THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
TANTANGAN FARAH UNTUK FARHAN



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Oleh karena itu saya ingin yang mengatakan lamaran pada saya adalah sosok yang ingin saya menjadi istrinya. Bukan dari om Dwi. Karena saya menganggap keseriusan untuk berumah tangga harus diperlihatkan sejak awal,” Farah memancing Farhan untuk tampil bicara.


“Silakan Mas Farhan disambut tantangan calon istrinya,” MC meminta Farhan ikut terlibat di depan podium. Tentu saja Farhan merasa percaya diri. Dia yakin Farah akan takluk dan terpesona oleh semua yang dia miliki.


“Terima kasih cantiq. Saya Farhan Surya Pradipto, pada kesempatan yang baik ini ingin menaikkan kata untuk meminta Farahdiba Basalamah menjadi istri saya satu-satunya hingga akhir hayat kami berdua.” Kata-kata manis Farhan memukau semua yang hadir.


“So sweet, monggo Mbak Farah dilanjut,” sang MC tak sadar memberi komen pada lamaran sakral ini.


“Apa kamu akan menerima apa pun karakter saya? Sikap saya? Keburukan saya?” pancing Farah dengan senyum manis yang membuat semua lelaki klepek-klepek terutama Farhan.


“Semua manusia punya keburukan, saya menerima paket lengkap dalam dirimu bidadariku. Saya akan menerima apa pun tentangmu!” dengan tegas Farhan menjawab kalimat Farah.


Farhat yang sudah pernah mendengar Farhat sangat mahir merangkai kata rayuan tidak aneh mendengar kalimat Farhan kali ini.


“Baik kalau memang Farhan bersedia menerima saya, kita lihat video yang baru saya buat tadi pagi. Semoga calon suami saya yang terhormat mau menerima semua rekan saya ini,” Farah memasukkan flash disk pada laptop yang sudah dia siapkan dan disambung ke TV layar lebar.


Lalu terlihat kamera menyorot rumah keluarga Basalamah yang sudah terpasang tenda acara hari ini tapi masih belum tersusun kursi. Kamera kemudian mendekati sosok Farah yang mengenakan kemeja santai dengan celana kain berwarna senada dengan kemejanya. Kepalanya ditutupi pasmina warna putih polos.


“Hallo saya Farah, saya membuat rekaman ini pagi sebelum acara lamaran saya. Saya ingin memperkenalkan teman-teman saya. Apakah calon suami saya bisa menerima saya bila ternyata saya berteman akrab dengan mereka?”


Lalu terlihat empat perempuan muda berpakaian sopan masuk ke area yang terkena sorot kamera. Mereka senyum dan melambai lalu duduk mengelilingi Farah.


Salah satu perempuan itu sengaja menggunakan dress ketat memperlihatkan perutnya yang sedikit  buncit. Perempuan itu pun dengan santai mengusap perut buncitnya saat kamera diarahkan ke perutnya. Sepertinya kameraman memang sengaja memperlihatkan kehamilan perempuan itu.


“Selain ke empat teman saya ini, kami juga berteman dengan yang lain, tapi mereka tak bisa hadir, kami akan memperlihatkan foto-foto mereka saja ya?” demikian narasi Farah dalam video itu.


Lalu kamera menyorot foto beberapa gadis yang dibuat close up. Farhan langsung pucat melihat video itu. Dia tak menyangka semua akan terungkap saat ini. Dan sejak tadi acara lamaran ini bisa dilihat siapa pun yang hadir disana, karena undangan yang diluar ruangan ini bisa melihat dari dua layar yang terpampang.


“Mas Farhan yang terhormat, bagaimana tanggapan anda terhadap pertemanan saya? Apa anda yakin akan terus melanjutkan lamaran anda untuk menuju kejenjang pernikahan?” tanya Farah secara langsung dengan kerling mata menggoda dan ada senyum ejekan dibibir manisnya.


Saat itu video sudah usai ditayangkan.


Karena Farhan hanya diam, membuat Dwi Pradipto segera mendesaknya. “Mas, cepat jawab, ada apa ini?”


