
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Abi, Umi, besok penerbangan saya terakhir," Jhon mengatakan pada Farhat dan bu Dina ( Farahdina ) saat makan malam.
"Kenapa? " Farhat tentu merespon ucapan menantunya itu.
"Saya akan resign. Saya juga sekalian sehabis resepsi nanti kami akan langsung pindah rumah," tanpa ragu Jhon memberitahu keputusan.
"Kalian akan tinggal dimana?" tanya Umi.
"Kami sudah membeli rumah Umi. Lebih tepatnya membangun rumah sesuai selera kami." Jelas Farah.
"Saat ini sudah kami isi kamar tidur utama dan dapur. Dan kami siap pindah," kata Farah lagi.
"Barang lainnya?" Tentu saja Farahdina bertanya. Apa anaknya kurang uang?
"Sengaja belinya step by step. Uang kami cukup. Kami ingin melihat apa yang kami butuhkan, bukan beli karena di rumah orang ada benda itu," Farah sepertinya bisa mengerti kalau uminya menduga uangnya tak cukup.
"Kami ingin melihat apa yang perlu kami isi jadi tidak asal beli aja. Sengaja kami isi ruang kamar tidur dan dapur dulu. Yang lainnya nanti setelah kami pindah," Jhon melengkapi kalimat istrinya. Farhat melihat kejelian dari Jhon yang tidak asal beli barang. Ini poin plus di mata Farhat.
"Baiklah kalau kamu maunya itu," umi dan abinya Farah tak bisa lagi membendung kemauan putri kecil merrka.
"Ini undangan sudah jadi, Farah memberikan tumpukkan undangan manis. Di sana terlihat foto buku akad nikah.
"Abi dan Umi sudah bisa sebar sesuai dengan data yang Abi punya waktu itu,"
"Alasanmu resign kenapa?" Tanya Farahdina lagi.
"Saya ingin punya banyak waktu saat istri saya hamil nanti. Kalau pun kerja tapi tidak pergi lima sampai tujuh hari seperti sekarang,"
"Ya itu baguslah," Farahdina tentu senang akan alasan yang Jhon kemukakan.
\*\*\*
"Ma aku udah punya rumah. Kami udah beli," kata Putri pada Mentari di meja makan saat sedang makan malam bersama suami mereka masing-masing.
"Rumah apa?" tanya Lesmana bingung.
"Mama belum cerita ke Papa?" Tanya Putri. Biasanya sang mama yang menyampaikan apa yang dia ceritakan.
"Mama lupa," jawab Mentari.
"Jadi ceritanya kami pengen hidup Mandiri Pa. Tapi kan nggak boleh sama Mama. Aku minta izin Mama untuk punya rumah weekend. Nanti setiap Jumat sore sampai Senin pagi kami tinggal di rumah kami sendiri. Kalau hari Senin siang atau hari Senin sore begitu pulang kerja kami kembali ke sini sampai hari Jumat," jelas Putri. Dia tak takut Lesmana akan melarangnya karena bukan seperti itu sifat yang Lesmana miliki.
"Oh baguslah," kata Lesmana. Sesuai dugaan Putri. Sang papa enggak akan komplain.
"Rumahnya sudah siap?" tanya Mentari.
"Nanti sambil nunggu rumah Siap kami hunting perabotan," lanjut Putri lagi.
"Jadi kalian pindah mulai dua minggu lagi?" Mentari penasaran.
"Enggak Ma mungkin minggu ketiga. Kan rumahnya belum ada barang jadi untuk awal-awal itu kami akan belanja dan nunggu barang datang."
"Minggu ketiga lah mungkin baru kamu mulai ke rumah weekend," kata Putro.
Lesmana dan Putro lalu diskusi masalah pertemuan bulan depan. Pertemuan rutin tiga bulanan tiga keluarga.
"Papa jangan lupa atur waktunya Pa. Karena berpengaruh pada liburnya Jhon. Dia harus atur waktu penerbangan agar bisa hadir," kata Putro
"Iya Papa udah tentukan sih. Besok akan Papa kasih tahu semua kepala keluarga agar bisa kumpul semua. Papa cuma lagi pikir thema."
"Kita mau bikin apa? Masa bebakaran lagi kayak di tempatnya Putut."
"Kita bikin acara BACK TO NATURE aja Pa. Lebih enak," jawab Putro.
"Maksudmu gimana?" Lesmana penasaran dengan ide menantunya.
"Gimana kalau camping dan api unggun Pa?" Putro menggulirkan idenya.
"Berarti kita harus siapin tenda banyak dong. Sayang nanti sesudahnya tenda nggak dipakai," kata Mentari. Dia memang paling perhitungan dengan budged.
"Enggak perlu beli Ma," jawab Putro.
"Kan kita bisa sewa. Banyak kok jasa penyewaan. Kita sewa tenda tidur. Tenda yang ada ruang tamu serta tenda masak atau dapur umum. Jangan tenda yang seperti yang di pinggir jalan itu nggak nyaman karena itu kan tenda anak-anak main aja," kata Putro lagi.
"Lalu nanti acaranya masak bersama dengan tenda dapur umum itu. Kita siapin aja kompor-kompor camping kecil untuk semua masak air bikin kopi atau sarapan masing-masing."
"Makan siang dan makan malam yang masak bersama di dapur umum."
"Oke kita mantepin konsep itu," Lesmana suka itu.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.