
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Ragil yang lebih dulu selesai diukur langsung menghampiri rombongan para gadis di gazebo. “Sudah Dek?” tanya Wiwied basa basi.
“Sudah Mbak.”
“Kenalin ini adik sepupu Mbak, ini teman Mbak dari SMP, ini …,” Wiwi
ed memperkenalkan semua yang ada di sana pada Ragil.
“Tris,” demikian Ragil memperkenalkan namanya. Memang nama itu biasa kenalannya memanggil. Singkatan dari Trisulo. Hanya kerabat dekat yang mengetahui panggilan di keluarganya. Ragil yang artinya bungsu.
“Lancar Mbak?” tanya Ragil.
“Lumayan Dek, hanya kurang pagar bagus tiga orang. Mbak agak sulit karena teman cowok Mbak terbatas.” Wiwied mengeluhkan keterbatasan kenalan pria pada calon adik iparnya.
“Aku bantu ya. Bikinkan satu pas dengan ukuranku. Atas nama Wahyu. Dia adik sepupuku di Jogja, nanti akan aku telepon. Yang dua lagi aku lihat dari daftar kontakku dulu. Sebentar aku telepon teman-temanku yang bisa pas tanggal resepsi dan bisa datang sekarang untuk ukur badannya,” dengan segera Ragil menghubungi Wahyu dan beberapa temannya hingga akhirnya masalah kekurangan tiga orang untuk pagar bagus bisa segera teratasi.
“Makasih bangeeeeeeet yo Dek,” Wiwied sangat senang atas bantuan Ragil.
“Ayok pulang!” tanpa basa basi Jhon yang baru selesai di ukur langsung mengajak Ragil pulang.
“Koq buru-buru tho,” Wiwied jadi tidak enak karena Jhon terlihat sangat kaku.
“Saya ada jadwal kerja malam ini,” balas Jhon datar. Sedang Farah yang melihat Jhon kaku hanya bingung. Karena tiga kali dia bertemu diluar pertemuan saat lamarannya Wiwied, Jhon terlihat hangat walau diam. Tidak kaku seperti sekarang.
“Mari semua,” pamit Ragil, mengikuti Jhon yang sudah lebih dulu melangkah menuju ke mobilnya.
“Ihhhhhh, adiknya calon suamimu koq dingin gitu?” Tanya seorang teman Wiwied.
“Sama dengan mas Putro. Dia terkenal dingin dan tak pernah melihat perempuan sama sekali,” Wiwied membela Jhon. Dia tahu dari teman-teman Widyo bagaimana dinginnya Putro sejak SMA dan semasa mahasiswa hingga jadi dokter.
“Beneran?” Farah malah tak percaya, karena yang dia lihat Putro sangat hangat dan kolokan pada Wiwied. Tak pernah malu memperlihatkan kemesraannya pada Wiwied dimana pun.
“Serius. Teman-temannya aja bingung dia bisa jatuh cinta dan baru kenal dua minggu langsung ngajak nikah,” tukas Wiwied santai.
“Edaaaaaaaaaan, aku pengen punya suami yang seperti itu. Hanya pernah jatuh cinta pada diriku seorang. Enggak pernah ke perempuan lain!” pekik Anti.
“Itu mah satu diantara seribu,” komentar Farah.
“Tapi ‘kan ada. Kecuali nol diantara seribu,” balas Anti ngeyel.
***
Akad nikah yang akan dilaksanakan hari Jumat pagi, tak bisa langsung dilakukan resepsi malamnya. Karena gedung yang bisa disewa adanya hari Minggu siang. Maka resepsinya akan diadakan hari Minggu.
Tentu hal itu harus dipikirkan untuk penginapan para saudara yang dari luar kota. Maka pak Siswojo sedang menghubungi penginapan yang dekat dengan gedung resepsi. Dan untuk keluarga pak Cokro juga harus dipersiapkan lebih dahulu karena Amie tak akan mereka ajak ke rumahnya.
Mereka masih belum berani membawa Amie ke rumah. Lebih aman Amie menginap di hotel saja. Karena acara akad diadakan Jumat pagi, tentu kerabat yang dari Semarang, Jogja, Sragen dan daerah lain tak bisa datang langsung di Jumat pagi. Mereka pasti harus sudah berada di Solo sejak hari Kamis malam dan baru kembali ke kota asal paling cepat hari Minggu malam karena resepsi diadakan hari Minggu siang.
Jhon hari ini tak ada di rumah, dia harus menabung libur sehingga sejak hari Kamis siang hingga ke hari Senin pagi dia bisa tidak diberi jadwal kerja. Kalau ambil cuti, dia sudah tak punya lagi di tahun ini. Karena sudah diambil saat sering mbolos ketika Amie sakit dulu.
Semua sibuk karena waktu memang sangat mepet. Tapi karena dijalani dengan senang, tak ada yang mengeluh.
***
Farah baru saja selesai mempelajari berkas yang tadi diserahkan asistennya. Sesuai perjanjiannya dengan Farhat, kalau dia mau menikah dengan Farhan maka dia boleh memimpin perusahaan yang di Solo saja tidak di Singapore.
Dia sudah menerima dilamar oleh Farhan, walau lamaran batal karena keluarga Farhan yang mundur. Tapi kesalahan bukan ada di pihak Farah ‘kan? Itu sebabnya ketentuan tentang lokasi ‘magang’nya tak bisa diubah.
“Mas Indra, ini koq agak aneh ya?” Farah memberi banyak note pada berkas yang tadi dia periksa untuk dipelajari.
Indra adalah asisten sekaligus tutornya Farah dalam magang di perusahaan Farhat. Indra adalah Manager keuangan yang sangat dipercaya oleh Farhat. Usianya masih muda, seumuran dengan Ilham, kakak sulung Farah. Muda, ganteng dan berprestasi. Pasti Indra adalah sosok idaman para gadis.
Ada senyum tipis dibibir pemuda ganteng itu. “Rupanya kamu pintar ya, kamu bisa mengetahui kesalahan yang ada dalam berkas itu.”
“Lalu seharusnya bagaimana? Jangan hanya kamu tahu itu salah, tapi kamu harus tahu bagaimana merevisinya!” Indra meninggalkan meja kerja Farah dengan santai.
“Huuuuuuh, bukannya ngajarin !” saat Farah sedang serius berpikir bagaimana memperbaiki kesalahan yang ada di berkas, telepon di mejanya berdering.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta