
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
“Abang berdua mau kami masukkan ke group WA kami?” tanya Jhon pada kedua iparnya.
“Isinya hanya kita-kita, karena para istri punya group sendiri,” Putut memberi keterangan tambahan pada Ilham dan Farouq.
“Kalau buat ngerumpi sesama lelaki Abang mau,” jawab Ilham cepat. Dia malas bila dalam group tak bebas bicara atau bercanda karena rikuh ada pasangan lainnya.
Resmi sudah Farouq dan Ilham masuk group pandawa yang sekarang berubah nama menjadi group LELAKI IDAMAN. Itu hasil debat cukup alot karena semua berpendapat dengan konyol.
“Ayo kita tidur, ingat besok mau berangkat pagi. Jangan lupa jaket dan kaos kaki serta alat salat,” Putro yang cukup lelah ingin segera tidur. Putri dan para istri lainnya sejak tadi sudah tidur.
“Tidur apa tidur?” goda Putut dengan usilnya.
“Tidurlah, emang kamu,” balas Putro enggan. Dia memang kadang tak bisa libur menyuntik istrinya.
“Aku sedang ditahan untuk tidak rajin *nandur* Mas. Mencegah gagal panen,” Putut memberi tahu dia harus menahan diri tak terlalu sering menyentuh istrinya agar kandungan Amie aman. \[ nandur \= menanam \].
“Wah *aku ra krungu ah. Esih balita*,” Ilham sadar diri pembicaraan saat ini bahasan orang yang sudah berumah tangga. Dia pun menuju rumah depan untuk tidur di kamar yang disediakan.
Sementara Wahyu dan Ragil bersiap mengeluarkan kasur dan menggelar serta memasang seprey untuk mereka tidur malam ini. Tak lupa tiga selimut tebal sudah Amie sediakan.
Wahyu dan Ragil juga menggunakan jaket dan kaos kaki tebal sebagai teman tidur mereka malam ini. Farouq yang memang niat ikut tidur dengan Ragil dan Wahyu pun bersiap ‘perang’ dengan kondisi di lapangan. Orang kaya memang seperti itu. Diberi kamar malah pengen merasa tidur gelaran diluar.
\*\*"
Di rumah depan, ternyata pasukan old tetap masih terjaga. Para lelaki sepuh tetap asyik dengan obrolan mereka. Hanya empat perempuan old saja yang sudah tidur lebih dulu. Bu Tiwi sejak tadi sudah tidur memeluk Saka yang malam ini dan esok malam, mengungsi ke kamar orang tuanya.
\*\*\*
Sementara Farouq di rumah belakang mulai merasakan sensasi tidur dialam bebas. “Rasanya seperti saat camping ya,” katanya dengan gigi yang beradu.
“Kalau musim kemarau memang lebih dingin daripada musim hujan,” sahut Wahyu.
“Koq gitu? Bukannya musim hujan lebih dingin?” tanya Farouq bingung.
“Entah keterangan secara ilmiahnya bagaimana. Tapi memang seperti itu kenyataannya. Bahkan kalau musim kemarau angin sore saja sudah sangat dingin,” balas Wahyu pula.
“Sudah enggak perlu bahas hal-hal ilmiah. Sekarang sudahi obrolan,” Ragil mencoba cepat tidur. Dia juga suka camping dan suasana alam. Dia tak sabar kembali melihat sunrise esok pagi.
Akhirnya mereka memaksa berhenti bercerita agar bisa tidur. Karena bila masih ada yang buka suara, yang lain tentu akan membalas sehingga tak akan pernah usai.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNREQUITED LOVE itu ya.