THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
JAGOAN NGIDAM



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Bangun *Babe*. Bangun dulu *Babe*, bangun," rengek Jhon.



"Kenapa *honey*?" tanya Farah yang matanya sulit terbuka. Sejak hamil dia senang tidur.



"Aku laper," rengek Jhon memelas. 



'*Ini orang biasanya kalau lapar atau apa pasti dia bikin sendiri. Tak ingin merepotkan diriku. Sekarang jadi kolokan*,' Farah bangkit dengan malas.



"Mau makan apa?" Farah membuka kulkas.



"Ada rendang, ada opor, ada semur, ada lodeh, atau mau olah ikan? Ada nugget dan sosis juga," Farah menawarkan stock yang ada.



" Cepat pilih,  karena aku ngantuk *honey*.  Mau makan apa tinggal aku masukin microwave beres. Hubby mau makan yang mana Ayo," ajak Farah.



"Aku nggak kepengen itu semua. Aku pengen sate di alun-alun," kata Jhon.



"Astaga hampir jam 12.00 malam. Kalau lapar kan tinggal makan, bukan milih-milih." Farah tentu protes. Kalau bilang pengen sate kan dia enggak perlu ke dapur buat nawarin semua stock makanan yang ada.



"Aku pengen itu,"  kata Jhon seperti anak kecil merengek balon. 



"Sekarang benar-benar kamu ketulahkan. Tapi aku ngantuk. Aku enggak mau pergi." Farah tak mau pergi ke alun-alun untuk memenuhi keinginan suaminya.



"Gimana dong aku? Harus keluar sendiri?" Tanya Jhon. Hilang sudah sikap tegas dan mandirinya.



"Ya Hubby keluar sendiri naik motor," kata Farah dengan tegas dia udah super ngantuk. Farah sekarang juga beda setelah hamil. Sekarang Farah berani membantah Jhon. Ini jelas  bukan sikap dasarnya Farah. Tapi nggak tahu kenapa dia sekarang berani bantah.



"Jangan gitu dong *Babe*. Temenin aku ya *Babe*, mau ya nemenin aku," rengek Jhon.



"Enggak mau. Aku mau tidur ngantuk. Kalau hubby mau makan makan di sini, aku temenin aku panasin sebentar makanan yang ada." Farah juga *keukeuh* tak mau ke alun-alun.



"Enggak mau. Aku cuma mau sate di alun-alun." Jhon pun sama ngeyelnya.



"Ya udah hubby beli sendiri.  Mau makan di sana atau kamu bawa pulang, aku enggak peduli," jelas Farah.



"Kalau aku ada yang godain gimana?" goda Jhon.



"Terserah," kata Farah kesal.  dia langsung masuk kamarnya dan kembali meringkuk di balik selimut.



'*Kok dia sekarang berani bantah ya*?' tanya John dalam hatinya dia nggak mikir dia sekarang juga berubah.



Sekarang kehamilan Farah sudah minggu ke empat.



Jhon mengeluarkan motor serta menggunakan jaket.



'*Dompet mana dompet ntar aku lupa bawa dompet bisa runyam*,' kata Jhon sambil bersungut dalam hatinya.




Jhon memakan satu porsi sate kambing dengan lontong dan satu porsi sate ayam juga dengan lontongnya.



"Ah aku puas," ucap Jhon. Dia membuang bekas sate yang telah habis.



"Baby godain Ayah aja sih," kata Jhon sambil mengelus perut Farah.



Setelah puas memakan yang dia inginkan Jhon benar-benar bisa tidur sampai waktu subuh. 


\*\*\*



'*Wih tenane bikin double*,' tulis Wahyu melihat foto USG yang Putro kirim ke group lelaki idaman.



Pagi ini di grup heboh karena tukang suntik ngasih gambar USG dengan dua lingkaran di uterusnya Putri. 



Sayangnya pengantar pesan di foto sedikit sedih : '*Minta doanya. Bojoku harus bedrest*,'



'*Iya dong tukang suntik gitu loh*,' kata Putro membalas pesan Wahyu.



Semalam Putri baru saja periksa kehamilan. Dia sudah telat tiga minggu dan Putri mengalami *morning sickness* yang parah.



Putri sekarang harus bedrest  di rumah sakit tempatnya bekerja.



Tentu saja keluarga Siswojo dan keluarga Lesmana sangat bahagia semalam tapi pengumuman di grup emang baru tadi pagi.



Akhirnya semuanya mendapat kebahagiaan kan udah masing-masing semoga nggak ada kendala lagi sekarang.



"Mbak aku nggak ke rumah sakit ya aku takut kecapean. Aku minta naik kereta Mas Putut nggak kasih." Amie langsung menghubungi Putri. Dia tak enak tak bisa mengunjungi Putri yang sedang di rawat.



Putut melarangnya pergi jauh karena usia kehamilannya sudah tujuh bulan. 



"Nggak apa apa Dek, sing penting semua sehat. Jangan dipikirin soal ngunjungin aku. Kemungkinan nanti pas kamu *babaran* Aku juga belum tentu bisa ke sana karena aku sama sekali nggak boleh gerak."



"Takutnya baru sembuh lalu aku tengok bayimu lahir kan nanti bahaya. Saat kamu lahiran Insya Allah kehamilanku kan tiga bulan," Putri benar-benar tak ingin ambil resiko. Dia akan selalu hati-hati. Tak mau melanggar pesan dokter karena dia menunggu satu tahun untuk dapat bayi-bayi ini.


\*\*\*



"Doakan aja yang terbaik. Kamu tenang aja, nanti aku kabarin kalau aku sudah sampai rumah sakit Mbak Putri." Amie rupanya juga menghubungi Farah, karena dia tak enak tak bisa mengunjungi  kakak iparnya. Rencananya bu Cokro siang ini akan kerumah sakit di Solo.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.



![](contribute/fiction/6174183/markdown/10636434/1676951481302.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.