THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
MAS CUMA CINTA KAMU



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Yank, dengar ya! Mas tidak menggubris kata-kata Syarif tadi, bukan karena Mas malu punya istri kamu. Tapi karena Mas enggak anggap kata-katanya itu penting. Yang penting buat Mas hanya kamu. Bukankah tadi pagi kita sudah sepakat malam ini kita akan mengatur jadwal resepsi pernikahan kita dengan pakde dan bude? Mas cuma cinta ama kamu Yank, kamu harus ingat itu,” bisik Putut dengan lirih penuh cinta.


Tanpa malu Putut menciumi kening Amie yang sengaja dia tengadahkan wajahnya dengan memegang dagu istrinya.


“Mas cuma cinta kamu Yank, demi kamu Mas keluar kerja dari Bandung. Demi kamu Mas memilih kembali ke Jogja. Cuma kamu yang Mas cinta. Jangan pernah bilang Mas malu punya istri kamu. Kamu pilihan Mas,” Putut kembali memeluk istrinya.


Amie yang merasakan ketulusan Putut membalas memeluk pinggang suaminya dan menyandarkan kepalanya di perut sang suami yang berdiri. Sehingga memang kepala Amie ada di perut Putut.


Farah dan Jhon saling berpandangan lalu perlahan meninggalkan suami istri yang telah damai itu.


“Alhamdulillah ya Kak, mbak Amie cepat luluh. Enggak kebayang kalau dia ngambeg!” Farah bersyukur Putut bisa mengatasi Amie dengan cepat.


“Aku juga sangat bersyukur Amie berjodoh dengan Putut. Aku enggak tahu apa jadinya Amie tanpa Putut yang mencintainya dengan tulus. Satu tahun full Putut merawat Amie yang hilang ingatan karena tak ingin kembali “hidup”. Tanpa cinta kasih Putut dan keluarganya tentu Amie akan dirawat di rumah sakit jiwa. Sedang keluarga mantan suaminya saja tak pernah menengoknya sekali pun,” tanpa sadar Jhon membuka lembaran hitam Amie. Dia merasa nyaman berbagi duka dengan Farah.


“Enggak kebayang ada orang seperti keluarga mantan suami mbak Amie,” Farah tak akan percaya bila yang bercerita bukan Jhon.


Jhon bukan orang yang mudah cerita, maka Farah langsung percaya. Terlebih dia mengetahui saat di rumah Wiwied hari Jumat lalu.


“Kita juga enggak nyangka Amie mendapat perlakuan seperti itu. Semoga saja kedepannya Amie selalu bahagia,” jawab Jhon. Mereka bersiap diposisi masing-masing dengan pasangan berdiri masing-masing.


***


“Kita ke depan yok Yank,” ajak Putut sambil mengajak istrinya bangkit. “Senyum dong, kamu tetap manis walau cemberut gitu. Tapi Mas lebih suka kalau istri Mas yang manis ini tersenyum,” kata-kata gombal keluar dari mulut Putut.


Amie tersipu malu, dia pun tersenyum untuk suaminya. Dia genggam tangan hangat Putut dan berjalan bersisian kedepan.


Putut memang tak bertugas menerima tamu atau apa pun, tapi dia tetap harus ke depan karena Amie adalah adik mempelai lelaki. Sengaja Amie tidak ditugaskan sebagai pagar ayu karena saat awal penentuan kondisi kesehatan mental Amie masih diragukan.


“Kamu duduk sini ya,” Putut menunjuk kursi yang kosong di dekat pintu masuk, tak sengaja Putut melihat Syarif yang sedang bicara dengan adiknya yang dia katakan naksir Putut sejak lama.


“Rif,” Putut memanggil Syarif sambil melambai. Syarif sangat senang Putut memanggilnya saat dia sedang dengan adik perempuannya. Syarif menggamit lengan adiknya agar menghampiri Putut yang memanggilnya.


“Tentu saja aku ingat. Apa khabar?” Putut langsung mengulurkan tangan untuk berjabat tangan. Si gadis tersipu manis dan menyambut jabatan tangan Putut dengan senang hati.


“Rif, perkenalkan, ini istriku tercinta,” Putut memegang tangan Amie untuk berdiri dan berkenalan dengan Syarif.


“Istri? Kamu sudah nikah?” tanya Syarif bingung.


“Kami sudah menikah enam bulan lalu. Nanti resepsinya akan kami adakan setelah mas Putro,” jawab Putut. Syarif adalah sepupu Putro dari pihak ibu sehingga dia tidak mengenal Amie yang sepupu Putro dari pihak ayah.


“Jadi … jadi …,” terbata adik Syarif, saat mengetahui kesempatannya mendekati Putut sudah tertutup.


Amie hanya tersenyum tipis saat melihat wajah kaget milik Syarif dan adiknya. Belum juga Putut lega karena terlepas dari persoalan lanjutan dengan Syarif dan adiknya, tetiba ada sapaan lembut memanggil Putut.


“Honey,” suara manja menyapa Putut.


“Nadia?” Putut kaget melihat mantan kekasihnya bisa berada di Solo. Sesungguhnya Nadia sedang liburan di Solo, temannya mengajak datang ke pesta pernikahan Wiwied sebelum mereka hang out.


Nadia tentu sangat senang bisa bertemu dengan Putut tanpa terduga. Dia langsung menghampiri Putut dan hendak menciumnya. Gegas Putut mendorong perempuan kotor itu.


“Iya, ini aku Honey. I miss you very much!” balas Nadia dengan percaya dirinya.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  INFIDELITY BEFORE MARRIAGE YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL INFIDELITY BEFORE MARRIAGE  ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta