THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
ANCAMAN ULAR



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




“Saya akan kirim video yang saya punya. Dan video ini sudah saya simpan dalam banyak flash disk agar saya tidak ketakutan hilang bila yang dihandphone saya hilang,” Indra segera mengirim sebuah video yang dia miliki.



“Astagaaaaaaaaaa … astagfirullah … saya tak pernah melakukan ini Ndra!” pucat Farhat melihat video itu. 



Karena di video jelas-jelas posisi Farhat memangku Indira dan mereka melakukan make out. Lalu kemudian Farhat bergerak aktiv berpindah posisi dengan Indira duduk bersandar di sofa dan Farhat menciumi Indira.



“Saya tidak tahu apa ada kelanjutan video hingga anda melakukan hubungan terlarang. Dan saya yakin pasti akan ada video itu." 



"Kita tunggu saja Pak. Kalau video ini tidak Bapak tanggapi, maka video Bapak sedang making love akan segera tersebar!” Indra duduk santai di sofa ruang kerja Farhat. 



“Mau kamu apa?” tanya Farhat lemas. Dia memang serius lemas melihat video editan itu.



Andai mereka tak punya video asli berdasar rekaman CCTV, tentu perusahaan dan rumah tangganya akan hancur.



Farhat sangat bersyukur atas 'kelancangan' yang dilakukan Jhon yang ketika itu baru calon menantunya.



“Saya mau Bapak menyerahkan semua saham untuk saya secara resmi,” pinta Indra dengan yakin.



“Please Ndra, jangan saham. Saya bisa memberimu uang. Jangan saham ini karena ini milik anak-anak saya,” rengek Farhat. Mencoba bernegosiasi dengan Indra. 



“Saya tak ingin uang anda. Saya ingin saham perusahaan.” desak Indra.



“Baik, bagaimana bila 50% saham untukmu?” tawar Farhat.



“100% atau video saya sebar!” ancam Indra tanpa belas kasih.



“Ya jangan semua lah Ndra. Kamu sama sekali tidak kasihan pada saya?” rengek Farhat.



“Baik, karena mengingat jasa anda, saya beri anda sepuluh persen!” akhirnya Indra memutuskan Farhat memperoleh saham sebesar 10%. 


**FLASHBACK OFF**  



“Lalu kapan anda akan mengadakan tanda tangan serah terima dengan notaris?” tanya Dwipa. 



“Tentu butuh beberapa kali pembicaraan dengan notaris. Dan selama pembicaraan nanti Indra meminta selalu disertakan. Dia tak mau bila pembicaraan tanpa kehadirannya.” Farhat menjelaskan prosesnya tak bisa instant. 



“Baik. Kalau begitu kita tetap kawal persoalan ini. Video yang dari Indra bisa anda share pada saya dan pak Juned. Saya rasa yang lain tidak usah takutnya bila ponsel kita hilang video tersebut bocor. Dan setelah dikirim ke saya hapus video itu dari ponsel anda,” Dwipa meminta video yang Indra kirim.




"Kita bergerak saat akan tanda tangan serah terima. Termasuk langsung dengan polisi untuk resmi menangkap pelaku,” Dwipa memberi arahan pada Farah dan teamnya.



“Bagaimana dengan ancamannya tentang video making love Om?” tanya Putri cemas. Tentu dia memikirkan keluarga besar sahabat sekaligus adik iparnya itu.



“Itu mungkin video rekayasa. Dia sudah memiliki postur tubuh pak Farhat, nanti dia akan mengedit video orang making love dengan postur yang sesuai. Karena di video CCTV ‘kan tidak ada bagian itu,” jelas Dwipa.



“Syukurlah,” balas Putri cepat. Dia tak membayangkan bagaimana reaksi uminya Farah melihat video itu. Sedang mereka saja kaget melihat video yang Indra kirim ke ponsel pak Farhat. 



Akhirnya pertemuan selesai, karena Dwipa juga masih akan terjun kelapangan tengah malam ini. 



“Kamu pulang kemana YA?” tanya Putri diluar ruang kerja pak Dwipa.



“Rumah ayah kosong, jadi kami menginap disana,” Farah memberitahu dia akan tidur di rumah Jhon.



“Kami akan ke Jogja lusa, karena besok jadwal mas Putro dan aku padat,” Putri memberitahu kalau besok dia belum bisa menengok Putut.



“Hari ini ada Ibu dan Ayah, besok gantian kami, jadi Mbak Putri lusa enggak apa-apa. Malah bagus setiap hari dari kita ada yang gantian datang,” Jhon ikut memberi masukkan pada pembicaraan kedua wanita itu.



“YA, Abi titip ini untuk pak Cokro ya,” Farhat memberikan sebuah amplop coklat cukup tebal pada Farah. 



“Sampaikan Abi dan Umi belum bisa menengok Putut. Kalian tahu Abi harus konsentrasi penuh pada proses tekanan ini. Abi yakin notaris akan bertanya tak percaya. Jadi akan alot pembicaraan dengan notaris nantinya.”



“Pasti alot Om, kalau saham diperjual belikan. Dengan ada bukti transaksi tentu notaris dengan mudah merubah kepemilikan. Lha ini hanya diserahkan secara gratis pada yang bukan keturunan tentu akan rumit,” Putro juga ikut nimbrung pembicaraan di area parkir kantor polisi itu.



“Iya, nanti kita akan bertemu lagi setelah ada perkembangan dari notaris ya."



"Saya pamit dulu. Tante sedang drop melihat video kiriman Indra."



"Kalau belum lihat video asli dari CCTV, mungkin dia langsung kritis. Beruntung sekali ada pemikiran Jhon untuk pasang CCTV di ruang saya,” Farhat akan segera pulang karena istrinya sakit.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.



![](contribute/fiction/6174183/markdown/10636434/1673976745312.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.