
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
‘*Bodoh, aku lupa belajar jadi istri yang baik*,’ pikir Putri. Memang saat menikah dulu strata Lesmana jauh dibawah istrinya sehingga Putri tak pernah melihat contoh sang mama melakukan ‘bekti’ yang benar pada suaminya. Padahal bu Basalamah yang bukan asli jawa saja selalu melakukan hormat pada suaminya.
“Cukup,” jawab Putro. Untungnya suaminya bukan orang yang banyak menuntut. Walau demikian dia tak boleh sembarangan. Seorang suami kalau merasa tak dihargai bisa berpaling! Dan Putri tak mau itu terjadi. Dia harus antisipasi sejak awal.
“Owh iya, mumpung semua kumpul. Saya mau memberitahu perubahan pernikahan AYA dan Jhon. Kami akan melakukan resepsi satu bulan setelah pernikahan Amie agar mereka tak terlalu lama menunda momongan,” Farhat mengatakan perubahan rencana. Awalnya pernikahan Jhon akan dibuat tiga bulan setelah pernikahan Amie. Jadi masih empat bulan lagi.
“Tapi enggak ngulang akadnya ‘kan?” tanya Lesmana.
“Enggak perlu. Seminggu setelah akad, Jhon langsung urus itsbat koq. Mereka sejak dulu sudah resmi secara agama dan negara. Hanya belum pengumuman ke publik,” jawab pak Siswojo.
“Jadi tiap bulan kita akan bertemu ya. Bulan depan resepsi Amie, bulan berikutnya resepsi Farah dan bulan berikut pertemuan rutin tiga bulanan kita,” pak Cokro mengingatkan jadwal mereka.
“Semoga kita semua sehat agar semua rencana tak ada halangan apa pun,” balas Lesmana.
“Aamiiiin,” doa dan harapan yang baik tentu semua meng amin i nya tanpa perlu diminta.
‘*Sayang aku belum memasukkan status Farah didata kantor. Sehingga statusku di kantor belum punya istri*,’ batin Jhon.
Jhon memang belajar dari Putut. Adik iparnya itu langsung mengurus nikah sirinya menjadi nikah resmi ke KUA. Sehingga tak perlu akad nikah ulang.
Mereka sekarang sudah menjadi keluarga besar, maka urusan pernikahan Amie dan Jhon mulai mereka bahas. Dulu rencana pernikahan Amie hanya melibatkan pak Siswojo dan pak Cokro saja. Maka saat ini pak Lesmana dan pak Farhat minta mereka dilibatkan.
“Jangan lupa, Amie sedang hamil, acara tidak boleh terlalu melelahkan dia,” bu Lesmana mulai protektive. Dia tak ingin Amie sakit.
“Nah benar itu,” bu Basalamah pun urun suara. Akhirnya rombongan kaum muda dan jomlowan memisahkan diri ke rumah belakang. Dan genks old meneruskan obrolan mereka tentang acara resepsi pernikahan Amie yang akan mereka adakan kurang dari satu bulan lagi.
“Pak Cokro mulai memikirkan menyewa sebuah rumah untuk keluarga bu Diah dan keluarga istrinya yang datang dari luar daerah. Karena kamar dirumahnya dan dirumah belakang akan penuh dengan tamu yang sekarang ada di depannya ini.
Dirumah belakang, para lelaki muda duduk diteras, mereka mulai membicarakan bisnis mereka dan rencana kedepan apa yang akan mereka ambil.
Mereka bukan CEO besar seperti di novel. Mereka juga bukan pemilik usaha besar, tapi setidaknya mereka bukan kroco yang bisa dilindas dengan mudah. Saat ini fokus mereka ke demo hari buruh dan topik mereka tentang kesejahteraan buruh di perusahaan atau usaha yang mereka pimpin.
“Kadang kasihan melihat para demonstran yang hanya ikut-ikutan. Mereka hanya bergerak karena solidaritas. Bukan karena hati nurani. Kalau ada imbas, misal mereka dipecat, bagaimana nasib mulut yang bergantung pada gaji mereka” Jhon yang memulai pembicaraan tentang situasi yang dia lihat diberita TV.
“Benar, kadang walau enggak semua, yang ikut demo hanya karena ditekan harus turun kejalan. Yang punya kepentingan sembunyi dibalik punggung mereka,” Putut pun sadar situasi itu.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita BARU karya yanktie dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.