THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
SIDANG EKSEKUSI



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




“Mas ingat karena kamu bilang beli kebutuhan pribadi. Lah pembalut yang kita beli terakhir ‘kan belum kamu pakai Yank?” jawab Putut memberi tahu alasan dia baru mengatakan hal ini sekarang. 



“Kirain Mas sadar karena belum dapat libur rutin,” balas Amie. Mereka sudah sampai rumah.



“Pelan turunnya Mas,” Amie memperingatkan suaminya saat akan turun dari motor. Putut naik dan turun sengaja dari sebelah kanan motor agar kaki kirinya tidak menjadi tumpuan berat badannya. 



Amie langsung mengambil dua test pack beda merk. Dia memang sudah kebelet pipis. Dia langsung masuk kamar mandi di kamarnya. Amie juga sekalian mandi karena badannya lengket. 



Saat habis mandi Amie langsung keluar kamar mandi. Dia lupa telah merendam test pack. Dia langsung menuju bagian belakang rumahnya untuk meminta bulek Irah menyiapkan makan siang.



“Gimana Yank?” tanya Putut penasaran. Dia lebih senang menggunakan kruk daripada menggunakan kursi roda. 



“Eh lupa. Masih di kamar mandi Mas,” Amie memberikan segelas juice buah naga untuk Putut. Amie langsung menuju kamar mandi dikamarnya. Dan Putut mengikuti langkahnya dari belakang. 



Amie hanya bisa diam melihat hasil test pack. Wajahnya datar.


\*\*\* 



Team notaris sudah datang membawa tas berkas. Farhat dan kedua putranya menyambut mereka dengan ramah. Farah masih diruangannya. Tak lama Indra dan Indira serta Husain masuk ruangan. Memang Farhat meminta Indira dan Husain ikut duduk diruangan itu.



Rombongan notaris berjumlah lima orang. Biasanya mereka hanya berdua saja. 



Indra duduk di seberang Farhat. Dikiri Indra duduk Indira dan Husain sedang sebelah kanan Indra duduk seorang dari team notaris. Di kanan Farhat duduk Ilham lalu Farouq. Nanti dikirinya akan duduk Farah. Dikiri Farah akan duduk team notaris. Dan tiga team notaris lain duduk sebelah kanan Farouq atau sebelah kiri Husain.



“Kita tunggu Farah ya,” Farhat melihat jam, memang belum untuk meeting. Masih sepuluh menit dari jadwal yang telah mereka sepakati. 




“Assalamu’alaykum,” sapa Farah sambil melihat arlojinya. Masih lima menit dari jadwal. Artinya dia tidak terlambat atau menghambat pertemuan. Farah membawa laptopnya dan langsung menyalakan tombol on. 



“Wa’alaykum salam,” sahut semua yang hadir. 



“Alhamdulillah saya tidak terlambat sehingga tidak menghambat pertemuan ini" 



"Pertama saya sampaikan terima kasih atas kehadiran anda semua disini. Jadwal meeting kita kali ini adalah puncak dari beberapa pertemuan yang sudah dilakukan oleh ayah saya sebagai pemilik perusahaan dengan Indra yang menginginkan seluruh saham untuknya FREE tanpa pembelian dan juga dengan team pengacara perusahaan,” Farah dengan tegas dan lugas membuka pertemuan ini.



‘*Apa? Indra? Tanpa pembelian saham? Bagaimana mungkin*?’ Husain bingung. 



Farhat dan anak-anaknya melihat wajah bingung Husain. Mereka sadar ternyata Husain tidak tahu rencana jahat Indra.



“Tanpa membuang waktu, saya persilakan pak Reggas untuk mulai membacakan keputusan meeting-meeting terdahulu yang saya dan kakak-kakak saya sama sekali tidak diberitahu." 



"Kami baru tahu setelah mendapat keputusan final,” Farah memberi waktu untuk Reggas membacakan semuanya dan di OHP terpampang apa yang dibacakan oleh Reggas. 



Satu persatu poin-poin itu dibacakan oleh Reggas dengan hati-hati. Semua menyimak. Husain membagikan snack untuk semua yang ada di ruangan itu. 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.



![](contribute/fiction/6174183/markdown/10636434/1674754637853.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.