THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
INDRA MULAI BERUBAH



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Farah teringat kemarin saat makan siang Jhon hanya bicara bila ditanya dirinya atau abinya. Lelaki itu tak pernah memulai cerita lebih dulu. Berbeda dengan Indra yang terlihat sangat ingin mendominasi pembicaraan mereka ber empat.


Dan yang jadi kejutan saat abinya minta bill pada pelayan warung sate, si pelayan bilang sudah dibayar sejak tadi oleh Jhon. Rupanya Jhon membayar semua tagihan saat dia izin cuci tangan sebelum mereka makan.


“Kak Jhon koq sudah bayar duluan sih? Kami bertiga masa dibayarin sama yang sendirian?” protes Farah. Sengaja Farah menghampiri Jhon sebelum lelaki itu masuk ke mobilnya.


“Udah enggak usah dipikirin. Kebetulan lagi bawa uang cash yang cukup. Kamu ‘kan tahu Kakak jarang bawa uang cash,” demikian Jhon berkilah.


“Sekali lagi terima kasih ya Kak. Sampai ketemu di acara mas Putro.”


Hari ini Farah keluar makan sendiri, dia sengaja makan mie tempat pertama kali janjian makan dengan Jhon. Dia tak berharap bisa ketemu dengan lelaki itu, karena kemarin Jhon bilang pada abinya pagi tadi akan terbang ke New Zealand untuk empat hari.


Sejak pagi Farah kesal karena Indra menjadi menyebalkan. Dia merasa Indra mulai berubah sejak bertemu Jhon dan melihat abinya suka pada Jhon.


‘Lagi makan siang di mana?’ chat dari Indra mengganggu Farah yang sedang melahap pangsit rebus kesukaannya.


‘Makan di rumah,’ jawab Farah. Dia tak ingin Indra menyusul bila dia beritahu makan di mana. Farah benar-benar merasakan ada yang berbeda sejak Indra bertemu dengan Jhon.


Tentu saja Farah jadi tak suka. Dia ingin hubungan dengan Indra tetap seperti biasa. Sebagai rekan kerja yang agak akrab karena Farah menganggap Indra adalah kakaknya seperti Ilham dan Farouq.


***


Farah senang, akhirnya abi dan uminya memberi izin untuk menginap di hari akad nikahnya Wiwied. Jadi sejak Kamis siang dia akan berada di rumah Wiwied. Kalau hanya teman dan bukan sahabat, sang abi tak mungkin memberi izin seperti ini. Pagi ini Farah masih bekerja full. Tapi dengan wajah jutek. Karena sejak beberapa hari ini dia tak suka dengan kelakuan Indra secara personal.


“Kalau menurut saya sudah benar, hanya kurang rapi dan banyak typo. Tapi coba kamu tanya pak Indra dulu baru kamu revisi global agar tidak dua kali kerja,” Farah yang sedang memperhatikan data keuangan sengaja menyetop pekerjaannya untuk memeriksa file yang ditanyakan siswa tersebut.


“Ok Bu, saya ke pak Indra dulu,” pemuda tersebut segera pamit dan menuju ruang Indra. Farah kembali menekuni pekerjaannya saat ponselnya berdering. Panggilan dari Wiwied.


“Iya Wied, kamu mau tanya kepastianku nginep ‘kan?” Farah langsung nembak sahabatnya.


“Kamu tu kebiasaan, bukannya kasih salam dulu langsung aja nyerocos,” Wiwied terkekeh mendengar Farah yang langsung tahu tujuannya menghubungi.


“Bagaimana? Boleh enggak? Kalau enggak boleh biar papaku yang minta izin ke abimu,” balas Wiwied.


“Alhamdulillah barusan SK nginepnya udah keluar, enggak perlu minta rekomendasi dari pak Lesmana,” jawab Farah santai.


“Asyiiiiik. Hari Kamis siang ‘kan ke sini nya, bukan hari Kamis malam?” Wiwied kembali memastikan kapan sahabatnya bisa datang ke rumahnya. Sesungguhnya dia galau. Dia cemas, takut dan bahagia campur aduk menghadapi detik-detik menjelang pernikahannya.


“Aku upayakan bisa Kamis siang, jam makan siang aku langsung dari kantor. Jadi aku terpaksa pakai mobil karena bawa koper untuk baju-baju gantiku,” Farah memang anak big boss yang dalam kegiatan kesehariannya lebih enjoy menggunakan motor maticnya.


***


\===========================================


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta