
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Sementara itu di rumah Wiwied sejak empat hari lalu sudah sibuk dengan masak-masak untuk diantar ke tetangga sebelum diadakannya pengajian di hari Rabu malam nanti. Sedang hari Kamis malam akan ada acara midodareni.
Tentu saja Wiwied sudah dipingit. Dia bahkan sudah tidak boleh memegang ponsel bila tidak diawasi, karena ditakutkan akan melakukan video call dengan calon suaminya.
Wiwied sendiri menjalani puasa mutih. Yaitu hanya makan nasi putih dan minum air putih. Menurut kepercayaan puasa mutih berguna agar badan pengantin menjadi bersih dan mengurangi keringat saat acara pernikahan kelak.
Tentu saja Wiwied wajib patuh menjalaninya. Tak boleh ada protes atau bantahan.
Saat ini Wiwied sedang menghubungi teman-temannya yang berjanji menemani melepas hari-hari terakhir menjadi seorang gadis yang bebas. Di sebelahnya duduk sang mama yang memperhatikan dengan siapa sang putri tunggal berbicara.
Keluarga Farhat dan Lesmana sama-sama memiliki tiga anak dengan komposisi yang sama. dua anak lelaki lalu sang bungsu perempuan.
Bedanya di keluarga Farhat semua anak dipersiapkan terjun didunia bisnis. Sedang dikeluarga Lesmana tak ada satu pun anak-anaknya yang dipersiapkan menggantikan Lesmana secara langsung seperti Farhat yang mengharuskan semua anaknya kuliah di managemen.
Lesmana berprinsip biarkan semua mengalir dengan semestinya. Tak mau anaknya diwajibkan menekuni suatu bidang. Dia berpikir bila saatnya tiba, walau seniman, hakim atau dokter, ketiga anaknya akan terpaksa siap memimpin perusahaan yang dia miliki.
Dia menunggu waktu itu tiba dengan sendirinya. Walau harus tertatih diawal, tapi dia yakin ketiga anaknya nanti akan bisa menerima tongkat estafet yang dia wariskan.
Lesmana sendiri pendidikannya bukan berbasic bisnis. Dia setamat SMK mesin mengambil sekolah singkat menjadi pramugara, tapi dia punya hobby melukis yang menurun pada anak keduanya.
Lesmana terpaksa menjadi pemimpin perusahaan karena kakek istrinya mewariskan sebuah usaha yang sedang colaps. Bukan perusahaan yang sedang maju.
Jiwa muda Lesmana tertantang. Lesmana langsung resign dari maskapai penerbangan dan membangun usaha yang sudah mati suri hingga sebesar sekarang. Mertuanya saja sampai tak menyangka menantunya bisa seperti sekarang. Apalagi kakek sang istri yang memberi perusahaan itu.
Kedua mertua Lesmana berprofesi dokter seperti istrinya. Itu alasan utama Lesmana tidak mengharuskan ketiga anaknya mengambil kuliah jurusan bisnis. Dan ketiga anaknya hanya Wiwied yang ambil kuliah kedokteran karena diwajibkan oleh kakek, nenek dan mamanya. Bukan diwajibkan oleh Lesmana.
Jhon berharap semoga semua bisa lancar sesuai jadwal. Sejak tadi sang ibu berkali-kali menanyakan jadwal terbangnya kembali ke Indonesia. Tentu dia maklum, ini adalah pernikahan pertama anak ibunya.
Walau mereka pernah mengadakan pernikahan Amie. Saat pernikahan Amie, karena dirancang tidak mendadak seperti pernikahan Putro, maka Jhon mudah mengatur waktu liburnya.
Dan lagi saat pernikahan Amie, ijab kabul dan perayaan diselenggarakan dalam hari yang sama. Tidak seperti pernikahan Putro yang ada jeda waktu satu hari. Membuat dia membutuhkan waktu libur lebih lama dari pernikahan Amie dulu.
Bila tak ada hambatan, besok dia akan tiba di Bandara Solo pukul 08.30.
‘Semua makin nervous. Aku tak menyalahkan ibu yang bolak balik menanyakanku. Pasti ibu takut aku tak bisa hadir di acara mas Putro.’
***
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL CINTA KECILNYA MAZ YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL CINTA KECILNYA MAZ ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta