THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
TUT WURI HANDAYANI



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Nah yang perlu dipikir lagi  Mas bagaimana dengan toilet atau WC.  Kita bukan main-main Mas.  Masalahnya untuk banyak orang dan biasanya pagi itu pada rebutan. Dan ini untuk banyak keluarga. Sudah dipikirkan belum kamar mandi mana saja WC mana saja yang bisa dimasuki oleh masing-masing keluarga agar enggak saling rebutan dan menyalahkan.



"Waduh aku nggak kepikiran. Setidaknya kalau untuk kakak-kakaknya Putri enggak jadi masalah. Mereka masing-masing keluarga itu kan punya kamar di rumah katanya jadi Masnya Putri itu kan masing-masing punya ruangan tersendiri mereka nanti akan mengarah ke situ gitu."



"Paling yang kita pikir itu adalah keluarga kita keluarga Pak Cokro  dan keluarga Pak Farhat. Nanti posisinya mana. Jadi aku akan bilang dulu sama papa nanti.  itu nggak kepikir sama sekali  tentang ini," Putro benar-benar lupa masalah penting ini.



"Nah itu harus dipikir bener Mas karena masalahnya kan pesertanya lebih banyak," kata Siswojo.



"Ayah sih dari tadi cuma nge gong. Cuma iyain usulku. Tapi enggak kasih usul sendiri," protes Ragil.



"Ayah menganut paham tut wuri handayani," pak Siswojo hanya senyum menanggapi protes putra bungsunya. 



"Bagaimana bila semuanya bikin kaos seragam buat bikin gambarnya nanti aku kasih pilihan. 



\*Desain sama, warnanya beda untuk empat kepala keluarga. Jadi anak cucu mantu keluarga satu warna. Anak cucu mantu keluarga Farhat satu warna dan seterusnya." Usul Ragil.



"Nanti aku usulkan. Yang jadi masalah itu aku dan Putri pakai warna yang mana? Juga Jhon dan Farah? Kami kan dari dua keluarga yang masing-masing tetua punya warna sendiri," protes Putro.



"Ha ha ha, aku bikinkan kalian separo-separo biar pada tahu," jawab Ragil.



"Yang penting design segera kasih aku biar papa pilih. Nanti kita kan juga akan minta ukuran tiap orang agar tak salah ukuran," Putro ikut semangat dengan wacana bikin kaos ini.


\*\*\*



Hari ini keluarga dari Cangkringan datang mereka mendapat dua kamar untuk anak dua kamar di hotel. Satu untuk Siswojo dan satu untuk Putut.



Siswojo bilang dia Wahyu dan Saka nggak usah dua kamar. Cukup satu saja. Ragil bilang dia nanti akan bersama Wahyu karena dia dapat satu kamar sendirian.



Keluarga Siswojo langsung ke hotel tidak ke rumahnya keluarga Siswojo dulu.




"Iya Mas Ini udah siap,"  Amie memang sedang bersiap untuk berangkat ke hotel.  Acara resepsinya baru besok malam. hari ini mereka akan berangkat ke Hotel karena nanti malam keluarga Basalamah akan mengadakan makan malam bersama.



Jadi memang mereka harus masuk hotel siang ini. 



"Mas ada ikan nggak ya?" Amie takut kelaparan. Dia sering lapar tanpa terduga dan harus sering makan tanpa bisa ditunda.



"Sayang kalau ikan tuh nggak perlu takut kok namanya di hotel kalau  tuan rumah nggak nyiapin ya kita pesen," kata Putut dengan sabar. 



"Bila tak ada ikan Mas pastiin Mas akan beliin buatmu. Tapi Mas yakin kok pasti ada ikan," kata Putut lagi.



Mereka semua berangkat bareng dengan Pak Siswojo. Dengan mobil masing-masing pastinya," karena selesai pesta Amie akan langsung kembali ke Joga tanpa mampir lagi ke rumah bu Dyah.



Tibalah acara makan malam khusus. Yang diundang makan malam kali itu walaupun tidak menginap adalah Juned dan timnya para polisi yang kemarin membantu kasus Indra dan Indira. Team pengacaranya dibawah pimpinanDoddy Assegaff anak dan Malik Assegaff datang pada acara secial malam ini.



Makan malam kali ini dikhususkan bagi orang-orang spesial dan banyak orang penting Solo Jogja dan sekitarnya yang diundang Farhat pada makan malam. 



Farhat memang membuat acara ramah tamah sebelum acara resepsi karena kalau sudah resepsi  terlalu sibuk dengan banyak tamu.



Liem CEO maskapai penerbangan dimana Jhon bekerja juga datang. Dia akan berterima kasih khusus pada Farhat yang berhasil "membujuk" Jhon tidak resign.



Dwi Pradipto dan istri juga hadir.  



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.



![](contribute/fiction/6174183/markdown/10636434/1676347839026.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.