
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Amie sekarang tak boleh bawa motor lagi. Kalau pergi pun Putut tak membolehkan Amie mbonceng motor. Putut menjaga istrinya super protektif.
Kegiatan rutin Amie yaitu pagi-pagi dia jalan kaki ke warung sayur ditemani Putut. Pastinya jalan kaki ke warung sayur pulang pergi. Dari pada hanya jalan tanpa tujuan.
\*\*\*
Awalnya Amie dan Putut tidak ingin mengetahui jenis kelamin bayi mereka tapi karena kemarin ada indikasi bayinya sungsang atau bayinya melintang maka Putut akhirnya ingin tahu bayinya laki apa perempuan.
Insya Allah bayi mereka perempuan. tentu saja Amie senang karena memang dia ingin bayi perempuan jadi bisa didandani.
Bu Tiwi pun senang karena tiga anaknya semuanya laki-laki Dyah pun sama tiga anaknya semua laki-laki sehingga nanti cucu dari Amie adalah perempuan pertama buat mereka semua.
\*\*\*
Farah kesal. Sejak selesai salat Subuh tadi suaminya minta dia bersiap.
Sang pilot ingin Farah menemaninya napak tilas!
Jhon ingin naik kereta prameks ke Jogja mengingat masa perkenalan mereka. Ada-ada aja kan maunya baby mereka?
"Apa aku juga harus kecopetan?" Farah bertanya pada Jhon.
"Ya jangan lah. Kalau kamu kecopetan lagi nanti ada yang nolong dong?" Jhon tentu tak mau ada lelaki lain dihati istrinya.
"Baby boy kamu jangan aneh-aneh deh," Jhon mengelus perut istrinya.
"Sok tahu ini baby boy," kata Farah sambil mencari hijap yang warnanya sesuai dengan baju yang dia kenakan.
"Ayah yakin ini baby boy," jawab Jhon dengan tekanan kepastian. Seakan feeling nya benar.
"*Up to you daddy*," balas Farah. Jhon selalu menyebut dirinya AYAH Tapi Farah memanggil Jhon dengan sebutan DADDY bila membicarakan anak mereka.
\*\*\*
Entah apa yang Jhon rasakan. Dia merasa sangat puas bisa naik Pramex lagi bersama Farah. Ada sensasi tersendiri. Beda rasa yang dia rasakan saat berdua naik pesawat ke Singapore atau Bali satu minggu sehabis resepsinya.
Turun distasiun Tugu, Farah mengajak Jhon naik becak. Dia ajak Jhon makan soto di seberang pintu Timur stasiun Tugu. Dulu hanya perlu jalan kaki ke sini. Sekarang harus muter karena mereka keluar melalui pintu Selatan.
Jhon menikmati nasi soto yang terhidang. Dia malah makan dua mangkok.
Itu sensasi kehamilan Farah pagi ini. Naik kereta Api prameks pulang pergi. Hanya karena daddy si baby pengen napak tilas perkenalan dengan mommy nya baby.
\*\*\*
"Yank, tadi malam ada cerita lucu di group," kata Putut saat menemani istrinya jalan kaki pagi ini.
"Kenapa Mas?" Tanya Amie antusias.
"Mas mu bikin ulah. Ngerepotin mbak Farah," jawab Putut.
"Ngapain dia?"
"Kemarin Mas Jhon ke Jogja naik kereta prameks persis sama seperti dulu kenalan sama Farah di Prameks."
"Sampai Stasiun Tugu keluar buat makan soto ayam, lalu balik lagi."
"Ngidamnya lebih parah dari Mas ya?" kata Amie.
"Iya ngelebihin aku. Aku kan enggak pernah minta apa pun selain makan snack basah Yank. Dia mah aneh. Tengah malam minta ke alun-alun buat makan sate."
"Kemaren minta umi masak kebab khusus buat dia," cetus Putut.
"Wong ngidam itu aneh yo Mas," Amie melihat sayuran apa yang akan dia beli.
" Ya nggak aneh sih memang kayak gitu. Percaya enggak percaya," balas Putut.
Amie jadi ingat dia nggak boleh nggak makan ikan saat awal kehamilan dulu.
Amie merasa tak bisa makan bila lauknya bukan ikan. Untungnya setelah umur tiga bulan kehamilannya dia kembali normal dia makan apa aja nggak perlu harus ikan.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNREQUITED LOVE itu ya.