THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
PENGANTIN DADAKAN



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Bu Basalamah masuk ke ruangan itu bersama seorang lelaki paruh baya dan memegang sesuatu di tangannya.


“Bagaimana Bapak? Ibu?” melihat kedatangan istrinya bersama dengan seorang lelaki, pak Farhat bertanya pada calon besannya.


“Saya sebagai orang tua menyerahkan semua keputusan pada anak saya yang akan menjalaninya,” jawab pak Siswojo bijak. Dia tak menyangka akan ditodong seperti ini. Todongan manis dari calon besan! Dan bu Diah hanya mengangguk tanda setuju dengan suaminya.


“Karena semua setuju, maka saya perkenalkan, ini pak Khoiri, ustad dan guru ngaji anak-anak kami. Dia juga seorang penghulu di KUA Klaten. Sengaja saya undang malam ini untuk acara sakral antara Jhon dan AYA,” pak Farhat memperkenalkan lelaki yang baru masuk bersama istrinya.


“Jhon, ini data AYA, saya takut kamu belum hafal nama saya dan AYA karena ini mendadak,” pak Farhat memberikan selembar kertas berisi nama Farah dan Farhat.


“Bagaimana? Bisa kita mulai?” tanya pak Khoiri.


“Bagaimana pak Sis? Bu?” pak Farhat bertanya pada calon besannya.


“Kami siap!” balas pak Siswojo dengan tegas.


“Kamu merasa dipaksa Jhon? Kalau mau sesuai dengan jadwalmu, saya tidak keberatan. Kita tunggu setelah selesai resepsi baru kita adakan lamaran,” pak Farhat tentu tidak mau putrinya dinikahi lelaki yang terpaksa.


“Seperti pernah saya bilang saat kunjungan saya pertama kali. Saya tak ingin main-main dengan hubungan kami. Saya memang mencari istri bukan pacar. Saya tidak merasa keberatan dengan pernikahan dadakan ini. Saya malah sangat bahagia karena tak akan ada lagi yang bisa mengambil Farah dari saya,” jawab Jhon dengan senyum memandang Farah.


“Baik, kalau begitu kita bisa mulai Pak Ustad,” pak Farhat mulai mempersiapkan arena untuk akad nikah.


“Bu, Jhon minta restu agar pernikahan ini mendapat keberkahan,” Jhon mencium tangan bu Diah untuk meminta restu perempuan yang susah mempertaruhkan nyawanya saat melahirkan dirinya ke dunia.


“Ibu akan selalu mendoakanmu Le. Semua doa terbaik untukmu. Jalani rumah tanggamu dengan kejujuran dan selalu berkomunikasi sebagai kunci kelanggengan,” bu Diah tak mampu berkata-kata lebih panjang. Jujur dia kaget atas pernikahan anak keduanya yang akan diadakan tanpa persiapan ini.


“Yah …,” Jhon tak mampu meneruskan kata-katanya saat mencium telapak tangan pak Siswojo. Sepertinya kata-katanya tertahan ditenggorokannya.


“Ayah mengerti Nang. Ayah merestui. Jadilah imam yang baik untuk anak istrimu,” pak Siswojo menarik putranya dalam dekapannya.


“Saya terima nikah dan kawinnya FARAHDIBA QUEENNY BASALAMAH binti Muhammad Farhat Basalamah dengan mas kawin  berupa satu set perhiasan tersebut tunai!” Jhon memang membawa satu set perhiasan dari Tiffany & Co yang dia beli saat penerbangan terakhir kemarin.


Tentu satu set itu tidak murah harganya, sehingga dia merasa pantas dia jadikan mahar. Niatnya perhiasan itu akan dia berikan pada Farah setelah selesai pertemuan ini saat mereka berdua. Itu sebabnya sejak dari rumah dia tak mau satu mobil dengan kedua orang tuanya. Karena ingin ngobrol berdua Farah sebelum kembali pulang.


“Bagaimana saksi?” tanya penghulu pada kedua saksi.


“SAH,” jawab Putro dan Ilham bersamaan sambil menganggukan kepala.


“Alhamdulillaaaaaaaaaaaah,” sahut pak penghulu lalu dia melanjutkan dengan doa untuk kedua mempelai dadakan.


Pak penghulu kemudian memberikan dua buah cincin yang disiapkan oleh bu Basalamah. Cincin perak , karena seorang lelaki muslim haram hukumnya menggunakan perhiasan emas.


Kedua mempelai tak percaya ternyata orang tua Farah memang sudah mempersiapkan pernikahan ini dengan sangat baik. Bahkan cincin untuk mereka pas di jari masing-masing.


Farah pun mencium punggung suaminya untuk yang pertama kali. Dan Jhon mencium kening istrinya pertama kali.


Selanjutnya kedua pengantin itu meminta doa restu kepada kedua orang tua dan mertua sesudah mereka resmi menjadi suami istri. Dan mereka juga menerima ucapan selamat dari adik dan kakaknya.


“Maaf ya Mas, saya hanya tak ingin Farah melakukan hal yang tak baik dalam agama. Sehingga saya sebagai ayahnya akan terkena hukuman,” pak Farhat mendekati besannya yang sekarang dia panggil dengan sebutan Mas bukan Bapak lagi.


“Ha ha ha, itu pun pernah saya lakukan saat anak saya sering butuh dekapan Putut. Walau dia belum sadar, saya pun tak ingin memikul dosa bila membiarkan Putut memeluk Amie walau saat itu pelukkannya dilakukan untuk menenangkan Amie, bukan karena keinginan Putut,” jawab pak Siswojo. Dia sangat mengerti hal itu. Karena dosa anak perempuan adalah tanggung jawab ayahnya.


Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta


Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY  ya.



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY  itu ya.