THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
KETULAH?



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Pagi ini Farah dikejutkan oleh John yang muntah-muntah sejak selesai salat Subuh tadi Jhon muntah tak henti.



"Kamu kenapa Hubby?" Farah cemas. Dia menggosok minyak kayu putih ke perut suaminya.



"Entah aku mual," keluh Jhon lirih



Jhon sudah sangat lemah karena muntah tak henti.



"Kemarin makan apa yang bikin sakit?" Selidik Farah.



"Enggak kemarin enggak makan apa-apa selama penerbangan. Makanan kantor aja seperti biasa enggak beli apa pun," jawab John.



Jhon memang sudah mulai terbang. Hanya jarak pendek dan hanya dua kali seminggu. Kadang juga hanya satu kali seminggu



Farah membuatkan minum hangat mereka tak perlu keluar kamar untuk membuat minuman.



"Minum tehnya," Farah memberikan teh madu untuk Jhon.



"Aku enggak kepengen," kata Jhon menolak teh yang disodorkan istrinya.



"Hubby maunya apa?" Farah masih sabar. Dia tahu orang sakit kadang tak ingin makan minum karena semua yang masuk di mulut serasa pahit.



"Aku ingin teh tubruk nggak mau pakai madu tapi pakai gula batu," Jhon menyebut apa yang dia inginkan.



'*Tumben sih dia minta sesuatu. Biasanya apapun yang aku siapkan selalu dia minum atau dia makan tanpa protes*.' pikir Farah. 



"Hubby, kita nggak punya gula batu. Aku beli dulu ya." tak peduli istrinya akan keluar, Jhon hanya mengangguk. Biasanya dia tak akan seperti itu. 



Farah pun memakai jilbab instannya dan mengambil kunci motor dia akan keluar untuk beli gula batu sesuai dengan keinginan Jhon.



"Ada yang mau di pesan lagi nggak?" tanya Farah dengan sabarnya. 



"Enggak nanti kalau ada apa-apa aku kirim chat aja," Jhon kembali malas merespon dia sudah kembali berbaring karena sangat lemah.



Farah membeli gula batu sekalian dia beli sayuran untuk masak. Farah juga beli tempe gembus saat mau keluar dari pasar dia melihat banyak uritan di tukang ayam. Farah langsung membeli semuanya karena uritan sulit di dapat. Setelah banyak membeli bumbu Farah segera bergegas pulang.



"Ini teh tubruk dengan batunya," Farah menyerahkan gelas teh dengan dengan tatakan piring kecil.



Jhon menyesap teh yang dia inginkan itu. Dia merasa kepuasan tersendiri. Ada sensasi rasa yang tak bisa dia ceritakan ketika keinginannya terpenuhi. 




"Bingung gimana Hubby?" Farah juga ikut minum teh miliknya. Dia tadi membeli cenil di pasar.



![](contribute/fiction/6174183/markdown/10636434/1676859456555.jpg)



"Kamu kan belum mens," kata Jhon.



"Eh … sekarang tanggal berapa?" Farah melihat ponselnya. Dia melihat tanggalan.



"Beneran terlambat delapan hari *Honey*," Farah tercekat melihat ponselnya.



"Apa aku ketulah ya sama Putut. Aku kena *morning sickness* karena kamu telat. Ayo kita periksa," ajak Jhon.



"Tapi aku mau masak pecel," tolak Farah. Dia pikir enggak langsung ke rumah sakit. 



"Ya nggak usah masak lah," cegah Jhon. Dia sangat penasaran.



"Kita nggak beli *test pack* dulu aja?" Ujar Farah.



"Nggak usah, langsung ke dokter aja," Jhon langsung bangkit dari ranjang. Dia pun lupa kalau barusan lemas karena muntah-muntah.



"Bisa bawa mobilnya?" tanya Farah.



"Aku nggak apa-apa," kata Jhon.



"Tadi yang muntah-muntah siapa? Bikin panik istrinya aja," ejek Farah.



"Sekarang udah enggak apa-apa. Kan muntah juga enggak ganggu orang nyetir mobil," Jhon pun mengarahkan mobilnya ke rumah sakit terdekat yang besar di dekat perumahannya.



"Kenapa nggak ke dokter kita yang waktu itu kita datangi saat suntik KB?" Farah bingung Jhon pindah rumah sakit.



"Kalau kita balik ke sana nanti setiap kontrol kamu jauh. Dan aku sudah lama cek disini dokter kandungannya laki atau perempuan," jawab Jhon lagi. 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.



![](contribute/fiction/6174183/markdown/10636434/1676859456664.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.