THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
KESERUAN FAROUQ DAN ILHAM



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Sementara saat ini Putri dan Farah sedang mempersiapkan degan untuk para lelaki kecuali suami mereka. Nanti untuk para suami akan dibuatkan oleh istri masing-masing agar tidak salah. 



“Enggak apa-apa koq Bu. Sudah selesai semua. Yang penting Ibu happy datang kesini,” jawab Amie sebagai nyonya rumah.



“Kamu dan Putri panggil saya UMI, seperti Farah ya. Kamu itu anak saya juga,” pinta bu Basalamah. 



“Injih Umi,” sahut Putri. Sejak dulu dia memanggil bu Basalamah dengan sebutan tante.



“Injih Umi,” sahut Amie. Perempuan ini bersyukur semakin banyak orang tua yang dia miliki.



“Baunya enaaaaaaaaaaak bangeeeet,” Farouq yang baru datang langsung berkomentar saat mencium bau ikan bakar yang sedang dikerjakan oleh Wahyu dan Ragil. Jhon bagian menjaga bara api. 



“Sebaiknya kita ikutan bakar supaya punya kenangan indah,” Ilham langsung ikut membantu Ragil. Dia mengoles kecap untuk bebek dan ikan bakar



Sementara Farouq mengabadikan semua dengan cameranya. “Bang, ini es kelapa mudanya,” Farah memberitahu Ilham dan Farouq kalau degan sudah tersedia. 



“Makasih ya Dek, kamu kasih tau liburan disini. Untung kita tertarik ikutan. Semua serba menakjubkan,” Ilham menyeruput es kelapa muda sedikit lalu kembali membalik ikan.



“Abi enggak nyangka bisa makan di lokasi terbuka dan kalian ikut serta masak,” Farhat yang melihat anaknya ikut terjun tentu senang dengan kegiatan ini. 



Bu Lesmana juga tak mau diam, dia ikut mengedarkan degan yang sudah siap untuk para bapak. 



“Umi silakan minum degannya, itu baru petik jadi rasanya masih manis walau tak diberi gula atau sirop,” Amie menawarkan bu Basalamah degan. Dia sedang menyiapkan gula merah untuk dimasukkan ke kelapa muda buat minuman suaminya yang baru datang. Putut datang terakhir karena dia nunggu selesai pembayaran dari para pembeli. 



“Umi? Wah kalau begitu kamu wajib panggil saya MAMA,” bu Lesmana tak mau kalah dengan bu Basalamah.



“Injih Ma,” sahut Amie.



“Ikan dan bebek bakar sudah mulai matang, silakan yang mau mulai makan. Nasi timbelnya ada yang ukuran besar, ada yang ukuran kecil. Itu memang disengaja."



"Bukan tidak bisa membungkus. Karena biasanya yang kecil untuk perempuan dan untuk lelaki yang ingin tambah nasi, mereka hanya butuh yang bungkusan kecil,” bu Tiwi mempersilakan semua makan. 




“Ini lalapan semua juga dari kebun?” pak Lesmana tetap tak percaya.



“Bahkan cabe buat sambal juga dari kebun Pa,” sahut Putro sang menantu.



“Wah asyik ya Put,” sahut mertua lelaki dokter gigi itu. 



“Begitulah didesa Pa,” keduanya sekarang membuka daun pisang pembungkus nasi.



“Pakde, ini bebek yang Wahyu ternak lho,” Putut mempromosikan hasil ternak adiknya.



“Jadi bebek dan ayam juga hasil peternakan sendiri?” Farhat tak menyangka keluarga pak Cokro juga memiliki peternakan bebek. 



“Itu usaha Wahyu. Dia membuat peternakan karena temannya Putut butuh pemasok bebek rutin bagi rumah makannya,” sahut pak Cokro.



“Wah enak, tak perlu cari pasar lagi. Langsung dapat penampung hasil panen,” pak Lesmana ikut mengomentari usaha Wahyu.



Farouq minta Jhon untuk mengabadikan dirinya yang sedang mengatur bara api. Lalu dia yang sedang membakar ikan. Juga saat dia membakar bebek, saat dia mengoles kecap pada ikan juga bebek. Semua dia ingin pamerkan di media sosial miliknya. 



“Aku ikut mejeng dong,” pinta Farah.



Lalu Farouq berpose sedang menyuapi ikan bakar untuk Farah sang adik bungsu. Semua orang tua tentu bahagia melihat anak-anaknya rukun dengan adik dan ipar-ipar mereka. 



Tak ada yang tak puas dengan kegiatan inti siang ini. Acara puncak pertemuan kali ini memang bebakaran. Semua gembira dan silaturami semakin erat.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.



![](contribute/fiction/6174183/markdown/10636434/1675483735250.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNREQUITED LOVE itu ya.