
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Wiwied, dan semua yang hadir kaget mendengar mahar yang Putro berikan. Selain cincin emas seberat lima gram dengan berlian kecil yang sangat mahal, Putro juga memberikan sebuah klinik praktik dokter bersama miliknya pada Putri atau Wiwied.
Ternyata diam-diam Putro adalah pemilik sebuah klinik yang cukup terkenal dan bagus di Solo. Mahar ini memang Putro rahasiakan, sampai sebelum ijab tadi dia memberitahu penghulu dan calon ayah mertuanya.
Seisi ruangan terdengar gumam saat pak Lesmana menyebutkan mahar yang Putro berikan untuk Wiwied. Banyak yang tahu klinik dokter bersama itu sedang tahap perluasan untuk menjadi sebuah rumah sakit. Tapi tak tahu siapa pemiliknya.
Banyak yang iri dan kagum akan mahar itu. Tentu saja siapa yang tidak suka bila maharnya bukan benda mati yang nilainya tidak berkembang jauh. Mahar yang Putro berikan ibarat mesin ATM yang setiap saat selalu ada uang masuk terus menerus. Beda bila hanya berupa sebidang tanah, mobil atau perhiasan!
“SAH???”
“SAH!!”
Hari ini Jumat 21 November 2014 Putro dan Putri sah menjadi suami istri. Mereka akan mengadakan resepsi 23 November 2014.
‘Kak Jhon ganteng banget dengan batik itu,’ Farah memperhatikan Jhon dan Ragil yang duduk disebelah ibu mereka.
“Hallo Kak,” sapa Farah yang bersisian dengan Jhon dan Ragil serta Wahyu saat akan ambil makan.
“Hai,” balas Jhon ramah.
“Apa ini Wahyu yang dari Jogja?” tanya Farah melihat sosok Wahyu.
“Kalian besok Minggu akan berpasangan? Kenalan dulu Yu,” Ragil berinisiatif menjawab pertanyaan Farah.
“Wahyu.”
“Farah.”
“Itu adiknya ya Mas Wahyu?” tanya Farah saat Saka melintas sehabis mengambil ice puter.
“He he he, iya. Tahu dari baju kembaran kami ya?” jawab Wahyu.
“Koq Mas sih. Sepertinya kami lebih muda deh,” protes Ragil. Dia dan Wahyu memang seumuran.
“Ih, protes aja. Aku aja pernah dia panggil Om, padahal dia manggil mas Putro yang lebih tua dariku dengan panggilan Mas,” sela Jhon.
“Ikut gabung di sini ya,” Putut yang dibuntuti Amie ikut duduk dalam rombongan Farah dan Jhon.
“Ini kakak sulungku dan istrinya,” Wahyu mengenalkan Putut dan Amie pada Farah.
“Farah.”
“Putut.”
“Amie.”
“Koq makannya sedikit Dek?” tanya Jhon dengan nada lembut dan penuh sayang pada Amie.
“Itu udah banyak Mas. Kalau makan sendiri mbak Amie lebih sedikit ngambilnya. Itu pasti dipaksa mas Putut,” Wahyu langsung nyambar pertanyaan Jhon.
‘Perempuan cantik ini sangat beruntung. Semua mengasihinya,’ Farah memperhatikan Amie dengan saksama.
“Bener banget Yu. Aku juga paling rajin maksa dia makan,” jawab Ragil santai. “Tapi dia suka curang, begitu ibu enggak lihat, sebagian makanannya dia pindah ke piringku.” tentu saja semua tertawa mendengar kelicikan Amie.
Putut membersihkan sudut bibir istrinya dengan tissue. Ada sedikit kotoran di sudut bibir Amie. Karena Amie tertawa maka sendoknya tidak pas di mulut. Farah memperhatikan dengan sedikit rasa iri. ‘Andai aku punya pasangan romantis seperti dia.’
“Kotor ya Mas?” tanya Amie berbisik.
“Sedikit,” jawab Putut.
“Nanti kita salat Jumat di mana?” tanya Jhon.
“Dari sini ke kiri Kak. Lalu di pertigaan ke dua belok kanan,” Farah memberi info letak masjid.
“Aku harus cari ibu dulu untuk menjaga Amie.” Putut memberi info pada para lelaki disitu.
\===========================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta