THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
TUKANG SUNTIK KALAH DENGAN PESAWAT TEMPUR



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Farah deg-degan menggenggam terus tangan suaminya. Dia benar-benar ketakutan bila hasilnya tak sesuai harapannya dan pastinya harapan suaminya.



"Ada yang bisa saya bantu Ibu Bapak?" tanya dokter kandungan perempuan dengan lembut.



"Saya sudah terlambat delapan hari tapi kami belum cek dengan apa pun Dok," Farah menjawab pertanyaan  dokter. Dia makin ketakutan bila hasil periksa dia negatif atau belum hamil.



"Oke kita lihat ya,  tadi sudah di tensi, juga sudah ditimbang berat badan saat ini. Saya akan lihat yang sebenarnya ya. Silakan berbaring Ibu  biar dibantu oleh suster," dokter mempersilakan Farah berbaring di bed pemeriksaan.



"Sudah berapa lama nikahnya Pak?" Tanya dokter pada Jhon yang masih duduk di belakang meja konsultasi.



"Masuk bulan lima hampir enam Dok," jawab Jhon. 



Suster mengatur agar Farah nyaman berbaring. Suster menutup bagian bawah perut dengan selimut walau tak ada orang lain selain mereka.



"Ikut saya Pak," dokter mengajak Jhon ke balik tirai yang membatasi bed periksa dengan ruang konsultasi.



"Iya bener Ibu lihat ya di layar monitor titik kecil ini calon bayi anda,"  Jhon menggenggam erat jemari Farah.  mereka tak percaya Putri yang lebih dulu selesai ber KB malah belum hamil. 



Amie sekarang sudah lima bulan usia kandungannya.



"Alhamdulillah," kata Jhon. Dia kecup jemari istrinya. 



"Usianya baru dua minggu Ibu, masih sangat lemah. Hati-hati ya," nasihat dokter.



Jhon sangat menyesal pagi tadi membiarkan istrinya pergi ke pasar tradisional yang licin dan becek. Naik motor pula. 



"Karena nggak ada keluhan saya nggak akan berikan obat untuk muntah dan yang lainnya. Saya hanya berikan Vitamin apa aja ya Bu ya." Dokter menuliskan resep untuk Farah.



"Bagaimana bila yang mengalami *morning sickness* suami saya Dok?" Farah mencari solusi terbaik untuk kasus suaminya.



"Wah Bapak mengalami *syndrome couvade*?"



"Sepertinya gitu Dok, dia mulai minta yang aneh-aneh juga," Jhon hanya tersipu istrinya mengeluh. Baru satu kali minta teh gula batu aja Farah sudah komplain. Gimana Amie coba?



Dokter memberikan foto USG itu dan  resep obat untuk Farah dan Jhon secara terpisah. 



"Silakan ditebus dan kembali kontrol satu bulan lagi. Jangan lupa makan makanan bergizi ya Bu. Bukan hanya banyaknya jumlahnya yang diperhatikan tapi kandungan gizinya juga yang terpenting kandungan gizi karena bayinya butuh nutrisi dari ibunya," dokter memberi nasihat  sebelum pasangan muda itu keluar dari ruang periksa.



John tak percaya dia benar-benar akan menjadi Ayah lebih cepat dari Putro kakaknya yang lebih dulu menikah.



Pulang dari rumah sakit Farah langsung kerumah Abi dan Uminya. Jhon tak mau menyampaikan berita itu melalui telepon. Mereka satu kota. Sangat tak sopan bila berita seperti itu diberitahu by phone.



Mereka makan siang di rumah itu nungguin Farhat pulang.



" Abi Umi kami mau ngabarin kalau sebentar lagi kami akan jadi orang tua," Jhon memperlihatkan foto USG pada Farhat dan Farahdina



Faradina dan Farhat senang sekali karena akan mempunyai cucu pertama. Dan mereka senang berita seperti ini tidak diberitahu melalui telepon



"Abi, Umi, maaf nggak lama ketemunya kami mau ke tempat ayah dan ibu. Selain Abi dan Umi kami belum memberitahu siapa pun. Kami ingin orang tua tahu lebih dulu. Karena kalau siang ayah dan ibu tidak ada di rumah, kami kesini lebih dulu," Farah pamit pada kedua orang tuanya.



" Iya, iya," Farhat  sangat mengacungkan jempol pada pola pikir menantunya



Banyak kaum muda sekarang langsung posting di media sosial tanpa memberitahu orang tuanya lebih dulu.



Siswojo dan Dyah tentu saja sangat senang ini juga cucu mereka lagi setelah kehamilan Amie.



Buat mereka cucu dari Amie dan Jhon sama aja cucu mereka. Tak ada bedanya!



Setelah kedua pasang orang tua mereka tahu Jhon dan Farah baru memberitahu saudaranya dengan langsung mengirim foto USG ke group chat mereka.




'*Tukang suntik gimana*?'



'*Tukang suntik kok kalah sama pesawat tempur*?'



'*Itu kokehan nek nyuntik jadi begitu tuh malah encer, malah ra dadi*,' kata Ilham. 



'*Bang Ilham kayak udah tahu aja*,' goda Ragil



'*Iya nih bang Ilham kayak udah pakar*,' jawab Wahyu.



'*Eh anak kecil pada diem, ra sah kokehan cangkem*,' protes Ilham.



'*Lagi Abang sih neranginnya kayak udah pengalaman aja*,' jawab Farouq



'*Ya kan walau pun belum pengalaman udah baca-baca*,' Ilham membela diri,'



'*Wis to kita nunggu pak dokter dulu. Bagaimana ini pak dokter nggak ada nongol-nongol*,' tulis Putut.



'*Eh aku nongol aku nongol. Aku baru selesai praktek sore. Tunggu aja nanti aku sekali dapat langsung sepuluh*,' sahut Putro.



'*Enggak sisan sekalian selusin*?' Kata Wahyu.



'*Ha iyo iyo aku langsung selusin*,' jawab Putro.



Mereka pun terbahak-bahak dan terus bercanda  malah lupa mengucapkan selamat pada Jhon.



Di grup perempuan lebih kalem.



'*Alhamdulillah senangnya kamu lebih dahulu*,'



'*Selamat yo*,' tulis Putri saat adik iparnya mengirim foto USG



Amie belum masuk group.



'*Aku kok malah belum ya*,' tulis Putri



'*Sabar, kan sudah cek semua sehat*,' hibur Farah.



'*Iya aku sabar kok santai wae*,' kata Putri.



'*Ini kemana ini ibu juragan tambak koq belum nongol*.' Farah menunggu ibu yang hamil duluan.



'*Paling lagi di tambak ngambil ikan buat makan malam*,' ledek Putri. mereka berdua terkekeh.



'*Sejak lewat tiga bulan dia enggak harus makan ikan koq. Putut juga udah normal enggak ngemil lagi*,' Farah memberitahu kalau Amie sudah berubah.



Emang Ami saat itu nggak buka chat jadi nggak tahu kabar itu sudah malam baru dia masuk grup.



'*Selamat ya Mbak*,' kata Amie.



'*Iya matur nuwun*,'kata Farah.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.



![](contribute/fiction/6174183/markdown/10636434/1676880943314.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.