kombinasi hitam untuk kesempatan itu.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.