“Om,Tante saya kirim file ke ponsel anda. Silakan cek segera dan jawab pertanyaan saya langsung ke ayah saya, lamaran ini akan diteruskan atau tidak. Atau saya akan pertunjukan juga file ini pada semua di layar ini agar terlihat pada semua yang hadir di sini.”  Farah bicara masih menggunakan mic. Dia langsung mengirim semua rangkuman bukti yang sudah dipegang abi, umi dan kedua abangnya, kepada nomor telepon para sesepuh keluarga Pradito.


Bukti itu berupa video pengakuan para korban Farhan, bukti foto kedekatan mereka dengan Farhan bahkan hasil test kehamilan dan bukti pembayaran klinik bersalin untuk aborsi beberapa perempuan itu.


Farhan mengambil ponsel mamanya yang terjatuh di lantai dan melihat data yang Farah kirim pada semua kerabatnya. Farhan kaget dan tak percaya semua kebusukannya sudah diketahui oleh Farah dan keluarga besarnya.


“Farhat, Farah, terima kasih atas tegurannya. Dengan ini saya Dwi Pradipto minta maaf dan memutuskan membatalkan lamaran ini. Sekali lagi saya mohon maaf karena telah mencoreng wajah kalian dengan kelakuan anak saya. Saya pamit dan selamat tinggal,” dengan lantang Dwi Pradipto bicara dengan mic agar semua yang hadir tahu.


Sesuai permintaan Farah, dia menjawabnya lantang sama seperti saat dia meminta Farah menjadi menantunya. Tentu saja hadirin yang tidak melihat data yang Farah kirim tak mengerti mengapa acara ini dibatalkan. Sedang acara makan siang belum terjadi.


Memang keluarga Basalamah tidak menyediakan konsumsi untuk semua tamu. Mereka tidak memesan makanan di cattering. Mereka hanya masak sendiri hidangan makan siang untuk 100 orang anggota keluarga mereka termasuk pekerja. Perhitungan cermat dari nyonya besar Basalamah!


Sehabis keluarga Pradipto pulang, Farah langsung mengajak teman-teman yang baru dia kenal karena kasus Farhan untuk makan bersama. Semua temannya memang berada di rumah itu. Ada yang datang sejak semalam, ada yang baru datang pagi ini. Walau bukan olahan cattering, tentu saja sebagai keluarga konglomerat, masakan para koki di rumah ini tak perlu diragukan lagi.


“Terima kasih atas bantuannya. Semoga tak akan ada lagi korban pria brengsekk seperti Farhan itu,” Farah dengan tulus menyampaikan terima kasihnya pada Rully, Henny, Rita dan Ningsih yang baru bergabung kemarin.


Untuk Rita, Farhat dan istrinya membantu dengan memberi pekerjaan yang sanggup dilakukan perempuan hamil. Juga membantu sang ibu untuk membuka toko kecil di depan rumah mereka. Memang dulu Rita terbius oleh pesona Farhan karena pria itu sering membantunya secara materi, karena ibunya seorang janda miskin.


***


“Aku juga enggak nyangka akan secepat ini, doain acaranya sukses ya. Dan aku ancam kamu harus datang di acaraku hari Jumat malam. Kalau kamu enggak datang, kita putus,”  Farah menerima ancaman manis dari sahabatnya sejak kecil.


Farah dan Wiwied bersahabat sejak SMP dan berpisah saat kuliah. Karena Wiwied wajib kuliah kedokteran seperti ibunya. Dan sahabatnya wajib kuliah management karena akan memimpin usaha milik keluarganya.


“Pastilah aku doakan acara lamaranmu sukses, sesukses acara lamaranku minggu lalu,” jawab Farah lalu mereka tertawa bersama mengingat kejadian lamaran Farah minggu lalu.


“Skenario lamaranmu sangat sukses. Aku salut pada idemu itu,” balas Wiwied setelah puas tertawa. Setelah puas bercerita mereka menyudahi obrolan malam ini.


***


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL TELL LAURA I LOVE HER YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL  TELL LAURA I LOVE HER   ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta