THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
PROPOSAL RUMAH WEEKEND SUDAH DI ACC



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Mama aku boleh ngomong nggak," tanya Putri pada Mentari Suhardono sang mama tercinta.



"Tumben pakai nanya," goda Mentari. 



"Kenapa," lanjut Mentari lagi.



"Kemaren liat Amie tu enak ya Ma dia langsung tinggal berdua ama suaminya. Farah juga habis resepsi akan tinggal berdua John. Mereka sudah beli rumah kecil buat berdua. Aku jadi pengen juga ngerasain tinggal berdua suami," Putri memberitahi sang mama.



"Rumah segede ini buat apa?" kata sang mama dengan gemas. 



"Aku ngerti sih Ma, tapi aku pengen ngerasain hidup berdua dengan suamiku," rengek Putri pada mamanya.



"Apa ini permintaan Putro?" Mentari menduga menantunya yang ingin membawa anak perempuannya.



"Enggak banget Ma. Mas Putra malah bilang aku enggak usah mikir hal yang enggak pasti dikasih izin" begitu jawab Putri.



"Aku aja yang pengen banget. Gimana kalau setiap weekend aku dan mas Putro liburan. Menginap berdua. Maksudku sejak hari Jumat sore sepulang kerja aku dan mas Putro pergi nginap  sampai hari Senin pagi. Nanti kami pulang ke rumah ini hari Senin sore," akhirnya Putri bisa menyampaikan rencananya walau dengan tersendat.



"Kalian mau pemborosan  tiap minggu buang duit untuk menginap di hotel atau ke mana gitu? Bukankan uang itu bisa buat hal lain yang lebih bermanfaat?" Mentari tentu tak setuju ide anaknya itu.



"Justru itu Ma aku enggak akan ke hotel atau penginapan. Aku akan beli atau ngontrak rumah buat nginep setiap minggu itu," kata Putri menjelaskan keinginannya.



"Kontrak rumah itu buang duit juga! Mending beli aja lah," Mentari secara tak sadar menyarankan Pitri membeli rumah!



"Oke kalau gitu berarti aku boleh ya beli rumah sendiri buat aku tinggalin selama weekend," Putri sangat senang mendapat izin itu.



"Emang kamu sudah beli?" Mentari baru sadar dia telah menyarankan putrinya membeli rumah. 




Mentari senang anak bungsunya masih menghargai dirinya dengan minta izin lebih dulu sebelum mengambil keputusan.



"Silakan saja kalian boleh beli rumah sendiri," jeals Mentari.



"Makasih Ma. *I love you*," Putri memeluk dan mencium ibunda tercinta.



Kenapa Putri bicara pada Mentari? Bukan pada Lesmana Suhardono?



Karena yang punya hak prerogatif atau dominansi di keluarga itu adalah adalah mamanya. Kalau Lesmana Suhardono sang papa tak akan melarangnya. Dia mau langsung posah rumah saat habis nikah juga nggak apa-apa.



Rumah weekend sudah disetujui. Tinggal mulai besok Putria akan mengajak Putro hunting rumah dan lokasinya. 



'*Yeaaay. Proposal Rumah weekend sudah di ACC ibu presiden*,' Putri langsung mengirim chat di group TIGA NYONYA BESAR.



'*Alhamdulillah. Congratulations Mbak. Selamat hunting rumah*,' Amie langsung memberi respon.



'*Yeeeay. Alhamdulillah*,' sahut Farah.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.



![](contribute/fiction/6174183/markdown/10636434/1675708721895.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.