
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
“Cukup dua kali goreng aja ya? Kan kita mau makan mie ayam,” Farah meminta pendapat Putri.
“Iya, dua kali aja cukup,” balas iparnya yang akan membawa lemon tea kedepan lebih dulu. Farah pun membawa hasil gorengannya ke depan.
‘*Aku memang tak punya anak perempuan kandung. Tapi aku memiliki Amie. Dan sekarang aku juga memiliki Farah dan Putri*,’ bu Diah membatin sambil tersenyum melihat kedua menantunya saling dukung.
“Jadi kalian sedang menunggu bom meledak?” pak Siswojo memberi reaksi terhadap cerita Jhon. Dia tadi bertanya anak-anaknya dari mana koq datang barengan. Dan Jhon cerita tentang perkembangan kasus yang dihadapi mertuanya.
“Kalau aku bilang ibarat nunggu bisul pecah Yah,” kelakar Putro sambil menggigit singkong goreng yang renyah kesukaannya. Pak Siswojo memang tadi langsung berhenti berkebun saat anak-anaknya datang.
“Ibu enggak masak, nanti kalau ingin makan kalian keluarkan aneka lauk matang di freezer ya, tinggal panaskan,” bu Diah mencuci tangannya berulang-ulang. Dia pun menyelesaikan kegiatan berkebunnya.
“Sebentar lagi Ragil datang, tadi Jhon menyuruh beli mie ayam gajah mas Bu. Kalau masih ingin makan nasi ya kita beli aja sekali-sekali. Enggak perlu repot masak,” Putri menjawab bu Diah. Dia tahu tadi suaminya bilang mie gajah mas adalah mie kesukaan semua anggota keluarga mereka.
Baru saja Putri selesai bicara, Ragil masuk dengan membawa tentengan yang cukup berat. Ragil langsung mengeluarkan bungkusan dan memisahkan berdasarkan isinya.
Ragil lalu menyiapkan beberapa mangkok. Dan dia kembali ke depan. “Yang mau langsung makan mie ayamnya, sudah aku siapkan di meja makan.” Ragil langsung saja mengambil singkong goreng.
“Queen, kamu mau mie sekarang?” Jhon bertanya pada Farah yang masih ngobrol dengan bu Diah dan Putri.
Farah tahu, artinya Jhon minta disiapkan mie untuk dirinya. Jhon tak mau Farah dianggap tidak melayani suami dengan baik.
“Bu, kita makan mie yok, Mbak Putri belum pernah ngerasain mie ayam gajah mas lho Bu,” Farah mengajak mertuanya untuk makan mie ayam.
“Iya, Mas Putro baru tadi cerita kalau mie ayam gajah mas adalah kesukaan semua. Lha aku malah enggak pernah diajak makan disana Bu,” Putri mengadukan Putro pada mertuanya. Sementara sang tersangka hanya bisa nyengir saja.
Farah membuka mie ayam dan pangsit rebus dan dimasukkan dalam satu mangko, lalu dia beri sedikit kuah. Dia bawa ke depan untuk suaminya. Tak lupa saos dan sambal serta seplastik pangsit goreng yang memang Ragil beli sangat banyak mengingat Jhon rajanya kerupuk. “Kuahnya kurang enggak Kak?”
“Cukup *honey*. Thanks,” Jhon menerima mangkok dari istrinya.
“Aku enggak tahu biasanya mas Putro kesukaannya apa Bu? Karena aku belum pernah makan mie ayam bareng dia,” Putri malah bingung melihat Farah yang langsung bisa meladeni suaminya.
\*\*\*
“Kamu geret masmu kesini dan kamu tanya, jadi besok-besok kamu tahu,” bu Diah hanya tersenyum melihat Putri yang kebingungan.
Ragil tidak makan mie, ternyata dia sudah makan ditempat sambil menunggu mie yang dia pesan. Sementara pak Siswojo hanya terus ngemil singkong goreng saja.
“Wah, mienya enak ya,” kesan pertama Putri saat menyuap mie ayam di mangkoknya.
“Lebih enak kalau kita makan disana Mbak,” Farah memberitahu kakak iparnya.
“Besok siang dari kantormu kita makan kesana yok?” ajak Putri. Tentu saja Farah tak menolak ajakan itu.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.