
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Paginya di saat sarapan di ruang makan hotel acara penangkapan kecoa jadi pokok bahasan utama untuk semua orang dalam keluarga Farhat.
"Tak percaya kok ada yang berani menyusup di acara seperti itu."
"*Kok wani yo*."
"*Iyo Mas aku yo gumun ( heran* )."
"*Piye ra gumun kok wani nan*?"
"Aku penasaran sama penanggung jawab atau pencetus atau otak pelakunya," ujar Lesmana. BIG FOUR ini makan berempat tanpa ada yang berani mendekat.
"Siapa ya kira-kira dalang dari penyusupan?" lanjut Lesmana sambil menyesap kopinya.
"Apa pak Farhat punya musuh?" tanya pak Cokro berupaya mengurai benang kusut kali ini.
" Kalau di usaha begini nggak bisa bilang nggak punya. Wong yang saya pikir anak bawang. Saya pupuk dari nol, hasil akhirnya malah nikam saya kayak si Indra kemarin."
"Lebih-lebih yang di luaran lingkup kantor," Farhat sekarang menilai semua orang dengan hati-hati. Dulu dia tak waspada karena menganggap semua orang baik sebab dia tak pernah menyakiti orang lain.
"Iya sih," kata Pak Siswojo.
"Kalau di usaha begini nggak ada teman, nggak ada lawan. Enggak ada anak nggak ada saudara, semuanya bisa jadi musuh karena mereka cuma berpikir uang."
"Bener.Saya nggak nyangka Indra seperti itu." Lesmana menyetujui pendapat besannya.
"Itulah sebabnya sekarang saya penasaran nunggu hasil dari Juned dan timnya," Farhat memakan garlic bread yang dia oles dengan banyak cream keju.
"Lalu bagaimana dengan penjagaan malam ini?" tanya Lesmana.
"Bahkan penjagaan pagi ini aja ketat," kata Farhat.
"Kita semua ini benar-benar dipantau oleh timnya Juned. Sekarang tim Juned di dapur itu waspada. Mereka selain penambahan CCTV juga semua personil yang masuk dapur di screening data diri dan ada *detector gate* yang mulai dipasang sejak semalam."
"Sebelum masuk ke dapur semua bahan sudah dites oleh teamnya Sholeh. Sehabis diolah, keluar dari dapur dites lagi," lanjut Farhat.
"Jadi aman sih kalau sampai sini. Kecuali dipotong di tengah jalan menuju ruang makan. Tapi itu kecil kemungkinan bisa lolos karena semua makanan dikawal. Termasuk air putih!"
"Edan tenan," kata Pak Cokro mengagumi kerja polisi.
Mereka pun terus makan sambil bercerita.
\*\*\*
Pagi ini semua lelaki idaman yang sudah menikah bebas dari para istri. Mereka berkumpul bersama. Para istri tak bisa mendekat ke para suami karrna contoh big four semua duduk terpisah dari para istri.
Saka? Dia santai makan sendiri tak terganggu dengan haris berkumpul dengan siapa. Dia duduk diantara petugas yang Juned kerahkan untuk menjaga pemilik pesta ini.
"Bagaimana ada perkembangan?" tanya Jhon penasaran.
"Lah bukannya kamu yang dikasih info sama Om Dwipa," tanya Farouq pada adik iparnya itu.
"Enggak lah. Pasti Om Dwipa akan hubungi Abang nggak mungkin aku kalau hari ini," pikir Jhon.
"Iya juga sih," Jawab Ilham.
"Kita tunggu aja kabar dari om Juned," kata Farouq lagi.
\*\*\*
Di grup istri cuma ada bertiga. Farah, Amie dan Putri.
"Seriusan tadi malam ada penyusup?" tanya Amie dengan ketakutan.
"Santai wae tho," kata Farah.
"Enggak jadi masalah semua itu," lanjut Farah lagi.
"Iya kamu nggak usah takut. Kan waktu di kantor aja semua ketangkap sama Om Juned," Putri berupaya menghibur adik iparnya.
"Iya Mbak aku takut ," kata Amie.
"Enggak nggak apa apa, semua aman," jawab Farah lagi.
Pagi ini Amie makan otak-otak bakar banyak sekali. Tentunya karena otak-otak adalah berasal dari ikan jadi dia makan itu. Padahal yang tadi malam kepengen adalah otak-otak bakar adalah Putut.
Di meja lelaki idaman Putut juga makan banyak sih saat mengetahui ada otak-otak bakar di menu sarapan kali ini.
Saat itu secara bersamaan ponsel Jhon, Ilham, Farouq dan Farhat berbunyi dari nomor pengirim yang sama!
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.