THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
KETEGASAN AYAH



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Sekarang hari ketiga sejak Amie melahirkan. Pagi ini Rani sudah boleh pulang dari rumah sakit.



Om Wahyu dan Om Saka sudah heboh menjemput keponakannya.  Tentu saja Eyang Tiwi dan Eyang Cokro paling antusias. Mereka membawa dua mobil.



Putut membawa mobilnya. Amie ditemani oleh Bu Tiwi berada dalam mobil itu, sedang Pak Cokro bersama Wahyu dan Saka.



Putut dan Amie sudah membeli box bayi besar yang ditaruh di kamar mereka.  Sejak bayi nanti Rani akan tidur di box nya agar tidak ketindihan ayah atau bundanya.



ASI nya Amie lancar tak ada hambatan. Hari ini semua keluarga besar kumpul termasuk adik-adik Bu Tiwi juga adik Pak Cokro.



Dari keluarga ayah dan ibu Ami juga ada beberapa tamu.



Putut memberi peraturan keras dan sudah dia sosialisasikan kepada Amie dan ibu juga ayahnya bahwa tamu tidak diperbolehkan memangku apalagi menggendong serta menciumi Rani!



"Tidak usah merasa enggak enak. Berlakukan itu untuk semua tamu," kebiasaan hidup di desa siapa pun yang *tilik* bayi ( menengok bayi ) pasti akan minta pada orang tua bayi agar diizinkan menggendong, memangku atau mencium bayinya.



Kebayang kalau yg nengok tiap hari dua sampai lima orang? 



Biasanya para ibu kan datang rombongan. 



"Biar saja jadi omongan,  nggak suka ya silakan pokoknya itu aturan dari ayah,"  Putut memang sedikit melawan arus untuk kebiasaan di desa.



"Tumben Ayah bersikap keras," goda Amie.



"Buat Rani, semua yang terbaik akan Ayah terapkan," jawab Putut.



'*Mbak Amie di rumah sakit mana dan ruang apa*?' Wahyu membaca pesan dari Asih, adiknya Angga.



Kedua adik Angga mendengar bahwa Amie sudah melahirkan kemarin. Hari ini mereka niatnya akan menjenguk ke rumah sakit.



'*Alhamdulillah Mbak Amie sudah di rumah*,'  jawab Wahyu.



'*Oh baiklah kami nanti ke rumah aja kalau gitu*,' Asih  segera membalas jawaban Wahyu.



'*Ya iyalah ke rumah, masa mau ke rumah sakit? Mau nengok siapa*?' Wahyu malah meggoda mantan adik ipar Amie.



'*Kalau mau datang sekalian besok siang aja. Besok siang aqiqahannya*,' Wahyu memberitahu Asih daripada mereka datang tak tepat waktu.



'*Oke, terima kasih infone*,' Asih sangat berterima kasih karena diberi tahu oleh Wahyu soal aqiqahan.


\*\*\*



Tiwi memaksa Amie untuk makan siang dan membiarkan tamu menunggu. 



"Kalau tidak seperti itu nanti kamu kapiran. Kamu tu harus memberi ASI," Tiwi memperhatikan menantunya dengan sangat baik.



Ibu Tiwi mengerti memang harus seperti itu.



"Kalau menerapkan sistem gak enak sama tetangga nggak enak sama tamu kita yang tersiksa," lanjut bu Tiwi lagi.



"Kamu harus fokus pada anakmu."



"Injih Bu," Jawab Amie.


\*\*\* 



Siang ini kambing yang Putut beli datang. Rencananya sore akan disembelih lalu malam mulai diolah. Besok siang akan diadakan Aqiqah.



Di depan rumah pak Cokro sedang dipasang tenda. Acara pengajian Aqiqah memang akan dilakukan di rumah besar. Masak juga di dapur besar bu Tiwi.


\*\*\*




"Hubby, kadonya udah dibawa semua?" tanya Farah.



"Sudah, ada sebelas bungkus. Jangan lupa nanti kalau nurunin jumlahnya sebelas selain stroller," kata Jhon.



Kadonya banyak karena setiap beli baju baby perempuan pasti langsung dibungkus kertas kado oleh Farah. Jadi ada 11 piece di luar stroller. 



Sekarang Farah sudah stop belanja baby dress. Sekarang Farah ketularan Jhon. Farah ikut memburu baju-baju cute untuk baby boy.



"Serius kan Hubby udah bilang sama Amie kita mau datang?" Farah memastikan pada Jhon.



"Sejak aku bilang mau datang, Putut langsung *arrange* kalau aqiqah sekalian pas kita di Jogja. Maka ayah, ibu, abi dan umi juga sekalian mereka beritahu agar kalau mau datang ya pas aqiqah besok," jawab Jhon.



"Semalam aku udah bilang kita mau jemput dari rumah sakit. Tapi Putut bilang mereka pagi ini udah pulang. Berarti sekarang udah sampai di rumahnya."



"Jadi kita langsung ke rumahnya nggak perlu ke rumah sakit lagi," jawab Jhon. 



"Buahnya udah kan?" Farah kembali memastikan.



"Sudah sudah semua. Buah,  sussu semua udah."



"Apalagi ya? Takut ada yang lupa."



"Udah kayaknya nggak ada yang lupa kok. Gas sudah, listrik sudah. Ayo kita berangkat." Ajak Jhon.



"Sebelum berangkat makan ditempat biasa ya? " Pinta Farah.



"Biasa yang mana? Kebanyakan tempat *biasa*,"Jhon tersenyum menggoda Farah.



"Aku lagi pengen nasi pecel depan pasar dekat rumah kita," Farah memberi deskripsi tempat mana yang ingin dia tuju saat ini.


\*\*\*



Semalam Jhon tahu dari group kalau Pak Siswojo juga akan hadir saat aqiqah  cucu pertama mereka. Tapi nggak tahu berangkatnya kapan. Kemungkinan bersama Ragil.



Abi Farhat juga akan meluncur hari ini. Hanya papa dan mama Lesmana dan istrinya belum bisa ikut gabung karena gantian menemani Putri.


\*\*\*



Begitu tahu rombongan akan datang menginap maka Putut sudah memanen ikan di tambak juga memotong bebek.



Jadi begitu rombongan datang tinggal olah. Bukan baru nangkep atau baru motong bebeknya. Kalau pun mereka datangnya besok ya nggak apa-apa yang penting sudah siap duluan.


\*\*\*



"Kamu eggak kepengen naik Prameks tuh," Farah menggoda Jhon saat mobil mereka bersisian di jalan rel kereta.



"Alaaaah kalau aku enggak iseng naik prameks nggak bakal ada baby boy loh," balas Jhon.



"Ha hà ha, aku kan nggak ngomong itu aku cuma tanya kamu nggak kepengen naik Prameks?"



"Udah nggak butuh jawab Jhon. Mereka lalu tertawa bersama.


\*\*\*


***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.



![](contribute/fiction/6174183/markdown/10636434/1677398215489.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.