THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
DEDE TAHU PAPANYA JURAGAN TAMBAK



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




‘*Mbak … aku hamil*,’ Amie mengirim pesan pada Farah dan Putri di group chat mereka bertiga.



‘*Serius Dek, wah selamat yaaaaa*,” Putri yang sedang makan siang langsung membalas chat dari adik iparnya itu.



‘*Barusan test, hasilnya garis dua. Besok mau ke rumah sakit sekalian mas Putut kontrol kakinya*,’ sahut Amie.



‘*Semoga selalu sehat. Doaain aku juga segera hamil ya*,’ balas Putri lagi. Dia pun tak sabar untuk segera punya momongan. Tapi dia kan baru selesai suntik dua minggu. Wajar kalau belum hamil.



‘*Iya Mbak, semoga cepat hamil juga*,’ sahut Amie. Farah belum ikut nimbrung. Karena dia masih sibuk di ruang pak Farhat. Dia juga baru selesai makan siang. Belum pegang ponsel karena masih sibuk bicara dengan team notaris. 



‘*Wah aku telaaaaaaaaaaaat. Amie selamat ya. Sorry tadi banyak tamu karena perang dengan Indra baru selesai*,’ chat Farah masuk saat kedua iparnya sudah tidak sedang online sehingga belum ada kegiatan ‘ngobrol’ lagi.


\*\*\* 



“Bu, Yah, kami kesini mau minta doa restu,” Putut memulai pembicaraan sehabis mereka selesai makan malam. Mereka semua sedang duduk diruang televisi.



“*Ono opo Nang*?” tanya bu Tiwi. Perempuan lembut ini selalu manis pada setiap orang. Terlebih pada anak-anaknya sendiri. \[ Ono opo Nang \= ada apa Nak…. Nang itu panggilan untuk anak lelaki \].



“Alhamdulillah tadi hasil test Amie garis dua. Kami mohon doa Ibu dan Ayah agar kehamilan Amie lancar hingga saatnya melahirkan kelak,” jelas Putut. Bu Tiwi langsung menhampiri menantunya dan memeluk Amie dengan hangat. 



“Selamat yo Nduk ( Nduk adalah panggilan untuk anak perempuan ). semoga kamu dan bayi selalu sehat. Kalau ada apa-apa langsung bilang Ibu. Jangan terlalu cape dan jangan stress. Ibu hamil enggak boleh sedih,” bu Tiwi mulai dengan segala nasihatnya.



Selanjutnya Amie langsung menghubungi bu Diah. Mengabarkan kehamilannya. Dan seperti bu Tiwi, bu Diah juga memberi banyak nasihat untuk putrinya itu.


\*\*\* 




“Iya Mas. Aku sadar koq. Tapi tetap ingetin aku kalau aku lupa ya,” jawab Amie dewasa.



“Besok kita cek, semoga kehamilanmu enggak rewel,” doa Putut.



“Pantes ya Mas, beberapa hari ini aku cuma mau makan kalau pakai ikan. Enggak mau ayam atau tempe tahu. Padahal aku biasanya enggak terlalu maniak ikan,” Amie menyadari selalu ingin makan ikan dimasak apa pun. Padahal lauk sehari-hari adalah tahu tempe telur saja. Untung ikan tinggal ambil di tambak milik sendiri. 



"Dede tahu papanya juragan tambak." Canda Putut.



“Protein ikan ‘kan malah bagus untuk ibu hamil,” balas Putut.



“Sekarang tidur ya, besok kita berangkat habis sarapan. Mas tadi sudah panggil pakde Jarwo untuk nyopiri kita besok,” Putut mengajak istrinya untuk tidur. 



Di group chat pandawa langsung heboh saat Putut mengabari Amie hamil. ‘*Wah cangkule pasah*!’ goda Jhon. \[ pasah \= tajam \].



‘*Wah suntikan ku kalah landep*,’ Putro pun membalas dengan candanya. \[ landep - tajam \].



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.



![](contribute/fiction/6174183/markdown/10636434/1674842760779.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.