
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Udah siap Yah?" Amie bertanya pada suaminya yang baru kembali dari mobil sehabis menaruh dua koper milik mereka. Pergi ke Solo hanya lima hari tapi perbekalan mereka sangat banyak.
Perbekalan sang princess satu koper sendiri diluar tas pakaian dan segala macam tissue serta diapers di tas jinjing harian yang tidak ditaruh bagasi.
"Sudah Bun semuanya udah. Aneka sayuran, ikan beku juga *degan* titipan eyang Tiwi juga sudah masuk ke bagasi," Putut memastikan semua sudah dia bawa.
"Charger ponsel Ayah belum tuh," jawab Amie. Charger itu memang masih ada di meja kamar mereka.
Putut tersipu malu, dia pun berjalan masuk kamar, tapi dia sempatkan mencium pipi istrinya sekilas.
"Oke kemon kita pergi Dedek," seru Amie sambil menggendong putri kecilnya.
'*Kalau saat itu aku enggak nekad mutusin buat ngerawat Amie yang sedang depressi, aku mungkin tak akan merasakan kebahagiaan seperti hari ini*,' Putut melihat rona bahagia di wajah istrinya.
Perempuan depressi yang dibuang oleh keluarga mertuanya dan sedang dicarikan tempat terbaik oleh keluarga orang tua angkatnya.
\*\*\*
Putut dan Amie akan ke Solo menghadiri aqiqah putra John dan aqiqah baby twins putranya Putro.
Untuk memudahkan keluarga Cokro, Farhat memang meminta Jhon agar aqiqah cucu pertamanya dilakukan hari Sabtu karena aqiqah baby twinsnya Putra akan dilakukan hari Minggu.
Sekarang baru hari Kamis. Amie berangkat lebih dulu dari keluarga eyang Cokro mertuanya.
Pak Cokro memang baru akan berangkat hari Jumat sepulang salat Jumatan karena Cokro tak mau Saka mbolos sekolah.
Putut memang selalu memikirkan anak dan istrinya, itu sebabnya dia maunya berangkat lebih cepat karena tak ingin Rani terlalu lelah bila datang tepat di hari acara.
Ibu Dyah sudah bilang kalau dia meletakkan kunci di suatu tempat rahasia agar bila Amie datang dan dia belum pulang kerja, Amie bisa langsung masuk rumah.
\*\*\*
John sedang memperhatikan pemasangan tenda untuk acara Aqiqah putranya. Esok pengajian akan dimulai jam 10.00 pagi.
Hari ini hari Jumat jadi pasang tendanya memang setelah orang selesai salat Jumat.
Untuk acara esok John banyak mengundang rekan-rekannya di maskapai termasuk CEO-nya dan Jhon juga mengundang orang-orang Pertamina untuk menghadiri aqiqah putranya.
Jhon mendengar tangisan jagoan kecilnya.
"Kenapa dia? Haus ya?" Jhon menghampiri Farah.
"Kayaknya nangis bukan karena haus. Baru selesai mimik koq. Sepertinya karena merasa risih sebab dia pup," jawab Farah.
"Anak Daddy emang resik-an ya. Sini biar Daddy aja yang gantiin popoknya Mom," ujar Jhon.
Sekarang mereka sudah sangat fasih memanggil Mommy dan Daddy sejak si kecil lahir. Mereka baru sadar. Padahal waktu Rani lahir, Farah sempat meledek ketika Putut dan Amie dengan luwes saling memanggil ayah dan bunda. Rupanya kehadiran sosok kecil di antara orang tua mengubah segalanya.
"Oke Mommy siapin makan siang Daddy ya," kata Farah.
Di rumah ini ada dua pembantu atau asisten rumah tangga sejak Farah hamil delapan bulan. Nanti yang satu akan diminta untuk membantu Farah menjaga bayinya yang satu tetap mengurusi rumah.
Dengan cekatan Jhon bisa menggantikan pokoknya baby boy. Jhon membersihkan dulu dengan kapas basah, lalu dia keringkan dengan tissue kering terakhir baru dia ganti popoknya.
Farah dan Jhon memang tidak ingin menggunakan diapers sepanjang hari kalau tidak pergi. Mereka sepakat menggunakan popok kain biasa atau nanti celana kain biasa untuk keseharian bayi mereka.
Jhon tersenyum bahagia melihat wajah manis baby boy yang baru berumur tiga hari.
Walaupun ada asisten rumah tangga Farah tetap bangkit dan menyiapkan makan siang untuk suaminya.
Menyiapkan disini bukan dia yang masak. Bukan! Farah cuma melihat sudah bener belum apa yang disediakan pembantunya.
Setelah celananya kering dan rasanya nyaman karena masih kenyang habis minum ASI, baby boy tidur lagi.
Jhon langsung keluar dan bersiap makan siang bersama dengan Farah.
"Habis makan Aku pergi dulu ya Mom,"
"Kenapa? Ke mana?" kata Farah.
"Ke rumah abi, kan aku mau bacain doa kambing di rumah abi yang mau dipotong."
"Oh iya lupa, maaf," Farah kira Jhon hendak kemana. Dia baru melahirkan lalu mau ditinggal, kan sedih.
"Ya udah, aku cuma bacain doa aja nanti aku kembali lagi kok," Jhon mengerti alasan keberatan yang Farah rasakan tadi.
Masak buat akikahan memang akan dilakukan di rumah Farhat. Besok pagi semua paket makan sudah dibawa ke rumah Jhon.
\*\*\*
"Alhamdulillah," Farahdina mengucap syukur saat pengajian dalam rangka aqiqah juga makan siang.
Aqiqah ini juga ajang kumpul pejabat dan pengusaha besar se Jogja Solo dan sekitarnya. Karena Farhat mengundang mereka semua.
Tentu untuk konsumsi orang sebanyak itu tak cukup bila hanya masak dua ekor kambing aqiqah. Umi Basalamah juga memesan banyak makanan untuk prasmanan dan dibawa pulang.
"Alhamdulillah semua selesai dengan baik. Terima kasih juga bantuan Umi dan orang dapur ya Umi. Bonus orang dapur tadi malam udah disiapin sama kak Jhon. Nanti titip pas Umi pulang ya," tentu untuk keringat tambahan yang tercurah dari para pekerja uminya seperti ini Farah tak akan tutup mata.
"Iya santai aja kalau soal itu sih. Yang penting orang-orang di luar itu dulu. Lara pekerja pembongkar tenda juga pekerja lingkungan yang membersihkan sampah," ucap Umi Basalamah.
'*Gara-gara kecopetan di prameks aku jadi kayak gini. Bener-bener berkah dari kecopetan. The blessing of pickpocketing*!' kata Farah
'*Semoga aja kehidupanku selanjutnya selalu berkah dan damai*.' harap Farah.
Sampai sini kisah ini selesai ya. Yanktie ucapkan terima kasih buat yang rajin kasih like atau kirim kopi buat nemani yanktie nulis cerita halu ini.
Sampai bertemu dengan cerita yanktie lainnya
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang BARU dengan judul LOVE FOR AMOR ya.

Juga novel baru lainnya berjudul ENGAGED TO HIS SON
MARRIAGE TO HIS DADDY
