
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
“*Babe*, itu Indira,” bisik Farah saat mereka di kantin sehabis selesai suntik KB.
“Kamu diam sini, aku akan ikutin dia,” Jhon langsung menguntit perempuan yang Farah beritahu sebagai Indira.
‘*Dia kepoliklinik kandungan yang sebelah tempat kita periksa tadi*,’ Jhon memberitahu Farah lewat chat. Dia juga curi-curi membuat foto Indira saat daftar ulang, saat timbang badan dan cek tensi karena itu semua dilakukan di meja depan sebelum masuk ke ruang periksa.
Cukup lama Jhon mengamati. Akhirnya nama Indira dipanggil suster untuk masuk ke ruang periksa. Tak lama Indira keluar dan langsung menuju keluar rumah sakit. “Sus, apa istri saya sudah kesini?” tanya Jhon sambil terengah-engah pada suster bagian pendaftaran.
“Wah, saya kurang tahu! Banyak pasien disini, nama istri anda siapa?” tanya suster yang sedang bertugas.
“Indira, istri saya bernama Indira.” sahut Jhon dengan pasti.
“Ibu Indira baru saja keluar Pak. Dia baru saja memperpanjang suntik KB rutinnya,” jawab seorang suster yang baru keluar ruang periksa dan membawa map rekam medis data pasien dari dalam ruang periksa.
“Waaaah, saya kembali telat. Saya ingin dia berhenti suntik dulu karena saya ingin punya anak, dan dia belum ingin. Baik Sus, saya kejar istrinya. Terima kasih,” Jhon pamit mengakhiri sandiwaranya.
\*\*\*
“Kakak gila juga berani sandiwara seperti itu,” Ucap Farah saat mendengar cerita suaminya.
“Ini aku bikin foto-foto saat dia daftar, cek tensi dan timbang badan,” Jhon memberi ponselnya pada Farah.
“Buat apa bikin foto ini?” tanya Farah.
“Entah. Tapi aku yakin suatu saat foto ini berguna,” sahut Jhon ambil memakan risol yang tadi dibeli Farah. Setelah selesai, mereka menuju kantor Farah.
“Aku drop aja? Makan siang gimana?” tanya Jhon saat akan memasuki area kantor Farah.
“Aku akan pancing Abi makan siang dengan om Husain dan Indra,” jawab Farah.
“Ya sudah, aku akan jemput aja. Tapi aku enggak akan turun dari mobil ya?” Jhon pun setuju kalau Farah akan makan siang dengan Farhat, Husain dan Indra.
\*\*\*
“Abi ada?” tanya Farah pada Husain saat melewati ruang asisten ayahnya.
“Dia enggak ada jadwal keluar dan juga enggak ada tamu untuk hari ini,” jawab pak Husain.
“Kangen makan siang bareng. Siang ini kita keluar makan yok Om,” ajak Farah.
“Boleh aja kalau pak Farhat bersedia,” jawab Husain.
“Aku tanya abi deh. Mau kita keluar atau makan bareng di kantor aja. Aku sih kangen makan sate buntel Om,” sahut Farah. Lalu dia menuju ruangan abinya dan sengaja tidak menutup pintu ruangan itu.
“Om, kata Abi kita makan bareng di kantor aja, ajak Indra juga. Atau om kesini deh,” Farah menghubungi Husain menggunakan intercom diruang Farhat.
Akhirnya Indra dan Husain menuju ruang Farhat. “Ini Farah pengen makan bareng, enaknya kita keluar atau makan disini?” tanya Farhat pada Husain dan Indra.
“Saya terserah Bapak saja,” jawab Husain. Dia tentu tak berani berpendapat.
“Enaknya kita makan di kantor saja Pak, enggak perlu buang waktu pulang pergi,” jawab Indra. Dia takut bila makan diluar akan bertemu dengan Jhon dan dia tersingkir lagi.
“Ya sudah Sen. Kamu beli deh apa yang diinginkan Farah,” jawab Farhat sambil mengambil dompetnya.
“Ya sudah, aku balik ke ruanganku, aku pesan sate buntel dan gule ya Om. Nanti kalau sudah datang Om kabari aku aja,” Farah lalu keluar ruangan ayahnya. Sejak pagi dia belum ke ruangannya.
“Baik Non,” sahut pak Husain sambil mencatat pesanan Indra dan Farhat.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.