
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
“Wah dasyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat,” Farouq berkomentar soal dinginnya tidur di ruang terbuka. Saat ini mereka sedang bersiap berangkat menuju lokasi tempat melihat Sunrise.
“Cameramu bawa Rouq,” Ilham mengingatkan adiknya untuk membawa kamera yang sudah dia siapkan sejak di Singapore.
“Astaga, ada diranselku Bang. Untung diingatkan,” Farouq segera ke rumah depan untuk mengambil cameranya. Dia memang hobby fotografi.
Sebenarnya Amie malas ikut. Sejak hamil dia malas bangkit cepat dari kasur. Inginnya bangun siang. Tapi menghormati semua tamunya dia pun bangun. Dia membawa banyak kue basah sisa semalam. Putut bisa ngomel bila diatas tak dia dapati makanan yang dia ingin kunyah.
Pedagang di atas biasanya hanya menyediakan pisang dan ubi rebus serta jagung manis bakar saja.
Tentu saja yang banyak dijual disana adalah kopi instan aneka merk. Ada yang jual dengan tambahan jahe ada yang hanya menggunakan air panas biasa.
“Disana ada yang jual kopi dan ada pisang rebus serta jagung bakar. Kenapa kamu tetap bawa kotak makananmu?” bisik Farah.
“Untuk bayi besarku Mbak. Kalau tak ada yang dia suka nanti dia uring-uringan,” sahut Amie. Dia menggunakan sweater rajut dilapis jaket juga pakai syal tebal. Tak lupa sarung tangan tebal. Kakinya pakai sneaker.
Mereka menuju lokasi terlihatnya sunrise dengan dua mobil. Farouq terus saja mengabadikan semua yang menurutnya sangat indah. Banyaknya bangau saat masih gelap terbang meninggalkan peraduan juga menjadi obyek fotonya. Orang wudhu di masjid pun sempat-sempatnya dia abadikan. Jiwa seni memang sangat kuat pada anak kedua Farhat Basalamah ini.
“Airnya sedingin air es ya,” Ilham mengomentari air di desa ini. Sehabis berwudhu dia menggigil. Dan hidung serta mulut mereka mengeluarkan asap.
“Ha ha, memang seperti itu. Aku serasa camping Bang tidur di ruang tamu. Benar-benar pengalaman yang indah,” sahut Farouq yang juga baru selesai wudhu.
Farouq satu mobil dengan Jhon, Farah , Ragil, dan Ilham. Sedang Putro satu mobil dengan Putri, Amie, Wahyu dan Putut.
Mobil yang ada Farouq beberapa kali berhenti ketika bujangan itu melihat spot bagus untuk dia abadikan dengan cameranya.
Sementara di mobil lain Putut sudah mulai memamah biak. Dia mulai makan risol yang dibawa oleh istrinya. “Kalau itu mulut enggak pengen berhenti ngunyah, kenapa enggak ngemil snack kering seperti keripik kentang atau apa yang banyak dijual untuk anak-anak itu?” tanya Putro.
“Mana aku tahu Mas. Maunya tu kue basah. Enggak banyak tapi enggak mau berhenti. Untung aku bukan pegawai kantor lagi. Kalau aku masih kerja seperti dulu, aku sama sekali enggak bisa ninggalin kerjaan. Masa aku kerja sambil ngunyah terus. Bisa kena tegur ama atasanku,” Putut juga tak tahu mengapa dia tak bisa berhenti mengunyah.
"Itu yang sering kita bilang percaya enggak percaya. Tapi memang seperti itulah *sindrome cauvade* itu,” jawab Putri.
“Enggak bisa dijabarkan dengan logika ya Mbak,” timpal Amie. Mereka sudah sampai ditempat tujuan.
“Yah, mau susuu sapi coklat dong,” pinta Amie. Disini ada penjual susuu sapi murni. Nanti pembeli tinggal pilih mau ditambah kopi, jahe atau coklat.
“Cie … cie udah berubah nih ya panggilannya,” Putri menggoda Amie. Membuat adik iparnya tersipu. Kadang memang Amie dan Putut memanggil Ayah dan Bunda sejak Amie hamil. Kadang Mama dan Papa. Entah nanti yang mana yang pasti mereka gunakan.
Putut pun memesan dua susuu coklat untuk dirinya dan Amie. Dia juga membeli jagung bakar lima, entah siapa nanti yang mau. Dia peluk Amie dari belakang. Punggung Amie rapat didada suaminya. Mereka merasakan kehangatan dalam dinginnya alam.
“Aaaaaaaaaaaaaaa … aku pelukan ama siapa?” Farouq yang baru tiba langsung berteriak melihat Putut sedang memeluk erat Amie. Kakaknya Farah ini memang mulutnya lebih bocor daripada Ilham yang cenderung lebih jaim.
“Pelukan ama camera aja,” goda Ragil yang langsung memesan sussu jahe kegemarannya.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita BARU karya yanktie dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.