
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Kamu salat dulu, baru masuk ke kantor tata usaha lagi ya,” Putut sudah kembali dari masjid. Dia menerima titipan tas dan berkas dari Amie saat perempuan itu pergi salat dzuhur.
“Putut?” sapa seorang lelaki gagah seumuran dengan Putut.
“Bisma!”
“Ha ha ha … rupanya aku enggak salah lihat. Boss besar ada urusan apa ke kampus ini?” tanya Bisma, yang merupakan teman SMP Putut.
“Menemani istri, dia sedang salat,” jawab Putut. “Kamu sendiri?”
“Menjemput istri, dia sedang hamil muda, jadi aku enggak mau dia pergi pulang naik motor,” balas Bisma.
“Istrimu, kerja atau kuliah disini?” tanya Putut.
“Kerja, bagian administrasi kemahasiswaan,” balas Bisma dengan senyum manisnya. Sejak SMP Bisma terkenal sebagai pangeran berkuda putih penakluk putri tidur. “Kalau istrimu?”
“Dia sedang cuti karena habis sakit. Kami sedang urus surat-suratnya untuk pindah kampus ke Jogja saja.
“Lho, itu ‘kan desk job istriku,” cetus Bisma.
“Benarkah? Nanti biar istri kita saling berkenalan. Agar istriku bisa tanya-tanya bila akan mengurus berkasnya,” Putut senang bertemu Bisma.
***
“Mau makan siang di mana?” tanya Putut.
“Mas keberatan enggak kalau makan mie ayam?” tanya Amie.
“Enggak,” balas Putut. Dia segera keluar dari kampus dan membayar biaya parkir.
“Makan di mie gajah mas ya. Tempat favorite bude Diah. Biasa aku dan mas Jhon juga sering makan di sana,” tawar Amie.
“Oke, kamu arahkan aja ke lokasi itu ya,” apa pun yang Amie mau, asal tak membahayakan akan Putut turuti. Dan sekali lagi Putut menyimpulkan Amie tak menyebut nama Angga di kenangannya.
“Kamu mau istirahat dulu?” tanya Putut. Dia takut istrinya merasa lelah.
“Enggak sih, nanya aja,” balas Amie. Sejujurnya Amie hanya merasa risih dengan pakaian semi formal yang dia kenakan saat ini. Mendatangi kantor tata usaha kampus sebagai istri dosen tentu tak baik bila mengenakan pakaian santai. Amie menjaga image almarhum Angga. Walau lelaki itu sudah tidak ada, tetapi tak elok bila namanya dipermalukan oleh mantan istrinya.
Putut tahu, ada sesuatu yang disembunyikan istrinya. Dia tak mau mengoreknya. Kalau berkaitan dengan Angga, entah apa pun itu, sepertinya Amie masih sulit terbuka. Dan Putut tak mau salah langkah. Dia harus kembali berkonsultasi dengan dokter Widyo.
“Enak ya Yank,” Putut memberi komentar tentang makanan yang mereka pesan.
“Iya Mas, kadang bude menyuruh mas Ragil beli untuk dibawa pulang,” cerita Amie. “Atau kadang memang sengaja menyuruh mas Ragil atau mas Jhon mengantar bude kesini.”
Sehabis makan siang, Putut langsung menuju hotel yang dia inginkan. Lokasinya dekat dengan alun-alun kota Solo. Dia menurunkan kopernya. “Kita istirahat dulu ya, mandi salat Ashar lalu tidur dulu. Nanti habis maghrib kita baru keluar menikmati kota Solo ya,” beritahu Putut.
“Iya Mas, aku dari tadi gerah pengen mandi,” Amie membuka koper dan mengambil baby doll berbahan kaos yang nyaman untuk tidur siang. Dia juga menyiapkan Putut Tshirt tipis longgar dengan celana pendek untuk suaminya tidur. Dia letakkan peci dan sarung suaminya dekat dengan mukena serta sajadah untuk suaminya. Selepas salat mereka langsung terlelap.
***
“Kamu pengen kemana?” tanya Putut saat mereka sudah bersiap untuk keluar hotel malam ini. Dia sengaja meminta Amie yang menentukan karena dia ingin Amie mengungkapkan semua masa lalunya. Ini memang disarankan dokter Widyo agar Amie membuka semua kisah kelamnya. Semakin cepat Amie bisa mengungkapkan semuanya, semakin cepat Amie pulih seperti sebelumnya.
“Kita cari makan di dekat alun-alun ya Mas, disana banyak pilihan. Atau Mas ingin sesuatu? Biar aku kasih tahu lokasi gerai jualan yang enak,” sahut Amie. Dia juga tak ingin destinasi kunjungannya dia yang tentukan. Dan yang pasti, kalau untuk destinasi wisata malam, Amie sangat sedikit info. Dulu dia tak pernah kelayaban saat malam.
“Kita ke area alun-alun saja dulu. Nanti bila di sana tak ada yang kita minati baru kita cari lokasi lain. Gimana?” Putut memberi alternatif yang bisa mereka pilih. Dia ingin Amie merasa nyaman.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL WANT TO MARRY YOU YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL WANT TO MARRY YOU ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa.
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta