
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
“Mas, ikannya sudah siap dibakar,” Amie memberitahu Putut bumbu ikan sudah meresap dan siap dibakar.
“Ya,” sahut Putut akan beranjak ke tempat pembakaran.
“Eh kamu diam saja. Biar aku dan Jhon yang bakar ikan kali ini," Putro melarang Putut lebih banyak bergerak.
“Yank, aku degannya pakai gula merah bukan sirop ya,” bisik Putro pada istrinya. Semua harus membuat minum sendiri-sendiri.
“Pakai es enggak Mas?” tanya Putri.
“Sedikit aja, kalau dingin enggak enak karena air degaannya masih manis asli. Kalau kebanyakan es nanti rasa aslinya hilang,” Putut langsung berjalan ke arah perapian.
“*Hubby*, ini mau dicampur sirop dan es batu?” tanya Farah pada Jhon yang sedang menyiapkan bara.
“Enggak *Babe*, aku suka yang asli gitu aja. Tanpa tambahan apa pun,” sahut Jhon. Wajar kalau Putri dan Farah bertanya, karena ini pertama kali mereka menyiapkan degan untuk para suami mereka.
Amie sudah selesai membuat sepanci ikan patin bumbu asam dan goreng patin serta gurame asem manis.
Tinggal menunggu patin dan gurame bakar saja. Nasi juga sudah meluncur dari rumah.
Amie langsung mengambil degan yang sudah dipapras, meminum sedikit agar ketika ditambah cairan gula merah tidak tumpah. Dia kerok daging kelapa lalu dia bawa untuk suaminya.
“Cape Yank?” tanya Putut dengan penuh kasih ketika istrinya mendekat sambil membawa degan.
“Cape apanya? Ini ‘kan kerjaan rutin biasa,” sahut Amie sambil menyerahkan degan pada suaminya.
“Makasih ya Yank,” Putut menyempatkan mencuri mencium pipi Amie.
Perbuatan itu tak sengaja dilihat Jhon yang akan bertanya tentang penjempit arang untuk menambah arang di bara yang dia buat.
‘*Aku senang, Amie beruntung mendapatkan Putut yang memang sangat mencintainya*,’ batin Jhon. Akhirnya dia mengurungkan bertanya pada Putut. Dia bertanya pada para pekerja saja.
“Wah asyiiik ya,” Putri berkomentar melihat Putro dan Jhon membakar ikan untuk makan siang mereka.
“Hubby, kapan-kapan kita ajak Abi dan Umi kesini ya? Mereka pasti suka kegiatan begini,” Farah langsung mengingat kedua orang tuanya yang memang senang akan kegiatan seperti ini.
“Boleh. Kita pas kan dengan jadwal panennya Putut,” sahut Jhon sambil membalik arang. Karena bagian ikan adalah Putro. Dan Putri bolak balik membuat foto kegiatan suami dan adik-adiknya.
“Aku ada koq kalau buat makan-makan,” suara jawaban terdengar dari jauh. Ternyata Ragil, Wahyu dan Saka datang naik motor. Ragil memang sedang di Jogja sejak hari Kamis. Tadi pagi dia segera mengatur jadwal janjian dengan Wahyu.
“Kamu tahu aja ya. Datang pas hampir matang,” goda Putri. Ragil sangat senang sekarang dia punya dua kakak perempuan yang menyayanginya.
“Buat apa punya kakak kalau aku masih harus repot mbakar?” Ragil menjawab godaan Putri. Dan semua tertawa.
“De, kamu mau degan?” tanya Amie pada Saka yang mulai ABG.
“Enggak Mbak, aku pengen makan ikan bakar banyak, jadi enggak mau kembung rucuh degan,” jawab Saka kalem.
Nasi datang tepat ikan bakar sudah banyak yang matang sehingga makan siang bisa dimulai. Amie membuka sambal dan kerupuk.
Tadi Amie sudah memetik timun, labu siam kecil dan kacang panjang. Dia sudah rebus labu siam kecil.
Sedang kacang panjang dibiarkan mentah hanya dia potong sejengkal saja.
”Ayo kita mulai makannya. Ini lalapan dan sambal kecap serta sambal terasi,” Amie pun mempersilakan semua mengambil nasi bungkus masing-masing.
Dari rumah, nasi sengaja ada yang dibuat bungkus kecil. Untuk para perempuan yang porsinya lebih sedikit. Farah dan Putri mengambil bungkusan kecil itu. Beda dengan Amie yang mengambil bungkusan besar.
Amie membuka bungkusan nasi dan meletakkannya dipiring tanpa menuangnya. Masih beralas daun sehingga piring tidak kotor.
Amie juga mengambil satu ekor ikan patin bakar dan sepotong ikan gurame bakar dalam sebuah piring lainnya. Dia tuang sambal dan dia letakkan beberapa lalapan.
“A …,” dia menyuapi Putut tanpa malu, lalu dia juga makan berseling dengan Putut.
“Mas makan sendiri aja Yank,” Putut pun ikut mengambil nasi dan ikan dari piring nasi Amie. Dia pun kadang menyuapi istrinya walau sudah satu piring berdua.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGEitu ya.