
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Farah dan teamnya bertemu dengan Ragil dan para teknisi CCTV di warung nasi uduk dekat kantornya. Mereka sengaja tidak makan disana, melainkan beli dibungkus karena akan makan bersama para satpam untuk mengalihkan perhatian mereka.
Tak ada kesulitan untuk pemasangan CCTV program kedua kali ini. Semua titik yang disarankan oleh om Juned maupun om Dwipa telah dipasangi. Juga sambungan ke ponsel Farah dan laptopnya.
“Alhamdulillah semua selesai, Jhon dan Farah yang menemani teknisi saat pemasangan mengucap syukur.
“Maaf … lama ya nunggu aku?” tanya Farah pada Ragil, Putro dan Putri yang sedang sarapan bersama tiga orang satpam. Kedua orang teknisi langsung pulang karena harus kerja.
“Enggak koq. Kami santai makan bareng pak Satpam,” jawab Putri.
Farah mengambilkan sterofoam nasi uduk untuk Jhon. “Mau tambah kerupuk ini?” tawar Farah sambil membuka plastik kerupuk bulat.
“Dia itu malah lebih banyak kerupuknya dari nasinya YA,” Putro memberitahu rahasia Jhon pada adik iparnya.
“Ibu bilang Jhon itu makan kerupuk pakai nasi, bukan makan nasi pakai kerupuk,” lanjut Putro sambil terkekeh melihat ekspresi wajah adiknya yang terlihat malu.
“Ha ha ha ha … persis seperti umi dan bang Ilham. Makan tanpa kerupuk bagi mereka seperti sayur tanpa garam!” Farah tidak aneh bila suaminya seperti itu. Ternyata mertua perempuan dan abang ipar Jhon pun sama. Sangat menyukai kerupuk.
“Alhamdulillah, setidaknya aku enggak dipandang aneh bila nanti makan di rumahmu,” sahut Jhon. Dia seakan-akan belum pernah makan di rumah Farah. Karena saat itu masih ada satpam diantara mereka.
“Habis ini kalian hendak kemana?” tanya Farah pada Putri. Sahabat sekaligus kakak iparnya.
“Belum ada rencana. Mungkin mas Putro mau lihat ke rumah sakit. Sedang ada pembangunan perluasan,” balas Putri. “Kamu sendiri?”
“Aku mau main ke rumah kamu ya Gil,” Farah menatap Ragil. Dia memang niat main ke rumah mertuanya dan menginap disana. Di mobil Farah sudah membawa baju ganti di koper kecil.
“Ayo Mbak. Kita mampir beli mie ayam untuk ibuku ya. Aku aja yang ngantri, Mbak Farah nunggu aku di rumahku aja enggak apa-apa ‘kan?” Ragil pun ikut bersandiwara.
“Wah kalau makan mie ayam gajah mas, aku juga ikut ke rumahmu Gil,” Putro langsung ikut bergabung dengan para adik dan adik iparnya.
“Kami permisi ya Pak,” Farah dan team langsung pamit pada satpam. Jhon memberi beberapa lembar uang untuk Ragil membeli mie ayam gajah mas bagi mereka semua tanpa sepengetahuan satpam.
Pak Siswojo dan bu Diah yang sedang berkebun tak menyangka anak-anak dan menantunya datang bersamaan. “Sehat Bu?” tanya Putri saat menyalami mertuanya.
“Alhamdulillah, kalian darimana?” tanya bu Diah.
“Kami janjian Bu,” Farah yang menjawab sambil menyium tangan mertuanya.
“Ibu santai aja, lanjut aja berkebunnya,” Farah mencegah mertuanya membuatkan minum untuk mereka.
“Ya sudah. Itu di kulkas ada singkong rebus yang sudah berbumbu. Kalian bisa goreng. Minumannya terserah kalian,” bu Diah pun kembali memegang sekop pot yang ukurannya super kecil.
Farah dan Putri berjalan ke dapur. “Kamu mau nginap?” tanya Putri.
“Iya, besok aku berangkat dari sini aja. Kamu besok jadi ngobrol di kantorku ‘kan?” tanya Farah sambil menuang minyak ke wajan. Sementara Putri yang membuat lemon tea karena dia melihat banyak jeruk nipis di kulkas.
“Iya, aku berangkat dari rumah sekitar jam sembilan. Kesiangan enggak?” tanya Putri.
“Pas lah jam segitu. Pagi ‘kan aku pura-pura kerja dulu. Kak Jhon akan datang jam sembilan. Dia antar aku lalu pergi sebentar ke lokasi pompa bensin yang sedang dia bangun. Baru kemudian ‘bertamu’ ke kantorku,” Farah kembali memasukkan singkong ke wajan setelah mengangkat singkong yang matang.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.