
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Pak Siswojo yang masih di ruang televisi tentu kaget saat Jhon cerita pak Farhat merestui hubungan anaknya dengan Farah dan meminta dirinya datang berkenalan. Pak Siswojo mengerti pertemuan besok bukan lamaran, hanya makan malam biasa. Dia menyanggupi dan akan berdiskusi dengan istrinya. Karena saat ini bu Diah sudah tidur.
“Kamu pulang kapan? Dan rencananya kamu akan memberi waktu kesana kapan?” tanya pak Siswojo.
“Aku hari Rabu tengah malam baru landing. Bagaimana kalau kita bikin malam Sabtu atau malam Minggu?” tanya Jhon.
“Ayah setuju. Coba kamu beritahu Farah, biar mereka menentukan kapan bisa menerima kita. Hari Jumat malam atau hari Sabtu malam,” balas pak Siswojo. Jumat malam yang dimaksud pak Siswojo tentu sama dengan malam Sabtu yang dimaksud Jhon. Itulah perbedaan pengucapan untuk hal yang sama.
“Injih Yah, matur nuwun. Saya pamit istirahat sekalian memberitahu Farah soal hari yang kita ajukan,” Jhon langsung menuju kamarnya.
‘Babe, sudah tidur?’ Jhon mengirim chat pada Farah terlebih dahulu.
‘Belum Kak, sedang menyiapkan baju untuk kerja esok hari,’ jawab Farah.
‘Aku bisa telepon?’ tanya Jhon. Dia memang paling malas berbalas chat.
Tanpa menjawab, Farah yang menghubungi Jhon lewat telepon lebih dulu. “Kenapa Kak?”
“Aku sudah bicara dengan ayah. Aku ‘kan sampai Indonesia hari Kamis dini hari. Kamis aku tidur. Bagaimana bila pertemuannya malam Sabtu atau malam Minggu?” tanya Jhon.
“Aku enggak bisa jawab sekarang ya Kak. Besok pagi akan aku sampaikan pada Abi dan Umi. Nanti jawaban mereka aku beritahu ke Kakak,” jawab Farah diplomatis. Dia tentu tak berani menjawab langsung hal itu.
“Oke, sekarang kamu istirahat ya, met bobo Babe,” Jhon segera memutus pembicaraan dengan Farah. Dia juga harus bersiap dan segera tidur.
“Thanks Kak,” jawab Farah. Dia masih kaku dan bingung mau sebut Jhon dengan panggilan apa? Sementara sejak awal mereka jadian Jhon menyebutnya dengan panggilan sayang BEIB / BABE.
***
“Malam Minggu saja, biar Ilham dan Farouq bisa ada di rumah,” jawab pak Farhat ketika pagi ini Farah memberitahu option yang Jhon berikan untuk pertemuan dua keluarga. Farhat langsung menghubungi dua putranya agar kembali hari Jumat malam karena Sabtu malam Farah akan mengenalkan calon tunangannya. Sebenarnya Farhat dan istrinya mempunyai rencana lain yang tidak dikatakan pada ketiga anak mereka. Tentu saja maksudnya Jumat malam minggu depan, karena Jumat malam minggu, ini Jhon si pelaku utama masih sibuk bekerja.
“Saat ini Kak Jhon sudah terbang Bi, dia take off jam enam tadi pagi, jam tiga dini hari sudah berangkat dari rumah ke bandara. Aku akan sampaikan, paling nanti tengah malam dia baru buka ponselnya.” jawab Farah.
Memang jam tiga dini hari tadi Jhon memberitahu dia berangkat ke bandara. Dan saat jam 05.30 Jhon memberitahu sudah di atas pesawat, bersiap take off jam enam.
***
“Selamat pagi Pak,” Indra memberi salam saat dipersilakan masuk ruangan pak Farhat oleh sekretaris pak Farhat. Sekretaris pak Farhat adalah Pak Husnain. Sudah ikut pak Farhat sejak muda. Sekarang pak Husnain sudah punya dua anak remaja.
“Ini Indira yang akan menjadi sekretaris saya,” Indra memperkenalkan sosok yang sejak tadi mengikuti di belakangnya. Farhat mengangkat wajahnya dari layar laptop yang dia pandangi sejak tadi.
“Indra dan Indira. Kalian pasangan yang cocok. Mungkin dia jodohmu Ndra,” celetuk pak Farhat spontan. “Selamat bekerja ya Indira, semoga kamu bisa menunjang kinerja Indra untuk ke depannya. Bukan malah menghambat!”
“Terima kasih Pak. Akan saya upayakan semampu saya,” jawab Dira pelan sambil menunduk. Kalimat terakhir dari pemilik usaha ini sangat menohok. Padahal niatnya masuk ke perusahaan hanya untuk membantu Indra mengambil alih perusahaan ini.
***
Sesuai rencana, pagi ini Wiwied menjemput Farah sejak pagi, alasannya mau jalan-jalan ke sunmor. Itu disebabkan teknisi CCTV hanya bisa memasang diluar jam kerjanya. Sehingga side job seperti ini harus dilakukan diluar jam kerja.
“Kalian mau kemana?” tanya pak Farhat saat melihat Wiwied datang dengan kaos training kembaran dengan Putro.
“Jalan-jalan aja Om, mau ke sunmor ( Sunday morning, suatu pasar kaget yang hanya dilakukan setiap hari Minggu di Jogja ),” jawab Wiwied. Mereka sedang menunggu Farah yang belum siap. Farah tak mengira sepagi ini. Farah baru membaca pesan chat dari Ragil saat mobil Putro masuk ke halaman rumahnya.
Sesampai di kantor Farah, Ragil tak mau masuk lebih dahulu. Dia sengaja menunggu mas Putro dan Farah tiba, baru dia masuk ke area parkir yang gerbangnya terkunci.
Cukup lama Farah dan Ragil memastikan semua terpasang dengan baik sementara Putro dan Putri menemani satpam yang bertugas pagi ini. Mereka membawa kopi dan bubur ayam yang sengaja dibeli untuk makan bersama menunggu pemasangan selesai. CCTV sengaja dihubungkan ke ponsel Farah dan laptopnya.
“Ini untuk beli kopi Mas,” Farah memberi amplop pada kedua teknisi yang datang saat mereka sudah selesai pemasangan.
“Semua sudah dibayar pak Jhon,” tampik seorang teknisi.
“Ya enggak apa-apa. Ini ‘kan bukan upah kerja. Tapi tanda terima kasih saya aja,” balas Farah.
***
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL UNCOMPLETED STORY YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL UNCOMPLETED STORY ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta